[Ficlet] It’s Not Fantasy!

it's not fantasy cover fanfic

“Hah! Segarnya!”  pemuda itu berucap dalam kelegaan ketika cairan bening mengenai kedua kaki dia.  Kepalanya lalu menoleh ke kiri dan mendapati seorang yang tengah bermain air, hanya seorang diri, seorang gadis.

Pemuda itu terheran, ‘hari sudah semakin sore, kenapa dia masih bermain di laut?’ batinnya lalu mendekati si gadis dan menyapa dia yang tengah asyik bermain air.

“Hai!” Si gadis terkesiap namun dengan cepat mengubah ekspresinya menjadi tersenyum dan membalas sapaan sang pemuda.

“Kibum!” seseorang menepuk pundaknya membuat Kibum terkaget dan segera menoleh, “ah hyung,  kau mengagetkanku!” sungutnya agak kesal.

Title : It’s Not Fantasy!

Author : Nazimah Agustina / Nazimah Elfish

Pair : only KiHae

Cast : Kim Kibum, Lee Donghae, Kim Jungwoon, Lee Hyukae, Park Jungsoo, Lee Sungmin

Rating : Kids

Genre : Fantasy, Romance , Mystery, Family

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Warning! : Genderswitch! Don’t like, don’t read!

 

“Ini kamar kalian!” dia berucap sesaat setelah membuka pintu kamar pada dua orang yang ada di belakang dia. “Terima kasih Sungmin-ah!” ungkap salah seorang diantara keduanya sedang yang satu lagi hanya tersenyum pada Sungmin.

“sama-sama!” balas Sungmin lalu pamit undur diri. Dua orang yang tadi di belakangnya memasuki kamar dan mengeluarkan barang-barang mereka dari koper. Salah seorang dari mereka, Jungwoon, meregangkan otot-ototnya yang penat sehabis perjalanan jauh mereka dari Seoul ke Mokpo.

“Empuk sekali!” ungkapnya ketika merebahkan diri pada kasur, “kenapa kau melamun?” lanjutnya ketika melihat satu orang lagi justru terdiam namun diacuhkan oleh orang yang dimaksud.

“Kibum?” panggilnya membuat kaget orang yang dipanggil. “I…iya hyung?” tanggapnya.

“Aku mandi duluan ya!” Jungwoon cepat-cepat bangkit untuk meraih handuk dan melesat keluar kamar meninggalkan Kibum yang kembali dengan wajah tanpa ekspresi dia.

Esok hari …

Kibum dan Jungwoon memutuskan untuk berjalan-jalan kota Mokpo yang terkenal dengan lautnya yang indah itu. Keduanya memutuskan untuk ke pantai saja, bermain air dan sesekali mengambil kerang-kerang cantik yang terdampar setelah terbawa ombak.

Kibum menolehkan kepalanya, dilihatnya seorang gadis tengah memainkan harmonica yang seolah menghipnotis dia hingga berjalan mendekati si gadis.

“Kau lagi?” ujarnya ketika mengetahui siapa yang memainkan harmonica, “memangnya kenapa?” tanggap si gadis menatap Kibum dalam yang jujur saja membuat si pemuda salah tingkah.

“Err… tidak apa sih, hehe.” Ujarnya seraya menggaruk belakang kepala yang sesungguhnya tidak gatal. Si gadis menundukkan kepalanya sejenak lalu mengangkat kepala sembari berkata, “namaku Aiden, siapa namamu?” pada Kibum yang tersenyum lalu menjawab, “Kim Kibum.”

“WWOOOIII KIM KIBUM!!!” keduanya kompak menoleh ke arah Jungwoon yang melambai-lambaikan tangannya pada Kibum yang tertawa kecil, “itu hyungku!” pada Aiden yang memandang Jungwoon sekilas lalu kembali menatap Kibum.

“Kerang yang bagus!” puji Aiden melihat sebuah kerang yang dipegang Kibum, “boleh aku memilikinya?” lanjutnya yang dijawab Kibum dengan senyuman dan, “tentu saja.” lalu menyerahkan kerang tersebut.

“KEMARI!!!” Jungwoon meneriaki Kibum untuk yang kedua kali. “Aish! Dia itu tidak lihat apa aku sedang bersama wanita cantik!” sungut Kibum yang membuat Aiden tertawa kecil.

Jungwoon meraba-raba sisi tempat tidurnya, kosong. Dia terbangun dan menoleh ke tempat dimana seharusnya Kibum terbaring namun tidak ada. “Kemana anak itu?” sungutnya lalu menguap, ia memutuskan untuk kembali berbaring namun beberapa detik kemudian ia bangkit karena khawatir.

“Lebih baik cari sajalah!” putusnya lalu keluar kamar, awalnya dia mencari ke kamar mandi, tidak ada. Ia mengelilingi rumah namun tetap nihil yang memaksanya untuk membangunkan orang-orang yang ada di rumah yang sedang ditumpanginya ini.

“Kibum menghilang!” lapornya pada samchon dia dimana nyawa orang-orang yang masih menguap langsung terkumpul semua. Setelah Jungwoon menceritakan yang ia tahu, semua orang yang ada di rumah itupun mencari Kibum hingga Sungmin samar-sama melihat seseorang yang berjalan menuju laut di saat pasang.

“Hei! Apa itu Kibum?” ujarnya panik menunjuk sosok yang telah memasuki air garam tersebut.  Tanpa dikomando, mereka berlari menyusul siapapun yang nekat bunuh diri tersebut. Kecipak air beradu dengan kaki tak terelakkan, disusul dengan Jungwoon yang menyelam dan menarik seseorang yang benar Kibum itu ke daratan.

Dari jauh, di dekat Sungmin yang memandang cemas keduanya tampak berdiri satu orang lagi yang memandang geram aksi Jungwoon tersebut, “lepas!” ucapnya pelan namun menekan siapapun yang dengan lancang hendak menariknya menjauh.

“Kau yang harus melepaskan dia! Dia manusia, bukan bangsa gaib seperti kita!”

“Tidak akan! Aku menyukainya dan  dia juga menyukaiku, satu-satunya cara kami bisa bersama adalah dia harus mati!”

“Tetap saja, tidak boleh!” bersamaan dengan menghilangnya dua tubuh seiring angin malam yang meniup.

Jungwoon menatap cemas Kibum yang saat ini masih tidak sadarkan diri dengan selimut tebal yang menyelimuti. Heran menghinggapi batinnya mengingat Kibum bisa berenang, bahkan bisa dikatakan mahir, tapi semalam? Adiknya itu akan mati tenggelam jika saja tidak segera ditolong.

“Euunggh!”

“Eh, kau sudah sadar Bummie?” Jungwoon berujar riang ketika sang adik telah siuman.

“Ohok! Ohok! Ohok! Di…mana aku, hyung?” Kibum bertanya dengan sebelah tangan memegangi kepala yang terasa pening. “Kau di rumah samchon, semalam kau hampir menenggelamkan diri ke laut.” Aku Jungwoon membuat Kibum menyernyit.

Flash back

“Hai!” Si gadis terkesiap namun dengan cepat mengubah ekspresinya menjadi tersenyum dan membalas sapaan sang pemuda.

“Kibum!” seseorang menepuk pundaknya membuat Kibum terkaget dan segera menoleh, “ah hyung,  kau mengagetkanku!” sungutnya agak kesal.

“Kau bicara dengan siapa?” Jungwoon bertanya pada Kibum yang tersenyum lalu menunjuk ke belakang dia, kosong. “Kau bicara sendiri?” Jungwoon memandang aneh Kibum yang tengah bingung dengan kepala celingak-celinguk memandangi pesisir pantai dan laut lepas, kosong.

Flash back END

“Diamlah!” seorang pria berpakaian putih menutup kedua telinganya membuat seorang yang merengek menutup mulut.

“Sekarang, ikut aku!” lanjutnya kembali menarik lengan Aiden yang merengut ke sebuah ruangan luas bernuansa kristal cantik dimana di penghujung ruangan terdapat singasana yang diduduki oleh seorang pria berwajah rupawan.

“Hyukjae, Aiden, ada apa?” pria itu lalu bertanya ketika melihat wajah geram Hyukjae dan merengut Aiden yang menghadap padanya.

“Dia hampir saja membunuh seorang manusia!” lapor Hyukjae yang langsung mendapat bantahan dari Aiden yang berkata, “Aku menyukainya dan dia juga menyukaiku!”

“Membunuh manusia? Oh Aiden! Kau tidak boleh melakukan itu, sayang!” tanggap pria yang masih terduduk nyaman pada singasana dia. “Tapi dia bisa melihatku, ayah!”

Si pria yang merupakan raja dari istana bawah air itu menatap Hyukjae yang mengedikkan kepalanya tanda tidak tahu atas kebenaran pengakuan Aiden.

“Apa itu mungkin?” timpal Hyukjae yang diangguki cepat oleh Aiden.

“Ayah, dia jodohkukan? Aku akan ikut dengannya, harus!”

“Kau bicara apa? Kita tidak boleh membunuh manusia lagi!”

“Aku ingin menjadi manusia!” sontak membelalakkan kedua mata dua orang lagi yang ada di dalamnya.

“Simpan saja khayalanmu itu!” Aiden lalu beralih pada sang ayah yang tampak berpikir , matanya lalu beralih pada sesuatu yang dipegang oleh putrinya yang disadari oleh Aiden.

“Dia memberiku kerang ini dan aku bisa menerimananya tanpa halangan!” ujarnya riang yang semakin membuat pening kepala Hyukjae atas sikap manja sang adik.

“Baiklah, tapi dengan satu syarat.” Raja yang merupakan ayah dari Hyukjae dan Aiden lalu memutuskan, mendapat respon berbeda dari dua orang yang ada di depan dia.

“Katakan!” Aiden berkata dalam gebu sedangkan Hyukjae, “Kau bicara apa?” semakin bertambah kegeraman dalam dirinya yang tidak percaya jika ayahnya menyetujui permintaan konyol Aiden.

Seminggu kemudian …

Aiden memandang sengit Kibum yang tengah bersama seorang gadis, ketika gadis itu pergi dia langsung saja berjalan mendekati pemuda itu seraya menyapa, “hai!”

“Aiden? Kau kuliah disini juga?” Kibum bertanya pada Aiden yang bingung harus menjawab apa, “i..iya, aku anak baru.”

“Tadi siapa?” lanjut Aiden berupa tanya pada Kibum yang menyahut, “kekasih hyungku.” Yang disambut senyuman lebar Aiden yang lega.

“Ayo ikut aku! Aku akan mengajakmu berkeliling kampus ini!” Kibum mengajak Aiden yang semakin berbunga hatinya. Keduanya lalu melangkah beriringan, Aiden menoleh ke belakang dimana tidak jauh darinya tampak ayah dan saudaranya seraya tersenyum ceria dan juga kiss bye ia berikan untuk keduanya.

“Ah! Anak nakal!” komentar sang ayah dengan senyum terkulum.

“Ish! Kalau bukan karena dia adikku, aku tidak akan mau pergi sejauh ini!” sungut Hyukjae yang disambut tawa ayahnya, “kau tetap disini, awasi adikmu!”

“Haruskah?”

“Harus!”

~ The Final ~

Well, a Little Mermaid versi saya meski disini Hae bukan putri duyung, dia cuma sejenis makhluk halus gitulah, endingnya juga berbeda, yang sama cuma konsep.

Bagaimana?

Baca Juga :

Artikel terbaru :

Kait kata : KiHae Couple, KiHae fanfic, Cerita Cinta KiHae, Kibum Donghae FF, Kibum top Hae bottom, Nazimah Elfish, pernikahan tanpa cinta, ff KiHae, Super Junior Indonesian Fanfiction, drabble ficlet romance, kihae ff terbaru, kihae boyslove genderswitch, boyxboy, hae as the girl, canon, general, yaoi, shoneun-ai, imagination

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 1 September 2013, in Drabble and Oneshoot, Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Ceritanya udah umum tapi penyajiannya itu loh, wah banget.

    Suka

  2. Yaah kok abis ?? Ngegantung T____T Lagiiii….

    Btw, itu hyungnya KIbum itu maksudnya Yesung bukan ? Jongwoon kali yah, bukan Jungwoon😀

    Suka

  3. mana lanjutan na

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: