[Fanfic] Deep Love Chapter 3

deep love cover fanfiction kihaekyu by Nazimah Elfish

Sebelumnya di Deep Love Chapter 2…

“Tapi,”

“Tapi apa?”

“Tapi takdir bisa diubah.”

“Beritahu aku!” jawab Kyuhyun cepat setelah melihat jam dinding di kamar Kibum, pukul enam sore, dia memiliki waktu tiga jam untuk mengubah takdir Donghae.

“Beritahu aku, siapa yang paling kau benci?” Leeteuk bertanya serius, menatap kedua manik Kyuhyun dalam, sedang Kyuhyun seolah membeku dengan pertanyaan tersebut, sungguh, jika ia masih hidup, tentulah jantungnya sudah berdetak kuat, sayangnya detak jantung itu telah berhenti.

“Kibum? Siwon? Atau ada orang lain yang begitu kau benci?”

 

Title : Deep Love

Author : Nazimah Agustina / Nazimah Elfish

Pair : KiHae slight KyuHae and others

Cast : Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Lee Donghae, Park Jung Soo, Lee Hyukjae, and Choi Siwon

Rating : Teen

Genre : Drama, Romance, Hurt, little Crime

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Summary : “Kekasihmu merasa hidupnya hancur, begitupun dengan pembunuhmu, ia juga merasa hancur kala melihat kekasihmu yang bagai mayat berjalan saat mengantarmu menuju makam. Cinta begitu dahsyat rupanya, dapat membutakan mata hati seseorang, membuat bahagia seseorang juga dapat membuat seseorang merasakan kejamnya dunia, kedua insan itu adalah korban cinta yang terlalu berlebih.”

Warning : boyxboy! Cerita umum! Don’t like don’t read!

deep love cover fanfiction kihaekyu by Nazimah Elfish

Chapter 3

 

Kyuhyun terdiam, lidahnya kelu untuk menyebutkan satu nama orang yang paling dibencinya. Lebih tepatnya, ia tidak tahu, siapa yang paling dia benci? Jika ditanya berapa banyak orang yang membencinya, pastilah banyak, pikir Kyuhyun karena dirinya memang seorang yang suka mengusili orang lain, Donghaepun sering jadi korbannya.

“Aku menunggu, Cho Kyuhyun!” teguran Leeteuk membuyarkan lamunan Kyuhyun, memaksanya untuk menyebutkan satu nama meski tertahan di tenggorokan.

“Waktu terus berjalan!”

“Kim Kibum, dia juga harus mati, secepatnya!” dan Leeteuk tersenyum lalu memandang Kibum yang masih nyaman terlelap, “ampunilah dia.”

“Apa?”

“Masuklah ke dalam mimpinya, bicaralah dengan ruhnya untuk terbangun, katakan padanya jika Donghae butuh bantuannya.”

Jdeer!

Kyuhyun semakin menatap murka Kibum, jika ia bisa pastilah sudah ia bunuh Kibum saat ini, tapi ia harus mengesampingkan egonya sendiri, “baiklah, bagaimana cara aku masuk ke dalam mimpinya?”

Leeteuk lalu menjelaskan panjang lebar pada Kyuhyun, pemuda itu harus konsentrasi ingin memasuki alam bawah sadar Kibum, jika berhasil maka Kyuhyun akan berada di tempat berbeda yang merupakan alam mimpi yang tengah dialami Kibum.

Kyuhyun lalu memejamkan matanya erat, mencoba fokus namun selalu gagal.

“Aku tidak bisa! Bagaimana ini?” dia bertanya gusar pada Leeteuk yang memijit pelipisnya.

“Bukankah sudah kubilang jika kau harus mengampuninya dulu?”

“Aku tidak mau! Cari  orang lain saja! aku mau Siwon karena dia diam-diam telah mengkhianatiku!” Kyuhyun merajuk layaknya anak kecil, Leeteuk tersenyum maklum kemudian menyahut, “baiklah, kita ke tempat Siwon berada sekarang.”

Dan disinilah keduanya sekarang, di sebuah ruang meeting dimana Siwon dengan kharismanya yang menguar kuat memimpin meeting tersebut. “Jadi apa yang harus kulakukan sekarang?” Kyuhyun bertanya antusias pada leeteuk yang memandang Siwon dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.

“Ini akan sulit.” Leeteuk menyimpulkan, “kenapa bisa begitu?”

“Dia begitu bersemangat sepertinya, kapan dia akan tidur? Kau hanya bisa berkomunikasi dengan manusia melalui  mimpi.” Kyuhyun lalu memandang Siwon yang masih segar wajahnya, tidak ada tanda-tanda jika ia akan segera tidur. Pandangan Kyuhyun lalu teralih pada jam dinding, sepuluh menit telah berlalu dengan sia-sia.

“Kita kembali pada Kim Kibum!” ujar Kyuhyun lagi, sedetik kemudian mereka telah berpijak pada kamar Kibum.

“Bagaimana tuan Cho?”

“Kumaafkan!”

“Kalau begitu berkonsentrasilah!” Kyuhyun kembali memejamkan matanya, memokuskan perhatiannya ingin memasuki mimpi Kim Kibum namun ia malah terjengkang ke belakang.

“A…apa itu tadi?” Kyuhyun bertanya takut-takut pada Leeteuk yang memandangan tajam dirinya, “kau berbohong!”

“Mana bisa aku memaafkan pembunuhku begitu saja!” Leeteuk menatap jam dinding, dua menit telah berlalu sia-sia. “Tidak ada cara lain lagi sepertinya,” Leeteuk bergumam lalu menempelkan telapak tangannya pada kening Kyuhyun yang lalu merintih sakit.

Tap tap tap

Seorang pemuda berambut coklat madu dengann sepasang headset yang menyumbat telinganya tengah berjalan pada malam yang sudah cukup larut di awal musim salju, ia berjalan seorang diri menuju kediamannya yang sudah tidak jauh lagi.

Langkahnya terhenti, ia menolehkan kepalanya ke belakang, tidak ada siapa-siapa dan tidak ada apa-apa disana.

Kembali ia melanjutkan langkahnya, baru beberapa langkah ia berjalan di tumpukan salju ia kembali menolehkan kepalanya, kosong, hanya ada desir angin yang menusuk tulang, kali ini ia melepas headset itu dari kedua telinganya, ia memang tidak mendengar apapun tapi ia merasakan sesuatu.

Pemuda itu, Cho Kyuhyun kembali berbalik kemudian memasang headset dan berjalan menuju kediamannya namun, dengan langkah yang dipercepat, ia merasa firasat yang tidak enak malam ini.

Beberapa langkah lagi ia akan menyebrang dan ia akan sampai pada pintu rumahnya, kepalanya celingak-celinguk ke kiri dan ke kanan, sepi, dan iapun dengan santai menyebrang.

BRAAKK!

Tubuhnya terpental sekian meter dari jalan, darah segarnya yang keluar dari kepala, mulut, dan hidungnya mewarnai putihnya salju.

“Sudah matikah?” salah seorang dari dua orang berbadan kekar bertanya pada temannya, mereka  memperhatikan jasad Kyuhyun pada dinginnya salju, dan pertanyaan dia terjawab dengan tubuh Kyuhyun yang bergerak. Kedua orang itu lalu mengangguk satu sama lain, mengangkat tubuh Kyuhyun ke dalam bagasi mobil untuk melemparkannya ke jurang.

“Akh!” Kyuhyun memandang horror Leeteuk yang kembali tersenyum padanya, “jika Kibum tidak membunuhmu malam itu, kau tetap akan mati, bahkan jasadmu tidak akan pernah di temukan karena telah dimakan oleh binatang buas.” Leeteuk menjelaskan takdir yang sesungguhnya tanpa diminta oleh Kyuhyun.

Kyuhyun termangu setelahnya, raut syok yang terpancar jelas di wajah tampannya kini. Leeteuk kembali menatap jam dinding, tiga menit telah berlalu yang berarti lima belas menit dari tiga jam yang berharga telah terbuang begitu saja.

Ditepuknya pundak Kyuhyun seraya bertanya, “jadi kau memilih membiarkan takdir Donghae berjalan sebagaimana mestinya?”

Kyuhyun  mendongak masih dengan raut syoknya, tak menjawab apapun, keheningan menyapa mereka hingga tiga puluh menit telah berlalu, sisa hidup Donghae tinggal dua kali enam puluh menit kalau begitu.

“Biarkan dia mati, aku ingin melihat proses kematiannya.”

“Berdirilah! Kita pergi ke tempat Donghae berada sekarang!”

Dan keduanya kini berada di sebuah universitas, lebih tepatnya berada di dalam sebuah kelas yang berisi para mahasiswa yang tengah sibuk mengerjakan tugas-tugas kuliah. Termasuk Donghae yang tampak menyalin tulisan-tulisan dari dalam buku paket ke dalam buku catatannya, Kyuhyun tersenyum seraya berjalan mendekati Donghae. Dia tertawa kecil kala melihat ekspresi Donghae yang berubah-ubah karena merasa bingung dengan soal-soal yang ada di buku paket, Kyuhyun mengintip tugas Donghae, Matematika.

Matematika adalah pelajaran kesukaan Kyuhyun, berbanding terbalik dengan Donghae yang lemah hitungan. Kyuhyun merindukan itu, merindukan saat-saat Donghae merengek manja padanya untuk diajari cara mengerjakan soal Matematika. Dia coba mengusap surai coklat keemasan Donghae, tidak bisa, menorehkan senyuman pedih Kyuhyun yang lalu bergumam, “kita akan bersatu, dalam alam baka.”

Tidak terasa satu setengah jam telah berlalu, tiga puluh menit lagi dan kematian itu akan tiba. Donghae bangkit dari tempat duduknya setelah bel pulang berbunyi, ia ingin segera pulang ke rumahnya. Ketakutan mulai melanda Kyuhyun, ada rasa tidak rela dalam dirinya jika Donghae juga mati sepertinya, tapi bukankah itu sudah takdir?

Donghae keluar dari kelas, ia menggaruk belakang kepalanya, ‘kemana ya?’ pikirnya bingung. Dia lalu mengelus-elus perutnya yang keroncongan minta diisi, harusnya ia bersama Hyukjae sekarang namun kembarannya itu tengah sibuk, membuat dia tidak masuk kuliah hari ini.

Donghae memutuskan untuk pergi ke kantin, ia berjalan dengan gontai kesana dan ia merengut karena kantin dalam keadaan penuh. Donghae menatap jam yang ada di pergelangan tangan sebelah kiri dia dengan Kyuhyun yang juga ikut mengintip di belakangnya, dua puluh lima menit lagi dan tiga jam itu akan berakhir.

“Akh!”

“Maafkan aku!”

“Oh yeah!” Kyuhyun membelalakkan matanya tegang, padahal Donghae hanya ditabrak oleh mahasiswa lain yang membawa segelas jus, yang berakhir tumpah pada kemeja biru kotak-kotak yang Donghae kenakan. Donghae kibas-kibaskan tangannya pada kemejanya sembari berjalan, Kyuhyun merasa was-was karena ajal itu akan tiba dan Donghae berjalan dengan tidak fokus pada jalan di depannya sama sekali!

Bukankah ini yang kau inginkan Cho kyuhyun? Menyaksikan kematian kekasihmu sendiri?

Kyuhyun memegangi kepalanya frustasi, “Leeteuk!  Leeteuk!”

“Memanggilku hhm?”

“Kita ke tempat Kibum sekarang!”

Kyuhyun berjalan dengan tegang mendekati Kibum, memejamkan matanya erat, tidak berapa lama kemudian ia merasakan sensasi aneh. Dibukanya mata yang terpejam, dia tengah berada di padang rumput yang luas.

Kyuhyun tersenyum, ia merindukan semua ini, merindukan dirinya yang dapat merasakan terpaan angin yang mengenai wajah dan rambut ikalnya. Senyuman itu semakin lebar ketika tangannya dapat menggapai rumput-rumput ilalang yang ada di sekitarnya hingga matanya membidik orang lain disana, Kim Kibum.

Kyuhyun teringat misinya ke tempat ini, meminta bantuan Kibum. Untuk itu ia dekati Kibum. Memanggilnya namun Kibum tidak bergeming, pemuda itu tetap membelakangi Kyuhyun hingga Kyuhyun tepuk pundaknya.

“Ini aku, Kyuhyun, orang yang sangat kau benci.” Kibum terkejut, tentu saja, namun dengan cepat raut wajahnya terganti menjadi raut dingin dan seolah tidak peduli pada Kyuhyun yang perlahan ia tinggalkan.

“Tunggu! Bukankah kau menyukai Donghae? Jika benar tolong selamatkan dia!” Kyuhyun meminta agak berteriak pada Kibum yang lalu menghentikan langkahnya.

Dengan sigap Kyuhyun menghampiri Kibum kembali, “jika kau benar-benar menyukai kekasihku, bangunlah dari alam bawah sadarmu, pergi ke Inha University dan selamatkan dia dari maut yang kurang dari setengah jam lagi akan menjemputnya!”

“Kau punya waktu dua puluh menit!” Kyuhyun melanjutkan, Kibum menoleh pada Kyuhyun meski tidak berkomentar apapun, ia perhatikan Kyuhyun dengan seksama lalu mengangguk.

“Euunggh,” Kibum melenguh membuahkan senyuman Leeteuk, Kyuhyun berhasil dan Leeteuk bangga akan hal itu. “Langkah awalmu berhasil, Cho Kyuhyun.” Gumamnya yang di detik lain Kyuhyun sudah berada disampingnya, jatuh terduduk dengan wajah pucat pasi.

Kibum membuka matanya, perlahan dengan tangan yang memegangi kepalanya ia mendudukkan diri di sisi ranjang. Ia kumpulkan seluruh nyawa dengan Kyuhyun yang terus meneriakinya akan waktu yang semakin berkurang.

“Cepat pergi bodoh! Selamatkan kekasihku!” Kyuhyun mendumel dengan geram yang dimata Leeteuk itu adalah sebuah kegemasan Kyuhyun pada Kibum yang belum sepenuhnya sadar, Leeteuk tertawa kecil lalu menepuk pundak Kyuhyun, “biarkan dia membiasakan keadaannya dulu, ingatlah jika dia lama tidak sadarkan diri, pengaruh obat-obatan yang disuntikkan ke tubuhnya masih bekerja.”

“Tapi dia harus cepat!” baru saja Kyuhyun mengatakannya, Kibum dengan langkah tergopoh-gopoh telah berlari keluar kamar. Ia ambil kunci mobilnya, melesat menuju bagasi.

Duuk!

“Aaaww, kepalaku!” rintih Kibum setelah menutup pintu mobilnya, matanya seolah berkunang-kunang dengan kepala yang pusing hebat. Kyuhyun yang berada disamping Kibum merasa iba pada Kibum yang belum pulih benar keadaannya, ia tatap cemas Kibum yang lalu menyalakan mesin mobilnya kemudian melaju menuju Inha University.

“Ke kiri!”

“Ke kanan!”

“Awaaas!” Kyuhyun meneriaki Kibum yang menyetir mobil dengan ugal-ugalan, tentu saja Kibum tidak mendengar apapun, ia hanya tahu ayo-selamatkan-Donghae-sesegera-mungkin. Sepanjang perjalanan Kyuhyun terus saja marah-marah pada Kibum yang beberapa kali hampir mencelakai pengguna jalan lainnya.

Ckiiitt!

“Fiiuuuh, akhirnya!” Kyuhyun menghela lega ketika mobil telah berhenti di depan kampus Donghae, jika ia masih hidup pastilah ia telah muntah karena perjalanan yang sama sekali tidak mengenakkan tadi.

“Hoeekk! Hoeekkh!” dan Kyuhyun terkekeh melihat Kibum yang memuntahkan isi perutnya karena perbuatannya sendiri, namun setelahnya Kyuhyun memandang jijik karena Kibum malah muntah tepat disamping tempat duduk Kyuhyun.

“Jorok!” komentar Kyuhyun tidak suka pada Kibum yang terdiam dengan nafas yang tersengal, Kyuhyun keluar dari mobil guna mencari-cari jam dan ia berjongkok disamping salah seorang mahasiswa yang mengenakan jam tangan di pergelangan kirinya, sepuluh menit yang berharga.

“Sial!” cepat-cepat Kyuhyun kembali ke mobil dan ia mengacak rambutnya frustasi ketika tidak menemukan Kibum di dalam mobil.

“AAARRGGHHT!” geramnya lalu berlari mencari Kibum dan Donghae, setidaknya ia tidak perlu dimarahi oleh orang-orang yang ditabraknya karena mereka tidak merasakan apapun.

Tap tap tap

Kibum berjalan cepat dengan kepala celingak-celinguk mencari, matanya menyapu semua manusia yang dilihatnya, dimana Donghae?

~ To Be Continue ? ~

Bagaimana menurut kalian?

Anehkah? Pasaran? Beritahu aku!!!!

 

Related Post :

Other Post :

Kait kata : KiHae Couple, KiHae fanfic, Cerita Cinta KiHae, Kibum Donghae FF, Kibum top Hae bottom, Nazimah Elfish, pernikahan tanpa cinta, ff KiHae, Super Junior Indonesian Fanfiction, drabble ficlet romance, kihae ff terbaru, kihae boyslove genderswitch, boyxboy, hae as the girl, canon, general, yaoi, shoneun-ai,

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 29 Juli 2013, in Deep Love, Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. Makin seru nih..
    Hae gak mati kan??
    Itu Kibum kenapa?
    Belom bisa baca chapter 2, minta pw yg chapter 2 dongg #Tetep_ngarep

    kapan ini di lanjuttt

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: