[Fanfic] Time Trouble Chapter 3

time trouble cover fanfiction good romance fantasy family drama kibum donghae kyuhyun eunhyuk heechul siwon hangeng

Sebelumnya …

Alarm yang berasal dari ponsel Kibum mengganggu aktivitas keduanya yang mulai memanas di cerahnya mentari pagi yang merasuki celah-celah jendela kamar, mengingatkan Kibum pada pekerjaan yang harus ia kerjakan dengan tanggung jawab penuh. Dengan enggan Kibum akhiri cumbuannya pada Donghae yang telah memasuki kawasan dada tersebut, yang disambut dengan rengekan Donghae yang Kibum tanggapi dengan kecupan singkat pada pipi wanita itu.

“Aku harus segera bersiap!” Kibum memberitahu, ketika lelaki itu hendak beranjak dari ranjang, lengannya dicegat oleh Donghae yang ingin mengutarakan seuatu.

“Ada apa?” lantas Kibum bertanya pada Donghae yang tidak tahu harus memulai dari mana.

Title : Trouble of Time / Time Trouble

Author : Nazimah Agustina / Nazimah Elfish

Main Pair : Romance!KiHae (KibumxDonghae), BestFriend!EunHae (EunhyukxDonghae)

Other pair : SiHyuk/WonHyuk (SiwonxEunhyuk), HanChul (HangengxHeechul), KangTeuk (KanginxLeeteuk), GengHae (HangengxDonghae)

Cast : Lee Donghae, Kim Kibum, Lee Hyukjae, Kim Ryeowook, and Cho Kyuhyun, Kim Heechul, Tan Hangeng, Shim Changmin

Rating : Kids – Teen

Genre : Romance, Family, Fantasy, Hurt, Mystery, and Friendship

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Summary : Pernahkan kau berpikir akan melewatkan tujuh belas tahun hidupmu?

Warning : Gender switch! Don’t like? Don’t read.

~~ Chapter 3 ~~

 

“Tidak ada!” Donghae menyahut lalu tersenyum, pada Kibum yang mengangkat sebelah alisnya kemudian mengacak rambutnya sebentar, setelah itu dia beranjak menuju kamar mandi meninggalkan Donghae yang termenung, kebingungan.

Dia meraba leher dan dada, terasa perih karena gigitan yang dilakukan Kibum tadi. Donghae dengan ekspresi bingungnya menepuk-nepuk pipinya sendiri, “aku bercumbu dengannya?” menatap pintu kamar mandi yang berisi Kibum di dalamnya.

“Aku pasti sudah gila!”

“Ini tidak mungkin terjadi!”

“Tapi, bagaimana?” Donghae bermonolog dengan frustasi, rambutnya ia acak-acak karena tidak percaya dengan apa yang ia lakukan tadi, bercumbu? Dengan Kim Kibum? Donghae menutup wajahnya malu.

Ceklek

Tidak terasa Kibum telah selesai dengan ritual mandinya, sedang Donghae masih setia terduduk di atas kasur dan Donghae merutuk, ‘pemandangan itu lagi!’ batin Donghae meringis melihat tubuh bagian atas Kibum yang telanjang, belum lagi rambut cepak yang basah itu, godaan yang begitu menggoda.

Donghae memalingkan wajah seraya memejamkan kedua matanya, mengeyahkan pikiran-pikiran kotor yang tiba-tiba saja merasuki otaknya. Kibum menyerigai melihat tingkah Donghae, “kenapa tidak memakai jubah mandi huh?” Donghae bertanya dalam ketus, secara iseng Kibum menyeletuk, “memangnya kenapa? Bukankah kau menyukainya hhm? Tidak perlu membuang muka seperti itu!” setelahnya tertawa sambil menatap cermin, sekaligus menatap Donghae yang masih setia memalingkan wajahnya dari dalam cermin.

“Aku sudah memberitahu anak-anak soal kepergianku hari ini, dan aku juga tidak sempat sarapan karena akan membuatku terlambat, jaga dirimu dan anak-anak dengan baik eoh?” Ujar Kibum sembari mempersiapkan dirinya untuk segera pergi, ada rasa kecewa juga karena Donghae tidak tergerak memasangkan dasi seperti biasanya hingga akhirnya Kibum yang harus meminta, “maukah kau memilihkan dasi yang cocok untukku?” pada Donghae yang menunjuk dirinya sendiri, Kibum mengangguk juga tersenyum.

Donghae lalu beranjak dari kasur, dirinya dihadapkan belasan dasi dan dia disuruh memilih salah satu dari sekian banyaknya dasi. Donghae menatap penampilan Kibum seksama dan dasi-dasi itu bergantian, tangannya mulai mencari hingga ditemukannya dasi berwarna merah maroon yang dirasanya cocok dipadukan dengan penampilan Kibum di hari ini.

“Bagaimana dengan yang ini?”

“Seleramu memang bagus, sayang.” Kibum menyambut dengan riang, membuahkan tawa Donghae yang senang karena pujian suaminya ini. Perlahan tangannya tergerak mengalungkan dasi itu pada leher Kibum, memasangnya dengan penuh cekatan. Darisini Kibum dapat melihat wajah serius Donghae ketika memasangkan dasi untuknya. Lagi, kedua pasang mata itu beradu, coklat hazel dan hitam arang itu bertemu, menggetarkan perasaan masing-masing ketika menatap satu sama lain.

“Aaww!” Ringis Kibum ketika lehernya malah tercekik oleh dasi yang dipasangkan Donghae, melepaskan Donghae dari jeratan hipnotis karena memandang Kibum. “Maafkan aku!” sesalnya tersenyum canggung pada Kibum yang menyahut, “tidak apa.” Balas tersenyum sama canggungnya.

“Pagi semua!” Donghae menyapa ceria Ryeowook dan Kyuhyun yang telah terduduk manis di ruang makan.

“Pagi eomma!” keduanya membalas kompak dengan senyum lebar untuk ibu tercinta mereka, meski keduanya harus menelan kecewa karena Donghae tidak mengecup pipi keduanya bergantian seperti biasanya.

“Kenapa kalian diam?” Donghae bertanya pada Ryeowook dan Kyuhyun setelah menduduki tempatnya. Ryeowook dan Kyuhyun saling menatap satu sama lain sebelum kembali menatap Donghae, “eerr eomma, bukannya kalau appa sedang pergi eomma selalu menempati tempat appa?” Ryeowook bertanya pada Donghae yang membulatkan matanya kaget juga, “prrrffthh!” tersedak susu yang tengah diteguknya.

“Ohok! Ohok! Ohok!”

“Eomma maafkan aku! Kau tidak kenapa-kenapakan?” Ryewook dan Kyuhyun reflex menghampiri Donghae, Kyuhyun mengambil tissue dan Ryeowook mengambilkan air putih yang langsung saja disambut oleh Donghae.

“Eomma, maaf, aku tidak bermaksud-“

“Tidak apa-apa kok sayang! Aku hanya ingin duduk di tempat biasa aku duduk saja!” Donghae menyela sekaligus berkilah atas kecurigaan kedua anak itu, Ryeowook tersenyum percaya pada Donghae namun tidak pada Kyuhyun yang menautkan kedua alisnya.

“Kalian tidak sekolah hari ini?” Donghae bertanya d sela-sela makan keduanya.

“Hari ini libur, seperti biasa aku ada kursus musik hari ini.” Ryeowook menyahut, belum sempat Donghae bertanya pada Kyuhyun, anak laki-laki berambut coklat itu sudah berujar, “hali ini Minnie main ke lumah!”

“Uhuk! Uhuk! Uhuk!” kali ini Ryeowook yang tersedak makanan, cepat-cepat ia meminum air putih lalu menanggapi, “monster makanan itu akan ke rumah ini lagi? Kenakalan apa lagi yang akan kalian lakukan hah?” pada Kyuhyun yang menatap galak kakak perempuannya itu.

“Eomma, bolehkan Minnie main sama Kyunnie? Boleh ya? Ya ya ya?” pinta Kyuhyun pada Donghae yang kembali diliputi kebingungan, ‘siapa Minnie?’ batinnya.

“Eomma lupa apa yang dua setan kecil itu lakukan pada dapur rumah ini? Hampir kebakaran!” Ryeowook mengingatkan Donghae atas kenakalan yang pernah dilakukan Kyuhyun dan Changmin pada dapur mereka yang merupakan tempat favorit Ryeowook.

“Apa? kebakaran?” Donghae terkejut mendengarnya, ia tidak menyangka jika dua orang anak kecil bisa membuat dapur hampir terbakar. Donghae ingin menolak permintaan si bungsu, namun tidak tega dengan putranya yang merengek dan terus merengek hingga akhirnya mengalah, “baiklah.” Pada Kyuhyun yang seketika ceria mendengarnya.

“EOMMA!” Rajuk Ryeowook tidak terima, “sudahlah, lebih baik kau segera pergi ke tempat kursusmu itu.” Donghae mengakhiri perbincangan mereka dengan segera meninggalkan keduanya di meja makan.

“Kau merasa ada yang aneh pada eomma, Kyunnie?” bisiknya pada Kyuhyun yang lalu menatap kepergian Donghae, anak itu diam sebelum menjawab, “Tidak!” dengan ceria pada Ryeowook yang mendengus kesal juga mengambil tasnya dan pergi menuju tempat kursus dia.

Donghae menekan-nekan tombol ponselnya dengan panik dan menempelkannya pada sisi wajahnya, dia menunggu hingga panggilannya terangkat.

“Hyukkie, kau harus memberitahuku semua tentang Ryeowook dan Kyuhyun!” ujarnya to the point ketika panggilan itu diangkat.

“Heh? Kaukan ibunya! Pasti kau yang lebih tahu!” Eunhyuk menyahut kesal pada Donghae yang menggeram, “kau lupa kalau aku tidak mengingat  mereka?” pada Eunhyuk yang menanggapi, “iya juga ya?”

“Aku tunggu kedatanganmu jam 10!” dengan kesal Donghae memerintah Eunhyuk yang tidak terima, diputuskannya secara pihak telephone itu yang membuat Eunhyuk kebingungan akan sikap Donghae yang sudah benar-benar aneh.

“Ada apa dengan dia sebenarnya?” Eunhyuk bertanya pada ponsel yang masih berada di genggamannya, “jika benar hilang ingatan, dia lupa dengan pernikahannya saja? tidak dengan kehidupannya saat masih sekolah dulu?” tebaknya yang lalu ia beranjak untuk bersiap-siap ke rumah Donghae.

Tok! Tok! Tok!

Ceklek

“Selamat pagi ahjumma!” Changmin menyapa Donghae dengan begitu sopan dan ramah, dibungkukkannya badan sebagai bentuk penghormatan pada Donghae yang merasa tersanjung, ‘sopan sekali anak ini!’ nilainya menatap kagum Changmin yang tersenyum dengan manisnya, “Kyuhyun ada?”

“Kamu yang namanya Minnie?” Changmin mengangguk dalam senyum yang setia terpatri di wajahnya meski, agak bingung dengan pertanyaan Donghae.

“Ada di dalam!” setelahnya Donghae dan Changmin bersama-sama memasuki rumah, disambut Kyuhuyun yang ceria, kedua anak laki-laki itu tampak mengobrol dengan diselingi bisikan dan tertawa.

“Aku dan Minnie pelgi ke belakang dulu ya eomma!” teriak Kyuhyun yang sudah berlari bersama Changmin, Donghae manggut-manggut saja karena ia memang tidak tahu kebiasaan dua anak itu ketika bersama.

Donghae menghela nafas setelah terduduk pada sofa sembari mengetuk-ngetukkan jemarinya pada meja kaca, ia berpikir bagaimana mungkin ia bisa berada di waktu sekarang, menikah bahkan memiliki anak, “apa aku berada di masa depan? Masa depanku?” gumamnya, “masa depanku? Kim Kibum?” lanjutnya menggaruk belakang kepalanya.

“Aarrghht!” ia menggeram dengan kesal karena tidak mengingat apapun, “apa dikatakan Eunhyuk benar? Kepalaku terbentur lalu aku kehilangan sebagian ingatanku?”

“Kenakalan Kyuhyun membuat otakku bergeser?” berbagai kemungkinan ia ucapkan dengan tidak yakin, jika benar dia hilang ingatan, berarti hanya kehidupan setelah menikah yang dilupakannya.

Tok! Tok! Tok!

“Pasti Eunhyuk!” girang Donghae ketika pintu kembali diketuk, cepat-cepat ia menghampiri pintu, membukanya yang manampakkan Eunhyuk yang menyapa, “selamat pagi!” pada Donghae.

Donghae tarik Eunhyuk dan membawanya ke ruang tengah, “pelan-pelan, kau menyakiti tanganku!” protesnya yang tidak dihiraukan Donghae.

“Jadi?”

“Apanya?” Donghae lalu menatap malas Eunhyuk yang malah mengeluarkan tempat bedak dari dalam tas tangannya, bercermin dengan menampakkan gummy smilenya.

“Lee Hyukjae!”

“Iya, iya, apa Lee Donghae?”

“Beritahu aku tentang dua anak itu.” Donghae kembali meminta, pada Eunhyuk dengan tatapan memelasnya. Eunhyuk menghela nafas kemudian mengambil salah satu photo keluarga yang ada di atas meja.

Eunhyuk tersenyum pada Donghae lalu sama-sama keduanya menatap photo itu, “ini photo pernikahanmu dengan Kibum, sedangkan yang ada di gendongan Leeteuk imo ini adalah Ryewook.”

“Heh? Ryeowook bukan anak kandungku?” Donghae langsung menanggapi pernyataan Eunhyuk, Eunhyuk terdiam sebelum menjawab dengan pelan, “kau menikah setelah melahirkan.”

“APA??!!” teriaknya kaget yang memekakkan telinga Eunhyuk, yang diantisipasi oleh wanita Choi dengan menutup kedua telinganya dengan telapak tangan.

“Pelankan suaramu, Kim Donghae!”

“Tapi, tapi ini benar-benar diluar dugaanku Hyukkie! Aku tidak mungkin punya anak diluar nikah! Tidak mungkin!” Donghae menyahut frustasi meski telah menurunkan intonasi suaranya.

“Tapi itu kenyataannya! Appamu baru merestui hubungan kalian setelah Ryeowook yang hadir di tengah-tengah kalian, kau masih ingat jika keluarga Lee dan Kim bermusuhan bukan?” Eunhyuk mencoba menceritakan masa lalu, cerita yang sebenarnya telah ditutup rapat-rapat, cerita yang menjadi catatan hitam di antara dua keluarga.

Donghae mengangguk, “aku ingat, itu juga yang membuatku begitu membenci Kibum dulu, tapi bagaimana bisa kami menjalin hubungan sedangkan kami saling membully satu sama lain?”

“Mana kutahu!” Eunhyuk menjawab enteng, ia lalu mengambil gelas minuman yang telah disediakan pelayan dan matanya menyipit, memperhatikan tanda kemerahan yang terdapat di leher Donghae.

“Apa yang kau lihat?” Donghae menyadari pandangan Eunhyuk yang begitu intens padanya, disambut cekikikan Eunhyuk yang lalu menyeletuk, “kau tetap seperti dulu, munafik!”

“Maksudmu?”

“Dulu kau bilang tidak mungkin memiliki hubungan apa-apa dengan Kibum, tapi nyatanya kau hamil, menghebohkan semua orang, apalagi kau hamil bersama Kibum, kau hampir dibunuh oleh Kangin samchon!”

“Benarkah?”

“Dan kemarin kau mengatakan kau tidak pernah mencintai Kibum, lalu kissmark itu apa eoh?” lagi, Eunhyuk menyindir Donghae meski tidak benar-benar serius dengan kata ‘munafik’ yang ia lontarkan pada Donghae, mereka bersahabat ingat?

“Bocah Kim itu benar-benar meruntuhkan kehormatan keluarga kita dulu, kau tahu? Appamu sudah mencarikanmu lelaki yang mau menikah denganmu, bahkan kau sudah akan menikah. Lalu Kibum datang bak pahlawan kesiangan, membeberkan semuanya, membawamu lari, seperti cerita dalam drama.” Agak kesal Eunhyuk menceritakannya, benar-benar kesal dengan Kibum yang dengan entengnya mengatakan jika benih yang dikandung Donghae adalah benihnya, didepan keluarga calon besan keluarga Lee, sungguh memalukan.

“Appa pasti benar-benar hendak membunuhku!” Donghae menanggapi dengan ngeri, meski dia tidak benar-benar mempercayai cerita Eunhyuk, apa kehidupannya benar-benar seperti drama?

“Memang!” Eunhyuk menanggapi dengan tawa tertahan, semakin menimbulkan kecurigaan Donghae yang lalu bertanya, “kau berbohong?”

“Tidak!”

“katakan!”

“Tapi itu kenyataannya!” Donghae semakin memojokkan Eunhyuk, di detik lain, “Ahahahahahha, hentikan!” digelitikinya pinggang Eunhyuk sembari terus berkata, “Katakan yang sebenarnya atau tetap akan begini!” berulang-ulang hingga Eunhyuk yang sudah tidak sanggup untuk tertawa, “iya, iya  iya, itu ahahahah, tidak ahah, semuanya hah benar!” ia mengaku dengan susah payah di sela tawa, menghentikan tangan jahil Donghae yang lalu menggerutu juga tangan yang terlipat di depan dada.

“Kubilang juga apa, mana mungkin kehidupanku sekonyol itu! Aku tidak mungkin hamil diluar nikah!”

“Tapi aku tidak bercanda soal itu! Kau benar-benar menikah setelah melahirkan!” Eunhyuk mengelak, namun Donghae tidak menanggapi, memaksa eunhyuk untuk kembali bersuara.

“Kalau tidak percaya, tanyakan saja pada Kibum! Kalian menikah baru sembilan tahun, sedangkan Ryeowook sudah berusia sebelas tahun!” Donghae seketika menoleh dengan kedua alis yang terangkat, “itu benar-benar dia?” menunjuk photo pernikahan dan Eunhyuk mengangguk menyetujui.

“Jangan sampai dia tahu hal ini, dia masih terlalu kecil untuk tahu kenyataan yang sebenarnya.” Dengan memelankan suaranya Eunhyuk mengingatkan Donghae yang hanya bisa mengangguk patuh.

“Yang benar?”

“Benar! Tanyakan saja dengan Kibum, bilang saja kau lupa umur pernikahan kalian!” Eunhyuk menantang Donghae yang hanya bisa bungkam mendengarnya, “dia sedang pergi.” Jawabnya, Eunhyuk memperhatikan sekitar, “jadi saat ini hanya ada kau dan aku di rumah ini?”

“Tidak, aku bersama Kyuhyun dengan temannya.”

“Siapa?”

“Changmin.”

“Prrfftth!” Eunhyuk seketika tersedak dari minumannya, menatap horror Donghae yang hanya bisa mengangkat sebelah aslisnya, “kau kenapa? Seperti mendengar anakku bermain dengan hantu saja!” hei! Bahkan dia telah mengakui Kyuhyun sebagai anaknya?

“Satu yang kau harus ingat : Kyuhyun dan Changmin tidak boleh dibiarkan berdua terlalu lama! Mereka bisa melakukan sesuatu yang tidak terduga!” Eunhyuk mengatakannya dengan panik, yang menurut Donghae sikap Eunhyuk ini berlebihan. Bagaimana tidak? Changmin sepertinya anak yang sopan dan tidak ‘macam-macam’ menurut Donghae, lagipula Kyuhyun belum menunjukkan ‘tanduknya’ selama Donghae berada di rumah ini, wajar jika Donghae tidak begitu menanggapi peringatan Ryeowook dan Eunhyuk.

“Dimana mereka?” Eunhyuk berdiri dari duduknya, Donghae mengikuti lalu menjawab, “di belakang!”

“Ayo kita kesana!” ajak Eunhyuk berganti menarik lengan Donghae yang hanya bisa mengikuti lamgkahnya dengan malas.

“Ayolah Hyukkie! Mereka tidak mungkin melakukan hal-hal yang begitu aneh!” Donghae coba menenangkan Eunhyuk yang sepertinya tidak terpengaruh.

“Apa yang kalian berdua lakukan huh?” Eunhyuk berkacak pinggang, menatap galak dua anak laki-laki yang sama-sama menyembunyikan kedua tangan di balik tubuh mereka.

“kalian menyembunyikan apa?” Donghae yang penasaran dengan gelagat aneh keduanyapun bertanya, kedua anak itu menggeleng-gelengkan kepalanya kuat, semakin menambah kecurigaan dua orang dewasa di depannya.

“Kyunnie, itu apa sayang?” Lebih lembut Donghae berucap, membujuk si bungsu dengan senyum manis yang tersemat pada bibirnya, beberapa saat Kyuhyun tidak bergerak, menatap Donghae yang masih setia dengan lengkungan indah di bibirnya, “perlihatkan pada eomma sayang.”

Eunhyuk melongo mendengarnya, namun ia tersenyum ketika menyadari jika meskipun Donghae tidak mengingat Kyuhyun, namun naluri seorang ibu tidak ada yang bisa menyangkalnya.

Kyuhyunpun luluh, mulai menunjukkan tangannya, Eunhyuk mendekati ketiganya karena penasaran.

“Eomma, maaf.”

~~ To Be Continue ~~

Bocoran chap depan :

Dia bukanlah Kim Kibum yang kukenal.| Dia sudah berubah, sadarlah!| Kau sama sekali tidak sakit?| Aku tidak pernah hilang ingatan, benarkan?| Peramal itu? Kau mengingatnya?| Kau masih menyukainya?| Apa salahku Tuhan?| Aku tidak akan melupakannya!| Tapi kau harus melakukan itu!|

Oke, chap 3 meleset dari perkiraanku sebelumnya, di chap ini awalnya aku ingin menonjolkan sisi masa lalu Donghae, yang muncul malah family HaeKyuWook dan friendship EunHae, untuk sisi family mengingatkanku pada EvilKyu atau EvilBum yang belum tahu kabar beritanya, LOL. Dan sepertinya aku lagi senang saat menulis ini, bawannya pengen senyum mulu entah FFnya lucu atau kadar kewarasanku yang patut dipertanyakan.

Bagaimana menurutmu??

Related Post :

Other Post :

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 12 Agustus 2013, in Trouble of Time and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. ternyata aku salah baca ya 😂 yg sebelumnya itu chap 4 bahahaha tapi suka2~ lnjut baca dari awal ah hahaha

    Suka

  2. Pffftt ternyata aku salah baca ya, yg sebelumnya itu chap 4 bahahaha tapi suka2~ lnjut baca dari awal ah hahaha

    Suka

  3. Buahahahahahaha bener kata Hyuk, kalo Hae itu muna. LMAO. Lucuk aja dia nggak inget apa2 tp iya iya aja digrepe Kibum, and I’m the happiest shipper bacanya :’))))

    Kacaoooo nih Kyu sm Changmin abis ngapain tuh… perlu antisipasi chap depan deh >___<

    Kereeen suka suka suka… oia jadi inget yg EvilKyu dan EvilBum itu sih bener, kapan lanjut tuh salah satu fave sayah !!^^

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: