[Ficlet] Kibum’s Bad Day

Kihae cover fanfic indonesian super junior

PLAK!

PLAK!

PLAK!

Dia meringis tertahan ketika pukulan mendarat di kepalanya tiga kali berturut-turut, beberapa makianpun ditujukan padanya yang tengah menunduk pasrah, tidak berniat membalas perkataan sutradara yang tengah memarahi salah seorang artisnya.

“Kau beruntung drama ini akan selesai dalam beberapa episode lagi, jika tidak aku pasti akan mengganti peranmu dengan orang lain!” hardiknya lalu berlalu dari hadapan si artis yang hanya mengangguk.

Kibum menghela setelah kepergian sang sutradara, dia memang bersalah telah meninggalkan lokasi shooting semalam tanpa izin.

Title : Kibum’s Bad Day

Author : Nazimah Agustina

Cast : Kim Kibum, Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Kim Ryeowook, and other Super Junior Members

Pair : KIHAE (Kibum and Donghae)

Rating : Kids

Genre : Mystery, Friendship, and Fluff

Summary : Hari ini benar-benar hari yang buruk bagi seorang Super Junior Kibum!

Warning! : KIHAE COUPLE! Canon! Boyslove! Super Junior Fanfic! Don’t like, don’t read.


 

Flash back

Dia berjalan menuju tempat duduk, disambut dengan penata rias juga kru yang memberikannya air mineral.

“Terima kasih!” ungkapnya lalu menenggak botol bening tersebut, namun ponselnya bergetar. Kibum lihat siapa yang menghubunginya, private number. Kibum menyernyit, ia abaikan telephone tersebut tapi ponselnya bergetar untuk yang kedua kali, private number.

“Halo?”

“Hiks hiks hiks!”

“Hae?”

“Bummie, TOLOOONGG!”

Tuut… tuut… tutt…

Jantung Kibum berpacu dengan sendirinya, belum sampai jantungnya itu berdetak dengan normal ponselnya kembali bergetar, private number, langsung saja Kibum angkat telephone itu.

“Ingin temanmu selamat? Datanglah ke dorm groupmu di lantai 12 dalam waktu 30 menit lagi kau harus sampai, jangan memberitahu apalagi membawa siapapun atau temanmu akan habis di tanganku!”

Tuut… tuut… tuut…

“Ah, orang iseng!” komentar Kibum cuek, ia letakkan ponselnya dan melanjutkan break sejenak hingga ditatapnya lagi si ponsel, ‘itu benar-benar suara Donghae dan dia dalam masalah?’ pikirnya.

‘Dorm 12? Apa dia sendirian di dorm lalu ada perampok yang masuk dan menyekapnya?’

Kibum ambil ponselnya, menelphone Donghae namun tidak diangkat, ia telephone lagi tapi pada panggilan kelima tidak aktif. Kibum mulai cemas, ia hubungi Eunhyuk untuk bertanya dimana mereka. Eunhyuk bilang jika mereka tengah persiapan untuk perform, Kibum menanyakan tentang Donghae namun Eunhyuk bilang dia tidak enak badan lalu memutuskan untuk kembali ke dorm setengah jam yang lalu.

‘Jangan memberitahu apalagi membawa siapapun, atau temanmu akan habis di tanganku!’

Kibum teringat peringatan si penelephone misterius tadi, semakin cemas perasaannya namun ia mengatakan yang sebenarnya juga pada Eunhyuk, “tadi ada private number yang menghubungiku, aku mendengar Donghae menangis dan meminta tolong, sepertinya ia disekap.” Kibum menunggu jawaban Eunhyuk namun dia tidak menedengar apapun.

“Halo? Eunhyuk hyung? Kau disana?” dia periksa ponselnya, baterainya habis.

“Sial!” rutuknya, ia mencoba menikmati istirahatnya kembali namun tidak bisa. Iapun berdiri dari duduknya, berjalan menghampiri sutradara, “maaf.”

“Iya Kibum?” sahut sutradara memandang Kibum sekilas lalu kembali pada kegiatan awalnya.

“Bolehkah aku  pulang duluan? Ini penting!” Kibum meminta, sang sutradara menoleh ke arahnya, menolak mentah-mentah permintaan Kibum meski si Pangeran Es tidak menyerah.

“Kumohon, sekaliiii saja.”

“KUBILANG TIDAK BOLEH YA TIDAK BOLEH!” Kibum terkejut, tentu, ia mengangguk patuh lalu kembali ke tempat semula. Dia berusaha santai, namun tidak bisa, pikiran-pikiran akan Donghae yang dalam bahaya terus menggerayangi otaknya. Pemuda Kim itu menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, “aku ke kamar kecil dulu.” Ujarnya pada si penata rias yang ada di dekatnya lalu pergi.

Dengan langkah mengendap bak pencuri dia berjalan menuju mobil, membukanya pelan lalu memasukinya dengan cepat. “Fiiuuhh!” Kibum menghela lega, cepat-cepat ia menghidupkan mesin mobil lalu tancap gas menuju dorm Super Junior.

“Eh?” Kibum melongo ketika mobilnya berhenti begitu saja di tengah perjalanan, ia periksa persediaan bahan bakar, masih full. Pemuda itu keluar mobil dan memeriksa keempat ban mobilnya satu-persatu.

“Sial!” Kibum umpat ketika menemukan sebatang paku yang membuat ban belakangnya kempes, ia tengok jam yang ada di pergelangan kirinya, 20 menit lagi. Tak ada waktu untuk mengganti ban.

Kibum amati sekitar, sunyi dan senyap. Namun, ia mengenal tempat ini, tidak jauh dari tempat dormnya. Pemuda itu lalu melajukan langkahnya, berlari menembus malam menuju dorm tempat Donghae berada, dalam hatinya ia komat-kamit berdoa semoga berbagai terkaan buruk dalam pikirannya tidak terjadi, hanya ilusi seorang Kim Kibum yang tengah cemas.

“Hakh! Hakh! Hakh!” Kibum menumpukan kedua tangannya pada lutut dengan nafas terengah, ia hampiri lift sembari melihat jam tangannya, sepuluh menit lagi. Ia mengetuk-ngetukkan kakinya pada lantai marmer menunggu pintu lift terbuka namun tidak bisa, semakin lama rasa takutnya semakin menjadi. Memaksa Kibum untuk memcari jalan lain, tangga darurat.

Sempat meragu awalnya, mengingat tangga darurat ini sedang sepi dan gelap. Rasa takut menghantui Kibum yang teringat akan cerita-cerita mistis yang terdapat di dorm terutama saat Mystery 6. ‘Kenapa aku jadi penakut begini sih?’ ia merutuk dalam hati, ‘bukan saatnya untuk takut!’ tekadnya lalu menarik nafas dalam sembari memjamkan matanya lalu mengembuskannya bersamaan dengan matanya yang terbuka, mengangguk mantap kemudian melaju cepat menaiki anak tangga yang tidak sedikit itu mengingat tempat yang ditujunya berada di lantai dua belas.

Seerr!

Kedua kaki Kibum seketika beku, keringat dingin mengucur deras di pelipisnya dengan mata yang membelalak. Bulu roma yang berdiri ketika dirasakannya angin dingin yang menyebabkan langkah Kibum kaku, secara perlahan Kibum berbalik, tak ada apapun.

Kibum amati sekitar dengan mata yang menyelidik liar, sepi. Kibum menghela lalu kembali menaiki anak tangga dengan cepat hingga,

GLUDUK! GLUDUK! GLUDUK! GLUDUK!

“Aaaaauuww!” ringisnya pilu ketika terjatuh, mata Kibum kembali menelisik liar, dia masih sendiri, hanya sendiri. Dengan kekuatan yang masih tersisa, ia berdiri dan kembali melanjutkan langkahnya meski harus menahan sakit juga berpegangan pada sisi tangga dan langkah yang melambat.

Namun itu tidak berlangsung lama, ia kembali mengingat Donghae yang entah seperti apa nasibnya kini, ia lebih memilih untuk mengesampingkan rasa sakit di kakinya dengan cara mempercepat langkahnya sebisa mungkin.

Tap tap tap tap

Kibum masih dengan langkah tertatih, tersenyum ketika telah sampai di lantai 12. Ia percepat langkahnya untuk menggapai pintu dorm. Jantungnya berdegup dengan cepat dan kuat ketika memutar kenop pintu, tidak dikunci.

Kriieet!

Pemandangan yang menyambut Kim setelah pintu terbuka adalah gelap, “H..hae?” panggilnya, tak ada jawaban. Kibum menelusuri tembok untuk mencari saklar, padahal jantungnya masih berdegup dengan kuat selain karena ia yang sehabis berlari menuju ke tempat ini.

Ceklek

“HAPPY BHRITDAY TO YOU!”

“HAPPY BHRITDAY TO YOU!”

“HAPPY BHRITDAY! HAPPY BHRITDAY! ”

“HAPPY BHRITDAY TO YOU!”

“Eh?” Kibum melongo spersekian detik setelah menekan saklar lampu, ketika lampu menyala pemandangan yang dilihatnya adalah para hyungdeul, Kyuhyun, dan manager hyung yang menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuknya, jangan lupakan banner yang terpasang di dinding, pengucapan selamat ulang tahun untuknya.

Di tengah-tengah rombongan muncul Donghae yang membawa kue yang lilinnya berbentuk angka 27 dengan senyum manis yang tercetak di wajah rupawannya, berjalan menghampiri Kibum yang kemudian sadar jika dirinya tengah dikerjai oleh para member Suer Junior dan manager hyung.

“Selamat ulang tahun Kibummie, tiup dong lilinnya, jangan lupa berdoa!” Donghae berujar lembut pada Kibum yang menatapnya dari bawah hingga atas lalu menurut patuh meniup dua buah lilin tersebut, sebelumnya ia menutup kedua mata sejenak untuk mengucapkan permintaannya di pertambahan usia kali ini.

Semua orang yang ada di ruangan yang telah di dekorasi pernak-pernik ulang tahun bertepuk tangan setelah Kibum menipu lilin, “tadi, tadi kau bukannya menangis meminta tolong?” Kibum meski sudah sadar tapi tetap bertanya kejelasan apa yang terjadi sesungguhnya. Donghae tersenyum canggung lalu menunjuk maknae mereka yang lain, “mereka menceritakan cerita seram lalu mengurungku di ruangan gelap agar aku menangis!” pada Kyuhyun dan Ryewook yang terkekeh.

“Lalu telephone tadi? Suara siapa?” Kibum kembali bertanya, Kyuhyun reflex mengeluarkan ponsel dan sapu tangan dari dalam sakunya, menempelkan sapu tangan pada mulut juga ponsel pada telinga, “apa kau mengenal suara ini, Kim Kibum?” ujarnya seraya menatap Kibum, seluruh orang yang ada di ruangan itu terbahak melihat ekspresi Kibum yang lagi-lagi melongo tak percaya.

“Dia memang ahlinya!” Donghae berujar malas lalu Kibum berjalan dengan pincang menghampiri Kyuhyun dan Ryewook.

Pletak!

Pletak!

“Itu sakit!” Kyuhyun dan Ryeowook mengaduh kompak ketika Kibum yang menjitak kepala keduanya, Kibum menyerigai kemudian menimpali, “rasakan kalian!” tiga maknae Super Junior itu lalu membentuk lingkaran dimana mereka berbisik mengenai ide usil yang akan dijalankan berikutnya.

“Bagaimana jika giliran selanjutnya adalah, dia?” Kyuhyun memberi usul seraya menunjuk Yesung yang mencolek kue ulang tahun milik Kibum, Ryeowook mengangguk setuju, “3 hari lagi dia ulang tahun, 24 Agustus!”

“Raja Iblis juga akan kembali dari wajib militer akhir Agustus ini.” Kibum berujar, disambut kekehan dua orang lain, “dia juga harus merasakan jebakan kita, wajib!”

“Apa permintaanmu tadi?” Donghae bertanya menoleh pada Kibum yang tertawa kecil.

“Ada yang lucu?” Kibum menggeleng.

“Haruskah kuberitahu?”

“Tentu saja!” Kibum membuka mulutnya namun kembali menutupnya, “kau akan tertawa mendengar harapanku!”

“Tapi aku ingin tahu!”  Donghae bersikeras, memaksa Kibum yang tertawa sembari melihat kerlap-kerlip bintang yang menghiasi angkasa di gelap gulita, jarum jam sudah menunjukkan pukul satu malam di tanggal 21 Agustus.

“Aku ingin selalu dicintai olehmu.” Donghae terdiam, menatap Kibum bingung, menuntut penjelasan dari Kibum yang tersenyum lembut juga mengacak rambutnya sebentar.

“Aku ingin selalu dicintai olehmu.”

“Ak tidak mengerti!”

“Aku ingin selalu dicintai olehmu, artinya aku ingin hidup abadi di hatimu, aku tidak mau posisiku terganti oleh orang lain, tidak apa kita jarang bertemu asal hati kita selalu bersama dan saling mempercayai.” Donghae tersenyum lalu mengangguk, “kau juga, jangan pernah menggantiku dengan siapapun meski ragamu dekat dengan berbagai macam orang!” Donghae berucap galak pada Kibum yang menyanggupi.

“Janji?”

“janji!”

Flash back END

Kibum tersenyum ketika mengingat kenapa ia yang meninggalkan lokasi shooting tanpa izin semalam karena ingin menyelamatkan Donghae yang ternyata hanya kedok untuk merayakan ulang tahunnya. Ia lalu berbalik, meringis karena lupa keadaan sebelah kakinya yang masih terasa nyeri, beruntung hanya cidera ringan yang akan sembuh dalam hitungan hari.

Pemuda itu kemudian terduduk, meraba sekitar dadanya lalu mengeluarkan sebuah liontin berbandul gembok pemberian Donghae sebagai hadiah ulang tahun, sedangkan liontin berbandul kunci terpasang di leher Donghae.

Hanya kunci yang cocoklah yang dapat membuka sebuah gembok tanpa perlu merusaknya, dua buah benda yang tidak dapat dipakai jika bukan pasangannya. Begitupun dengan mereka, hanya Lee Donghae yang mampu membuka hati dingin Kim Kibum, dan hanya Kibum gembok yang cocok untuk Donghae, yang bisa kita ibaratkan Donghae adalah kunci dari sebuah gembok yang bisa kita umpamakan adalah Kibum.

~ The Final ~

Bagaimana?

Anehkah? Yang jelas, selamat ulang tahun Kim Kibum, semoga semakin lebih baik lagi untuk ke depannya, aamiin.

Related Post :

Other Post :

Kait kata : KiHae Couple, KiHae fanfic, Cerita Cinta KiHae, Kibum Donghae FF, Kibum top Hae bottom, Nazimah Elfish, pernikahan tanpa cinta, ff KiHae, Super Junior Indonesian Fanfiction, drabble ficlet romance, kihae ff terbaru, kihae boyslove genderswitch, boyxboy, hae as the girl, canon, general, yaoi, shoneun-ai, imagination

 

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 21 Agustus 2013, in Drabble and Oneshoot, Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. KiHae always and forever, thanks for sharing this…

    Suka

  2. kasian kibum…tp tak apalah,yg pntngkan perayaan ultahx jg menrk.lgan maknae suju evil bnget.tp pngharapn kibum rmantis amat..

    Suka

  3. Aawww Super Junior members are so sweet biarpun dengan rencana2 evilnya~~kkk. Segitu takutnya Kibum nggak bisa selametin Bebe Hae.. Sampe jatoh gegulingan di tangga hahaha.. Untung Hae manis dan imut lucu juga menawan *imnot bias* jd Kibum gak jitak Hae deh^^

    Anyway.. Happy Birthday to the 1st Super Junior maknae. Long last with HaeHae. Aamiin. :’)

    Suka

  1. Ping-balik: Cover Fanfiction ala Nazimah bagian 2 | Nazimah Agustina

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: