[Ficlet] He is Mine!

KIHAE COVER FANFIC HE IS MINE

BRAK!!

“Singkirkan tangan kotormu dari tubuhnya!” dengan kemarahan yang telah sampai di ubun-ubun ia berteriak setelah menghantam pintu tak berdosa, dengan sangat pasti juga ia acungkan pistol pada seorang yang berangsur mengangkat kedua tangannya ke udara, seseorang yang menyerigai padanya, yang sesungguhnya tidak cocok untuk wajah tampan dia.

“Santai dulu, Kim.” Dia menyahut enteng, mendelik nakal pada satu orang lagi yang masih berada di atas ranjang, seseorang yang menundukkan wajahnya.

“Kau tidak apa?”

“Dia baik-baik saja, sungguh!” Kibum menggertakkan giginya ketika mendengar nada memuakkan itu, matanya menatap nyalang pemuda tampan yang kembali mengukir seringai menyebalkan yang ingin Kibum enyahkan sekarang juga.

DOORR!

“Akh!” seorang yang terduduk di ranjang berteriak, juga tangis yang menjadi sembari menutup kedua telinganya rapat-rapat, tidak mau mendengar suara tembakan.

Title : He is Mine!

Author : Nazimah Agustina / Nazimah Elfish

Cast : Kim Kibum, Lee Donghae, and Choi Siwon

Pair : KiHae with Siwon

Genre : Romance and little Crime

Rating : Teen

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Warning : BoyxBoy! KIHAE COUPLE!

 

 

Dengan sigap Kibum gapai seorang yang menangis tersedu, menatapnya sendu dengan tangan yang tergerak memeluk dia yang bergetar tubuhnya.

“Jangan takut, aku bersamamu.” Ucapnya menenangkan dia yang baru saja mengalami kejadian yang tidak mengenakkan, rasa bersalah menghinggapi Kibum yang sama sekali tidak menyangka jika ini adalah ujung dari rasa cemburunya yang tidak jelas.

“Maaf! Maaf! Maaf! Hiks,” pemuda yang menangis itu, Donghae, mengucapkannya terus berulang kali di dada Kibum yang telah basah oleh air mata. “Tidak, ini bukan salahmu! Percayalah!” Kibum menyahut, menanamkan ciuman-ciuman lembut pada puncak kepala Donghae, pada rambut yang telah acak-acakan itu.

Donghae masih menangis dalam dekapan Kibum yang semakin merasa bersalah, ini salahnya? Kenapa Donghae yang menjadi korban pembalasan Siwon?

DOORR!!

DOORR!!

Donghae semakin melesakkan kepalanya dengan mata yang terpejam erat ketika suara tembakan kembali di dengarnya. Kibum menoleh ke samping, seringai jelas tercetak di bibirnya ketika Siwon yang hendak bangkit kembali ambruk dengan darah yang deras bercucuran dari perut dan dada sebelah kiri, pasti mati.

Flash Back

Di sebuah lantai dansa yang berisi puluhan pasang manusia yang berlenggak-lenggok menggerakkan tubuhnya sesuai irama yang berdendang, dia menari seorang diri, menikmati musik yang tengah diputar oleh Disk Jockey di atas sana.

Terus dia menari dengan sesuka hatinya dengan mata yang setengah terpejam, tak menyadari sepasang mata yang memperhatikan dia, seseorang dengan sebuah gelas di tangannya, seorang yang menyerigai senang menikmati pemandangan yang ada.

Setelah menaruh gelas yang berisi martini tersebut, ia lalu berjalan ke lantai dansa. Dengan percaya diri yang tinggi ia hampiri seorang yang menari sendirian tadi, ikut menari bersamanya dengan tangan yang mulai menggerayangi tubuh seorang yang menari sendirian tadi, Lee Donghae.

Donghae menatap tak suka tangan usil yang menghinggapi pinggulnya, dengan perlahan juga lembut ia singkirkan tangan itu, juga serangan-serangan lain yang dilancarkan seorang yang dengan lancangnya mendaratkan tangan nistanya di tubuh Donghae, yang selalu dihindari Donghae dengan tidak menghentikan tariannya mengikuti musik.

“Maaf,” di sela-sela musik yang mengalun ia berucap, Donghae tak suka dengan perlakuan yang di dapatnya dari orang asing yang seenak jidatnya meraba-raba dirinya. “Siapa namamu?” sahut orang itu, pada Donghae yang lalu memandanganya dari bawah hingga atas dengan tatapan menyelidik.

‘Tampan, sepertinya orang kaya,’ nilai Donghae, namun ia tidak menyahut si pemuda tampan, Donghae memilih untuk menjauh darinya, yang diikuti oleh seorang yang tadi bertanya perihal namanya. Donghae hendak keluar dari club malam, namun terlambat ketika telah berada di depan pintu keluar, karena dua orang berbadan tinggi besar menghalangi langkahnya setelah mendengar suara jentikan jari dari seorang yang di belakangnya, Donghae menoleh ingin tahu siapa gerangan yang tidak menginginkan kepergiannya, orang yang menanyakan namanya tadi dengan senyum tampannya mendekati Donghae, dia yang telah menjentikkan jarinya tadi.

“Boleh kuantar?” tawarnya, pada Donghae yang menyipitkan mata tak suka, tapi mau tak mau ia harus menerimanya jika ingin keluar dari tempat ini.

Donghae mengangguk juga tersenyum, digandengnya lengan pemuda tampan dan kaya itu sembari keluar club, “perkenalkan, aku Choi Siwon, siapa namamu?” lagi ia mengajak Donghae berkenalan, Donghae membalas uluran tangan Siwon, “Lee Donghae.”

Setelah keluar dari club itu, Donghae melepas gandengannya. Siwon menuju mobilnya, membukakan pintu mobil untuk Donghae, namun apa mau dikata ketika Donghae malah melewati dia, dia malah menuju mobil yang ada di sebelah mobil Siwon.

Seorang dari dalam mobil keluar dari pintu kemudi, seorang pemuda yang tak kalah tampan dari Siwon, seorang pemuda yang dihadiahi Donghae dengan kecupan di pipinya, “maaf, aku ke club sebentar, sudah berapa lama selesai meetingnya?” Donghae berucap dengan manja juga menggandeng lengan si pemuda yang tertawa terhibur akan sikap Donghae yang disukainya, “tidak begitu lama kok, ayo pulang!” ajaknya yang diangguki Donghae dengan senyuman manis yang tersungging di bibir tipisnya, si pemuda tampan yang bisa kita panggil Kibum merangkul Donghae lalu berbalik arah hendak memasuki mobil.

Namun langkah keduanya tidak dapat diteruskan ketika seseorang menarik kerah jas Kibum, memaksa pemuda itu untuk berbalik dan, “serahkan dia padaku!” Siwon mengatakan secara langsung pada Kibum yang tertawa meremehkan lalu menatap Donghae yang tersenyum nyengir pada Kibum.

“Entah kau orang ke berapa yang tergoda padanya, tapi dia milikku jadi aku tidak akan menyerahkan dia pada seorangpun, termasuk dirimu.” Kibum menjawab dengan tenang juga tersenyum, “ayo sayang, kita pulang.” Ajaknya lagi pada Donghae yang tersenyum padanya.

“Aku akan membayar berapapun asal kau serahkan dia padaku!” Siwon mengajak Kibum bernegoisasi, yang disambut dengusan Donghae yang tidak terima jika harus diperlakukan seperti barang dagangan.

Kibum berbalik, tersenyum menatap Donghae yang mengerucutkan bibirnya, “kau menggodanya hhm?” Kibum bertanya pada Donghae yang dijwab gelengan kuat, “aku tak pernah menggoda siapapun! Dia saja yang mendekatiku!” elak Donghae memandang sengit Siwon.

“Kau dengar sendiri? Dia tidak menginginkanmu, jadi berhenti mengganggunya!” ancam Kibum serius pada Siwon yang mengangkat sebelah alisnya lalu pergi, memasuki mobilnya, membuat Kibum dan Donghae berbalik menuju mobil mereka.

Mobil yang ditumpangi Kibum dan Donghae berhenti di depan salah satu gedung apartement elit di ibukota Korea Selatan, Donghae langsung saja keluar dari mobil, Kibum ingin mengikutinya namun terhenti begitu saja ketika dilihatnya dari kaca spion, sebuah mobil lain tampak mengintainya.

Kibum menatap kaca spionnya dan Donghae bergantian, sesaat kemudian dia keluar dari mobilnya tanpa menoleh ke belakang, seolah-oleh tidak mengetahui apapun. Kibum menyamai langkahnya dengan Donghae, tak lupa memeluk pinggul pemuda yang telah lama menjadi kekasih hatinya tersebut, Donghae menoleh dengan senyuman juga balas memeluk Kibum sebelum memasuki lift.

“Ayo tidur!” Donghae mengajak setelah menguap beberapa kali, ia saat ini sedang menonton TV dengan Kibum yang berbaring pada pahanya, sedang bermain PSP.

“Sebentar lagi!” Kibum menyahut tanpa memandang Donghae yang merengut, beberapa menit berlalu namun Kibum belum juga menghentikan game yang tengah dimainkannya, membuat Donghae akhirnya tertidur dengan kepala yang ia sandarkan pada punggung sofa.

Kibum mempause gamenya, menatap Donghae yang tertidur dengan dengkuran halus yang keluar dari mulutnya, pemuda tampan itu lalu bangkit, terduduk di samping Donghae lalu mengambil ponselnya, hendak menghubungi seseorang.

“Kau tahu dia?”

“…”

“Yang menghalangiku dengan Donghae tadi?”

“…”

“Beri dia pelajaran!”

“…”

Kibum menutup sambungan telephone setelah mendapat kepastian dari salah seorang anak buahnya, dia tidak suka jika ada orang lain yang hendak merebut miliknya, dan ia menebak jika Siwon hendak merebut Donghae darinya.

Beberapa hari kemudian …

Donghae membuka kulkas, matanya menyapu isi kulkas mencari apapun yang dapat dimakan sebagai kudapan ringan, namun tak ada. “Hah!” Donghae menghela keras, ia lalu berjalan menuju kamarnya untuk mengambil jaket dan dompet, ia ingin pergi ke mini market yang ada di dekat apartementnya.

Donghae menelusuri rak-rak yang ada di mini market, tangannya mengambil barang-barang yang akan ia dan Kibum butuhkan nanti seperti camilan ataupun perlengkapan mandi. Donghae berjalan menuju kasir dengan mendorong kereta belanjaannya, saat itulah ia melihat kumpulan buah-buahan, dihampirinya daerah itu untuk membeli jeruk dan apel.

Dengan siulan yang mengalun dari bibirnya, Donghae berjalan riang dengan dua buah kantung plastik yang ada di kiri dan kanan tubuhnya menuju apartement. Namun langkahnya terhenti ketika dilihatnya dua orang berbadan tegap, tinggi, dan besar menghadang langkahnya. Donghae menelan saliva, ia berancang-ancang lari namun dua orang yang sepertinya preman itu keburu mengepung Donghae.

Donghae melepaskan kedua kantung belanjaannya, beruntung Kibum pernah mengajarinya ilmu beladiri sekedar untuk mempertahankan diri. Namun, Donghae tidak cukup kuat untuk melawan dua orang yang bertubuh lebih besar darinya, jalan terakhir adalah lari. Sekali lagi, Donghae merasa beruntung karena di masa mudanya ia begitu gemar bermain sepak bola, membuatnya dapat berlari dengan maksimal.

Tap tap tap

“Sial!” Donghae merutuk ketika dua orang itu berada tidak jauh di belakangnya, mereka tidak menyerah untuk mendapatkan Donghae. Dengan langkah yang masih terus berlari, Donghae mengambil ponselnya, mengetikkan berberapa digit angka yang telah ia hafal, Kibum tidak mengangkat telephonenya. Donghae kembali merutuk, ia lalu mengetikkan pesan pada Kibum, berharap pemuda itu akan membacanya segera dan menolongnya.

Donghae terus berlari tanpa arah hingga langkahnya terhenti dengan sendirinya, ketika ia kembali di hadang, bedanya kali ini hanya ada satu orang juga sebuah mobil. Orang itu berbalik, ketika Donghae melihatnya ia kembali menelan saliva dengan susah payah, “h…hai!” Donghae menyapa Siwon dengan cengiran tak berdosanya, disambut Siwon yang menyerigai padanya, takut Donghae rasakan ketika melihat seringai pemuda tampan yang pernah ia tolak tersebut.

“Wajahmu kenapa?” Donghae bertanya, pada Siwon yang menunjuk wajahnya yang terdapat beberapa luka lebam di wajah rupawan tersebut.

“Tidak perlu pura-pura tidak tahu!” Sahut Siwon membuatDonghae kebingungan.

“Tangkap dia!” dan seketika lengan Donghae diapit oleh dua orang yang mengejarnya tadi, Donghae berontak namun,

DUAAGHH!

Kepalanya terlebih dahulu dipukul sebuah pemukul baseball, membuatnya kehilangan kesadaran.

Flash Back END

“Ayo kita pergi!” dengan sigap Kibum mengambil pakaian Donghae dan memakaikannya pada dia yang masih menangis sesegukan, “hei! Berhenti menangis, aku tidak menyalahkanmu, sama sekali.” Kibum hibur dia dengan senyum menawan, Donghae melihat itu dengan mata sembabnya, menggeleng lemah seraya menyahut, “pergilah! Selamatkan dirimu sebelum polisi datang!”

“Apa yang kau ucapkan? Kita pergi bersama!” Kibum bersikeras, memakaikan pakaian ke tubuh Donghae dengan paksa lalu menariknya namun, Donghae tak bergeming.

“Dia sudah mati, polisi pasti akan mengusut kasus ini. Jika kita pergi berdua, pastilah polisi akan mencari siapa pelakunya. Aku sudah terlalu malu untuk bersamamu, kupikir penjara adalah tempat yang pantas untukku.” Donghae berucap panjang lebar dengan wajah kusutnya, Kibum terenyuh namun, bukan saatnya menuruti permintaan Donghae. Ia raih kedua pundak Donghae, meremasnya agar Donghae menatapnya, tapi Donghae tidak mau, pemuda manis itu tidak mau berubah pikiran jika menatap mata Kibum, ia tidak sanggup.

“Lee Donghae, tatap mataku!”

“Kau harus mendengar penjelasanku dulu!”

“DONGHAE!” seketika Donghae menatap Kibum yang mengatur nafasnya, “baik, jika itu yang kau inginkan!” Tanpa menunggu tanggapan Donghae, Kibum lalu berlari, seorang diri, meninggalkan Donghae yang kini menangis dalam diam, Kibum memang selalu menuruti keinginannya tanpa kecuali, pikir Donghae yang pasrah akan nasib yang membawanya ke dalam jeruji besi setelah ini.

Tap tap tap

Kibum terus berlari di setiap lorong villa mewah milik Siwon, berlari menuju pintu keluar.  Langkahnya terhenti ketika melihat anak buah Siwon yang telah ia binasakan dengan bermodalkan pistol sebelumnya, Kibum lalu seret dengan susah payah salah satu diantara mereka ke dalam kamar yang baru saja dia tinggalkan.

Donghae menghapus air matanya kasar ketika Kibum kembali, membawa seorang yang telah teronggok tak bernyawa. Kibum baringkan seorang yang baru saja dibawanya ke posisi yang tidak jauh dari mayat Siwon. Kibum pasangkan pistol pada kedua tangan Siwon juga anak buahnya, seolah-olah keduanya mati karena tembak-menembak.

“Ayo!” Kibum kembali menarik tangan Donghae yang masih syok akan tindakan Kibum, “Bummie…” ucapnya tidak percaya. Kibum tersenyum padanya, “kau tahu sebesar apa ukuran cinta? Sebesar perjuangan kita untuk mempertahankannya, dan inilah perjuanganku mempertahankanmu!”

Donghae menggeleng-gelengkan kepalanya juga tidak mau beranjak dari tempatnya ketika Kibum yang terus menarik-narik tangannya, membuat Kibum gemas akan tingkah kekasihnya ini.

“Aku takut!” Donghae mengutarakan alasannya ketika Kibum yang hendak membuka suara, Kibum mencoba bersabar dan membujuk Donghae untuk yang ke sekian kali.

“Jika aku tidak mengambil penerbangan untuk sampai kesini, kau dan aku tidak akan bertemu.” Ucapnya pada Donghae yang menatap mata Kibum meminta kepastian, Donghae lalu mengangguk disambut senyuman Kibum, keduanya kemudian bersama-sama memasuki pesawat yang akan membawa mereka pergi dari Korea, pesawat yang akan membawa keduanya pada kehidupan yang baru.

~ The Final ~

Krik… krik…

Saya tidak tahu feelnya seperti apa, hanya saja saya bingung setelah lama tidak menulis, ketika kembali menulis ficlet “KiHae with Member” yang kali ini adalah Siwon, kenapa Siwon (atau Kibum?) jadi antagonis ya? LOL, padahal tiga sebelumnya (Sungmin, Eunhyuk, Kyuhyun) tidak ada konflik yang gimana-gimana, tidak ada yang jahat. Mungkin karena diantara semua member SJ, yang paling sering saya bully itu adalah Mr. Choi, lalu Prince of Tears dan Evil Magnae menyusul di tempat kedua dan ketiga, #apa hubungannya?

Sepertinya saya tidak perlu menjelaskan apa yang Kibum lakukan pada Siwon hingga membuatnya menculik Donghae, juga apa yang terjadi di antara Donghae dan Siwon setelahnya, bisa ditebak bukan?

Bagaimana menurut anda?

Related Post :

Other Post :

Kait kata : KiHae Couple, KiHae fanfic, Cerita Cinta KiHae, Kibum Donghae FF, Kibum top Hae bottom, Nazimah Elfish, pernikahan tanpa cinta, ff KiHae, Super Junior Indonesian Fanfiction, drabble ficlet romance, kihae ff terbaru, kihae boyslove genderswitch, boyxboy, hae as the girl, canon, general, yaoi, shoneun-ai, imagination

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 6 Agustus 2013, in Drabble and Oneshoot, Fanfiction and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. kibum sadis.y kerenn..
    ‘He is Mine’ yeah kibum hae emang milik mu..

    Suka

  1. Ping-balik: [Ficlet] KiHae | Nazimah Agustina

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: