[Oneshoot] I Like You

cover Fanfic I Like You KiHae YoonYul Couple by Nazimah Elfish

“Ketika kamu melihatku, kamu akan menemukan diriku. Tetapi ketika kamu melihat hatiku, kamu akan menemukan dirimu sendiri.”

Deg!

Donghae tertohok dengan kalimat yang baru saja terucap dari seorang yang ia anggap kurang waras, berjalan mundur menjauhi seorang yang baru saja mengucapkan kalimat tersebut.

“Apa maksudmu?“ lalu bertanya pada dia yang mengukir senyum manis yang biasa tersemat pada bibirnya, berjalan mendekati Donghae yang masih memandang horror dirinya, “apa kau tidak beranggapan kita mirip, oppa?” ia menjawab hendak meraih jemari Donghae namun dengan cepat ditepis oleh si pemilik jemari.

“Pulanglah, hari sudah malam!” Donghae mengusir secara halus wanita yang beberapa tahun lebih muda darinya itu, “tapi oppa mau ikut dengankukan besok?” bertanya memastikan sebelum Donghae menutup pintu rumah, Donghae terdiam lalu mengangguk ragu, membuahkan senyuman lebar di wajah si wanita yang lalu beranjak meninggalkan tempat Donghae dengan senandung kecil yang mengalun di bibir yang tengah tersenyum tersebut.

 

Title : I Like You

Author : Nazimah Elfish

Cast : Lee Dong Hae, Im Yoon Ah, Kim Ki Bum, Kwon Yuri, and Choi Siwon

Rating : Kids

Genre : Drama, Romance, Mystery(?), Sistership(?)

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Summary : Ketika kalimat “aku menyukaimu” memperjelas semuanya.

Warning! : Merupakan FF saya yang paling beda dari yang lain, dari segi cast dan length. saya sarankan anda membaca sampai habis agar tidak salah faham dengan saya ^_^.


 

“Ada perlu apa dia kemari?” Donghae menghentikan langkahnya ketika pertanyaan itu keluar dari mulut Kibum yang membelakanginya, dia yang sedang menatap lurus televisi yang dia tonton.

“Entahlah! Aku bingung! Kupikir dia telah salah menilaiku!” Donghae menjawab seraya mendudukkan diri di sebelah Kibum yang lalu menatapnya sekilas, “sepertinya dia menyukaimu,” ujarnya dimana Donghae memandangnya dari samping cukup lama, pemuda bermata indah itu lalu tertawa renyah, “aku bahkan tidak menyukai wanita!”

“Kau tidak merasakan getaran aneh ketika bersamanya?” Kibum lalu memofuskan perhatiannya pada Donghae, meremas pundaknya pelan dimana Donghae mengangguk mengiyakan, “tapi aku lebih berdebar ketika kau perlakukanku seperti ini.”

“Benarkah?”

“Yeah.” Mata Kibum menyipit memperhatikan ekspresi Donghae yang tampak meyakinkan, namun dikejutkan oleh Donghae yang tiba-tiba menatapnya sayu.

DEG! DEG! DEG!

Kibum menelan salivanya dimana Donghae yang lalu mengangkat sebelah alis, memandangnya aneh juga, “AHAHAHAHAHAHA!” tawa riang terlepas dari bibirnya, ternyata Kibum begitu lucu dengan ekspresi anehnya, yang disambut dengusan Kibum juga hempasan pada pundak Donghae.

BLAM!

Donghae perlahan menurunkan intensitas tawanya ketika Kibum yang membanting pintu kamar karena kesal dengan gurauan Donghae yang menurutnya keterlaluan.

‘Bukankah kita begitu mirip oppa?’

‘Ketika kamu melihatku, kamu akan menemukan diriku. Tetapi ketika kamu melihat hatiku, kamu akan menemukan dirimu sendiri.’

Kata-kata gadis itu terus terputar bagai kaset rusak di pikiran Donghae, pemuda itu menyentuh dada kirinya, “aku, normal?” pertanyaan itupun terlontar meski tidak yakin.

Keesokan harinya …

Di sebuah pagi yang cerah dengan mentari yang menyinari bumi dengan terangnya, burung-burung yang berkicau saling bersahutan pada ranting pohon, merupakan nyayian pagi yang begitu merdu untuk di dengar.

Tap tap tap

Terdengar tapak kaki yang melangkah anggun, wajah yang menatap lurus ke depan dengan tatapan angkuh juga berkelas, diiringi dua orang pelayan yang dengan wajah tertunduk berada di belakang dia. Langkah itu berjalan menuju sebuah kamar, ditekannya kenop pintu kamar tersebut yang menyebabkan pintu terbuka. Dimasukinya kamar mewah bernuansa putih tulang tersebut, sederhana namun nuansa aristokrat yang begitu kental yang menguar kuat di kamar luas itu. Dia, mendekati sebuah ranjang dimana di atasnya ditiduri seorang yang masih bersembunyi dibalik selimut tebalnya.

“Bangun!” diulurkannya tangan kanan dia untuk membangunkan seseorang yang masih terlelap nyaman pada kasur juga perlengkapan tidurnya, menyingkirkan selimut tersebut dengan perintah yang sama meski tidak dianggap oleh seorang yang masih tertidur nyaman.

“Aku masih mengantuk!” merasa begitu terganggu oleh tindakan yang mengganggu ketenteraman tidurnya, iapun menanggapi si perusak pagi hari yang disambut dengan seringai di bibir si perusak paginya, seorang yang membangunkannya tadi.

“Calon suamimu sudah menunggumu di meja makan sedari tadi!” dia memberitahu, dengan bisikan pada telinga seorang yang yang dibangunkannya.

“Apa? Ish! Menyebalkan!” tanggap satu orang lagi, lalu bangkit menuju kamar mandi untuk bersiap-siap.

“Kenapa belum sarapan?” setelah membangunkan seorang yang masih tertidur tadi, dia lalu beranjak menuju ruang makan dan mendapati anggota keluarganya belum menyentuh makanan yang ada di depan mareka.

“Kami menunggumu juga YoonA, sayang.” Sahut seorang yang wanita yang masih terlihat cantik di usia yang tidak bisa dibilang muda lagi, seorang yang baru datang itu tidak menanggapi, ia langsung saja terduduk pada kursi yang biasa ia duduk, namun kali ini ada pemandangan berbeda dimana kursi lain yang bersebrangan darinya diduduki oleh seorang lelaki yang sebentar lagi akan menjadi bagian dari keluarganya, Choi Siwon.

“Yuri-ya, apa yang sedang YoonA lakukan?” wanita paruh baya bertanya pada seorang yang baru saja terduduk, dia, Kwon Yuri, menatap wanita itu dengan tersenyum tipis, “dia sedang bersiap, sebentar lagi akan selesai.” Menjawab lalu meraih alat makan yang ada di dekatnya.

“Pagi semuanya!” sebuah sapaan ceria keluar dari mulut seseorang yang sudah ditunggu-tunggu semua orang yang ada di ruang makan, siapa lagi jika bukan YoonA?

“Pagi!” semuanya menjawab dengan senyum merekah indah pada bibir masing-masing meski Yuri hanya menjawab lirih juga senyuman tipis yang terukir di bibir dia. YoonA lalu tergerak, mendekati kursi yang ada di sebelah Siwon dengan ragu awalnya, tapi sedetik kemudian ia dengan percaya diri menduduki kursi itu dengan senyum ceria seperti biasanya.

Sebelum memulai sarapan, seperti biasa mereka berdoa terlebih dahulu, dimana kemudian mereka sarapan dalam ketenangan, tampak Yuri yang sesekali memperhatikan Yoona dan Siwon. Begitupun dengan kedua orang yang diperhatikan oleh Yuri, terlihat Yoona yang memperhatikan Siwon dengan Yuri, juga Siwon yang sesekali melirik-lirik Yoona dan Yuri bergantian, entah apa maksud ketiga orang ini.

“Semalam kau kemana Yoong-ah?” Yuri mengusir ketenangan tersebut, bertanya pada sepupu dia dengan tatapan masih pada sarapan di depannya, menghentikan YoonA yang hendak menyuapkan makanan ke dalam mulut.

“Biar kutebak, ke tempat Donghae oppa?”

“Donghae? Siapa dia?” wanita paruh baya bertanya, menatap pada YoonA dan Yuri bergantian mengharap jawaban.

“Dia temanku, ibu.” YoonA menjawab.

“Aku benarkan?” Yuri kembali mengungkit kemudian meneguk susu seraya menatap YoonA yang juga balas menatap dia, sedang Siwon tersedak ketika nama Donghae disebut-sebut, mengundang tatapan bertanya Yuri yang kembali bersuara, “kau mengenal dia oppa?”

Sementara itu, di sebuah tempat berbeda tampak seorang pemuda yang mengucek-ngucek kedua matanya sesekali menguap, dengan langkah gontai juga mata yang setengah terpejam ia berjalan, keluar dari kamar yang telah disediakan seorang yang baik hati yang telah mengizinkan dia menginap untuk sementara waktu.

“Baunya enak!” gumamnya kala penciumannya menangkap aroma yang menarik perhatiannya, langsung saja ia berjalan menuju ruang makan dimana dilihatnya Kibum mempersiapkan sarapan untuk porsi dua orang. Seorang yang baru datang, Donghae, tersenyum canggung dengan bagian belakang kepala yang ia garuk pertanda tidak enak hati pada si tuan rumah yang ia tempati.

“Kenapa diam saja? Ayo kita makan!” Kibum mengajak dia dengan senyum yang terlukis menawan pada wajah rupawan dia yang begitu mempesona banyak wanita di luar sana. Donghae lalu beranjak mendekati Kibum yang tengah menyiapkan mangkok untuk dirinya sendiri, kemudian diikuti Donghae.

Pagi ini, Donghae mewarnai sarapan keduanya dengan celotehan ringan juga kurang penting bagi Kibum, tapi cukup untuk membuatnya tersenyum senang hingga, “kupikir dia lebih cocok jika bersamamu.”

“Siapa?”

“YoonA, dia lebih cocok jika disandingkan denganmu, kau tampan dia cantik.” Donghae tersenyum lembut, Kibum sibuk mengunyah makanannya sebelum menanggapi, “kenapa kau jadi menawarkan dia padaku?” lalu menyuapkan sesendok makanan dari dalam mangkoknya.

“Ingin merebut Siwon darinya?” Kibum melanjutkan.

“Mungkin, Siwon sama sepertiku, dia, tidak normal.” Donghae meanggapi dengan bisikan lalu tersenyum lebar pada Kibum yang menyeletuk, “jika aku menyukaimu bagaimana?”

“Apa? Ayolah! Kau normal Kim Kibum!” sahut Donghae yang menggeleng-gelengkan kepalanya juga tertawa kecil, ‘dia bisa bergurau juga ternyata?’ Donghae membatin dan kembali memakan makanannya.

“Kau bekerja dari jam berapa?” Donghae bertanya di sela-sela makan keduanya, Kibum menatap sebentar Donghae lalu menjawab, “jam tujuh.” Donghae terdiam, secara reflex ia  melihat ke arah jam yang tengah menunjukkan pukul enam lewat tiga puluh menit, “oh,” sahutnya kemudian.

 

Flash Back

“Ayo kita makan diluar!” ajak Kibum yang menarik lengan Donghae ketika waktu makan siang telah datang, menghampiri Donghae yang ia tinggalkan di dalam rumahnya. Donghae yang bahkan belum bersiap-siap langsung saja memasuki mobil taksi karena Kibum yang menariknya.

Setelah sampai, kedua pemuda itupun turun dari mobil dan berjalan beriringan memasuki caffe dengan tangan yang bertautan, mungkin bagi Kibum itu tidak apa-apa baginya, tapi bagaimana dengan Donghae? Ia seorang penyuka sesama jenis dan berdebar adalah yang dialami oleh si pemuda manis bermata indah saat ini.

“Dong…hae?” seketika Donghae menoleh karena merasa terpanggil. Keterkejutan jelas terpancar di wajah kedua lelaki yang masih berstatus sebagai sepasang kekasih tersebut, tak pernah ada kata putus dari bibir Donghae ataupun Siwon. Namun kesunyian yang terjadi lalu pecah karena pihak ketiga yang lalu membuka suara.

“Siapa dia oppa?” YoonAlah si perusak kesunyian, dimana setelahnya ia tatap Donghae dari kaki hingga kepala, tersenyum manis lalu mengulurkan tangan kanannya, “namaku YoonA, siapa namamu?” pada Donghae yang menautkan alis serta memandang bingung tangan YoonA yang terulur padanya.

“Donghae,” karena merasa tidak enak hati pada wanita di depannya, Donghaepun membalas uluran tangan tersebut dan menorehkan senyum terbaiknya untuk YoonA yang masih memberikan senyum termanis dia.

“Dia temanmu oppa?” YoonA layangkan tanya pada Siwon yang hanya bisa menatap dalam diam perkenalan keduanya, “eeerr,,” Siwon tampak kebingungan harus menjawab apa hingga Donghae yang menginterupsi, “kami berteman!” dimana kembali YoonA tersenyum pada Donghae yang hendak beranjak.

“Tunggu!” Donghae menepis jemari wanita yang merupakan tunangan dari kekasih yang mengkhianatinya tersebut ketika mencegat lengannya, dimana kemudian YoonA tampak salah tingkah, “maafkan aku,” ucapnya dengan tersenyum canggung.

“Tidak apa!” Donghae menjawab dingin dan kembali berjalan namun, YoonA berjalan cepat mendahului dia, membuahkan tatapan heran Siwon, Donghae, juga Kibum yang baru saja kembali entah darimana.

“Ada apa ini? Siapa kau? Kenapa menghalangi langkahnya?” Kibum lantas bertanya pada YoonA yang lalu Donghae lerai, “sudahlah Bummie, kita pergi saja!” dan menggandeng lengan Kibum juga melirik Siwon yang menyipitkan mata melihat gandengan tersebut.

“Bukankah kau temannya Siwon oppa? Bagaimana jika kita makan bersama saja?” tawar YoonA, menghentikan langkah Donghae yang lalu berbalik, berhadapan dengan Yoona yang tersenyum mengiba dan menghampiri keduanya.

“Mau ya?” gadis itu bersikeras, Donghae dan Kibum saling bertatapan dimana Kibum dengan tatapan bertanya, ‘siapa dia?’ pada Donghae yang menghela, “perkenalkan dia YoonA, YoonA dia Kibum.” Ucapnya yang tentu saja tidak memuaskan Kibum.

“Maaf, tapi kami hendak pergi!” Donghae menolak secara halus namun seperti yang sudah dikatakan sebelumnya jika YoonA bersikeras ingin mengajak keduanya makan siang bersama.

“Kumohon, aku yang membayar.” Ucapnya dengan wajah dan suara memelas, “baiklah,” sahut Donghae yang tidak tega, “terima kasih!” suara ceria itu kembali terdengar dari bibir YoonA kegirangan, yang jujur saja tidak dimengerti oleh tiga lelaki yang berada di dekatnya.

Makan siang berlangsung canggung meski YoonA yang terus bertanya ini dan itu pada Kibum dan Donghae, terutama pada Donghae, bisa dipastikan jika gadis cantik itu begitu tertarik dengan si pemuda manis.

“Bukankah kita begitu mirip oppa?” celetuk Yoona yang membuat Donghae tersedak, “kau baik-baik saja?” lanjutnya panik namun Donghae berusaha menghindar, ‘apa maksud perkataan gadis ini?’ Pikir Donghae yang merasa tidak enak hati, lebih tepatnya, risih.

 

Flash Back END

Donghae mematuk dirinya di depan cermin yang memantulkan bayangan dirinya dengan begitu nyata. Bimbang ia rasakan, kenapa ia bisa menerima ajakan saingannya untuk pergi bersama? Bahkan Donghae tak tahu ia akan dibawa kemana oleh gadis yang dengan percaya dirinya mengatakan mereka mirip.

Donghae tidak begitu paham dengan ‘mirip’ yang YoonA maksudkan, dari segi wajah mungkin?

Donghae amati wajahnya sendiri, menepuk-nepuk pipinya, tersenyum, cemberut dan berbagai ekspresi lainnya. Donghae menyerah, “kami agak mirip.” Dia menyimpulkan, lalu mencoba tersenyum, mengingatkannya pada YoonA, mereka jelas terlihat mirip ketika tersenyum.

yoonhae

Mirip???

yoonhae3

‘Kurasa yang dia katakan tadi benar juga, kalian mirip. Kata orang, mirip tandanya jodoh.’ Donghae mengulang perkataan Kibum beberapa hari lalu ketika mereka dalam perjalanan pulang setelah makan bersama Siwon dan YoonA. “Huh!” Donghae mendengus, mengenyahkan pikiran tersebut dari dalam otaknya, menggigit jempolnya sendiri sembari terus memikirkan apa yang sebenarnya YoonA inginkan darinya? Apa gadis itu sudah tahu identitas Donghae yang sebenarnya? Jika Donghae memiliki hubungan dengan calon suaminya di masa lalu?

Tok! Tok! Tok!

Ceklek

“Oppa, selamat pagi! Bagaimana tidurmu semalam?” YoonA menyapa dengan riang, jangan lupakan matanya yang berbinar ceria, seperti Donghae yang biasanya juga ceria.

“Tidurku lumayan nyenyak,” Donghae menjawab meski dengan raut kebingungan, “apa kau menyukaiku?” ia lalu bertanya dimana keduanya yang lalu bertatapan.

Lengkungan indah tercipta pada wajah YoonA yang menjawab, “aku bahkan langsung menyukaimu saat pertama bertemu!” sembari mencoba mengelus pipi Donghae yang cepat ditepis oleh Donghae juga seringai di bibirnya.

“Kalau begitu kau menyukai orang yang salah!” ucap Donghae masih mempertahankan seringai dia. ‘Cukuplah sedikit gertakan dan dia akan pergi dari hidupku dengan sendirinya,’ pikir Donghae senang yakin rencananya akan berhasil.

“itu tidaklah penting saat ini oppa!” tanggap YoonA membulatkan mata Donghae kaget, dimana gadis itu langsung saja menarik tangannya yang masih syok menuju mobil mewah si gadis Lim. Memaksa Donghae memasuki mobilnya dan dengan sigap YoonA menempati kursi kemudi, tancap gas dan melesat pergi.

“Kau mau membawaku kemana, orang aneh?”

“Diamlah oppa! Sebentar lagi kita sampai!” sekitar dua puluh menit setelahnya mereka sampai, di sebuah rumah sederhana dimana YoonA yang menatap Donghae dengan senyuman lebarnya.

“Dimana ini?” Donghae lontarkan tanya pada YoonA yang masih saja tersenyum pada Donghae yang semakin yakin jika gadis di depannya ini sudah berkurang kadar kewarasannya.

“Ayo kita masuk!”

 “Bibi, ini aku YoonA, lihatlah siapa yang datang!” dengan begitu lembut ia berucap pada seorang wanita yang membelakangi ia dan Donghae, perlahan wanita itu mendongak menatap YoonA, seorang wanita paruh baya yang memiliki tatapan kosong, “lihatlah, siapa yang aku bawa!” untuk kedua kali YoonA membujuk si wanita paruh baya yang mengundang keingintahuan Donghae.

“Siapa dia?” Donghae ikut berjongkok bersama YoonA, perlahan si wanita paruh baya yang tengah terduduk di kursi malas itu beralih tatapan, menatap wajah Donghae. Beberapa detik kemudian mata yang menatap kosong itu membulat sempurna ketika menatap Donghae yang juga menatap balik dirinya.

“Ai…den,” lirih si wanita paruh baya itu haru, mengelus sisi wajah Donghae juga mengusap surai coklat keemasan dia yang telah melewati batas leher, kemudian tahi lalat yang berada di leher bagian kiri.

“Ai…den.”

“Namaku Donghae, bibi.” Donghae mengoreksi dengan senyum yang ia sunggingkan pada si wanita paruh baya. “Tidak nak! Tidak! Kau Aiden! Anak asuhku yang dulu hilang!” si wanita paruh baya tidak mau mengalah, ia terus saja mengucapkan ‘namamu Aiden!’ pada Donghae yang bingung dan menatap YoonA penuh tanya.

“Bibi yakin dia benar-benar Aiden?” YoonA bertanya pada si wanita paruh baya setelah membalas tatapan Donghae meski tak menjawab pertanyaan tersirat Donghae, wanita itu mengangguk cepat juga memeluk Donghae.

“Apa maksud semua ini?” Donghae sudah tak tahan lagi! Ia segera berdiri diikuti YoonA yang lalu menyeretnya keluar rumah, namun dengan tegas Donghae menepis lengan gadis yang lalu limbung,

“Dengarkan aku orang aneh, meskipun tidak tertarik pada makhluk yang bernama wanita, namun aku tidak mau menyakiti wanita! Tapi perlakuanmu padaku sudah benar-benar keterlaluan!” Pelan juga penuh penekanan ia ucapkan pada YoonA yang tertunduk, Donghae menyerigai lalu kembali melanjutkan, “jangan pernah mengganggu hidupku lagi!” kemudian pergi keluar rumah sederhana tersebut  dengan meninggalkan si gadis yang lalu menatap wanita paruh baya yang terus menggumamkan nama Aiden.

“Tunggu oppa! Dengarkan penjelasanku dulu!”

“Lepas!”

“Kumohon oppa, setelah kau mendengarkan penjelasanku, aku janji akan menuruti semua keinginanmu, termasuk tidak lagi mengusik kehidupanmu.” YoonA memohon, Donghae ingin menolak namun rasa iba itu lagi-lagi menghinggapinya, membawanya pada anggukan kecil.

“Benar dugaanku, kita bersaudara oppa. Saat itu kau hilang waktu kita sekeluarga berlibur.” YoonA membuka cerita setelah keduanya terduduk pada sebuah kursi taman yang tidak begitu jauh letaknya dari rumah sederhana tersebut.

“Omong kosong!” Donghae menyergah dimana YoonA merogoh tasnya dan mengeluarkan tiga lembar photo lama dan memperlihatkannya satu persatu pada Donghae.

“Ini photo aku dan oppa! ini juga! Yang ini! Anak laki-laki di tiga photo ini kamu kan oppa?”

“Kau tahu? Aku begitu terkejut melihatmu, aku seperti melihat sosok maskulin diriku, untuk itu aku tidak mau melepasmu saat itu, membuntutimu hingga aku tahu dimana kau tinggal!” lanjutnya agak berteriak juga menahan isakan meski Donghae berusaha tidak memperdulikannya.

“Apa kamu mengingat masa kecilmu oppa? ceritakan padaku jika kamu memang bukan oppaku!” YoonA memberi Donghae tantangan untuk menceritakan masa kecilnya yang jujur saja, Donghae tidak ingat, ia hanya ingat ketika ia dibesarkan penuh dengan kasih sayang ketika menginjak sekolah menengah pertama.

Flash back

Tap tap tap

Dia berlari di lorong-lorong rumah mewahnya dengan tergesa, tidak mengindahkan tatapan heran para pelayan yang ia lewati. Hingga langkahnya terhenti di depan sebuah pintu yang sudah terlihat usang.

Kriiieet!

Ia buka pintu itu, menampilkan pemandangan benda-benda lawas yang tertutupi kain putih dengan ribuan debu karena lama tidak dijamah. Dilangkahkannya high heels yang tengah dikenakannya menuju sebuah meja nakas.

Sreeet!

Disingkirkannya kain putih yang menutupinya, dengan sigap ia berjongkok dengan tangan yang membuka satu persatu laci yang terdapat pada meja, tangan yang meraba-raba setiap isi laci hingga akhirnya ia menemukan apa yang dicarinya.

“Hiks… hiks… hiks…” YoonA terisak kala kembali merefresh ingatannya tentang Aiden melalui tiga buah photo yang ia temui dari dalam gudang, oppanya yang telah lama menghilang.

“Donghae, itu pasti kaukan oppa? Aiden, namamu Aiden, bukan Donghae!”

Flash Back END

“Jadi, kau juga menyukainya?”

“Apa maksudmu?”

BRUK!!

“Aku menyukaimu!”

“A…apa? Ba…bagaimana bisa? Kau normal!”

“Aku tidak tahu tapi, aku rela jika denganmu.”

“Aku tidak menerima alasan yang seperti itu!” Donghae menundukkan kepalanya, menyembunyikan rona merah yang diketahui oleh Kibum, sedetik kemudian dia angkat dagu itu untuk memaksa Donghae agar menatapnya, “cinta itu tidak mengenal alasan.”

“Aku lelah berpura-pura Hae, aku merasakan itu, getaran berbeda ketika bersamamu, tapi aku segan mengakuinya hingga gadis itu masuk di tengah-tengah kita, mendekatimu, terus mendekatimu.” Kibum melanjutkan dimana Donghae yang semakin membelalakkan matanya tidak percaya mendengar pernyataan dari lelaki tampan tersebut, Lee Donghae telah merubah orientasi Kim Kibum dalam waktu beberapa hari? Benarkah?

“Kau salah paham tentang Yoo-eumpph!” kalimat itu terputus begitu saja kala bibir merah mudanya ditawan oleh pemuda di depannya.

Flash Back

Kibum menatap tajam di sela gorden ketika dilihatnya Donghae yang diantar pulang YoonA, pertanyaan ‘darimana mereka?’ terlintas dalam benak Kibum yang semakin menatap tak percaya ketika dilihatnya kedua orang berbeda gender itu berpelukan erat.

“Aku menyayangimu! Sangat menyayangimu oppa!”

“A…aku juga.”

“Jadi, kapan kau akan kembali ke rumah? Ibu sangat merindukanmu!” sahut YoonA melepas pelukannya pada Donghae yang kembali dilanda kebingungan.

“Aku tidak tahu.”

“Tapi kau akan kembali? Iyakan oppa? Kami keluargamu yang sebenarnya!”

“Aku tidak tahu, ini tidak pernah kubayangkan sebelumnya jika aku memiliki keluarga lain,” Donghae menjawab jujur, meredupkan sinar mata YoonA yang kecewa mendapati penuturan Donghae yang belum sepenuhnya percaya akan identitas dia yang sebenarnya.

“Tapi kau tetap adikku, adikku yang cantik!” Donghae lalu menghibur dia yang sedih hatinya karena pengakuan jujur Donghae, menatap dia dengan air mata yang menggenang pada manik indah Donghae yang lalu mendekatkan bibirnya pada wajah sang adik yang baru diketahuinya ada.

Chuup

Kibum semakin tertohok saja melihat Donghae yang dengan romantisnya menngecup kening YoonA yang menikmati perlakuan tersebut, “dia, normal?”

“Pulanglah!” ujar Donghae seraya membuka pintu mobil untuk YoonA yang menyeka air matanya kasar.

“Kita masih bisa bertemukan oppa?” tanyanya sebelum melajukan mobil, “tentu saja!” Donghae menyahut dengan acakan gemas pada rambut YoonA yang tidak suka, “kau merusak tatanan rambutku!”

 

Flash Back END

 

Tap tap tap

Jika Donghae tengah dihadapkan dengan Kibum yang ternyata diam-diam mencemburui YoonA yang begitu gencar mendekati Donghae, saat ini si gadis tengah berjalan dengan riang di lorong-lorong rumah mewahnya, ia tersenyum sesekali tertawa kecil.

“Eehhmmpphtt!” lalu ada seseorang yang membekap mulutnya, membuatnya tidak bisa berteriak dan hanya bisa memukul tangan si pembekap mulut yang menyeretnya ke suatu ruangan.

“Hakh! Hakh! Hakh!”

“Apa maumu Im Yoon Ah? Kenapa kau mempermainkan banyak orang?” orang yang membekap mulutnya itu lalu membuka suara setelah melepas bekapan pada mulut Yoona.

“Kau? Harusnya aku yang bertanya? Apa maumu?” agak berteriak YoonA membalas, sedetik kemudian menatap tajam Yuri yang terlihat begitu menyebalkan di matanya beberapa hari ini.

“Kau berubah eonnie, kau bersikap dingin padaku, dan darimana kau mengetahui tentang Donghae oppa padahal aku tidak pernah menceritakannya padamu hah?”

“Kau begitu serakah! Sudah dijodohkan dengan Siwon oppa, tapi kau malah mendekati lelaki yang bahkan kita tidak tahu asal-usulnya!”

“Jadi, diam-diam kau menyukai Siwon oppa? menyuruh orang membuntuti kami? Pantas saja kau tahu hubunganku dengan Donghae oppa!” Yuri tak menjawab, ia terus memandang Yoona tajam dimana dibalas sama oleh YoonA yang tidak mau kalah dengan sepupu yang sekilas merupakan kembaran dia, mereka memang terlihat mirip, mereka bersaudara meski hanya sepupu,  dan itu terasa wajar.

“Siapa sebenarnya yang kau sukai Yoong-ah? Siwon oppa atau Donghae oppa?”

“Apa itu penting? Eonnie tahu benar jika kami mengenal karena perjodohan konyol itu! Dan sikapmu berubah setelah kita sama-sama mengetahui perjodohan itu, jika kamu memang menginginkan Siwon oppa, harusnya kita rundingkan bersama dengan keluarga besar waktu itu.”

Yuri menggeleng dengan tatapan mirisnya juga bibir bagian bawah yang ia gigit sebelum berkata, “aku menyukaimu,” dengan lirih namun mampu membuat YoonA membeku terlebih, Yuri memberinya kecupan singkat pada bibir lalu meninggalkannya begitu saja.

BRUK!!

“Apa itu tadi? Tidak mungkin!” gumamnya tak percaya setelah tubuhnya ambruk terduduk pada dinginnya lantai.

 

~ The Final ~

Bagaimana menurut anda?

 

Krik… krik…  Semua jadi tidak normal -_-.

Apakah saya sudah mengatakan jika ini sekuel dari Mr. Taxi ???? jika belum membaca Mr. Taxi, silahkan baca dulu. Endingnya memang dibuat gantung dimana saya tidak menceritakan kisah selanjutnya KiHaeYoonYulWon, silahkan khayalkan sendiri walau saya tidak tahu apa gunanya Siwon disitu #ditabokSiwon.

FF ini adalah FF lama yang tidak kunjung publish, baru sekarang berani post. Saya tidak tahu feelnya gimana, ini aneh dengan alur maju mundur yang begitu cepat berganti juga cerita berbelit, tidak ada peran antagonis disini karena saya tidak mau menjatuhkan salah satu group yang ada, maaf jika tidak berkenan atas tulisan saya, semoga kalian suka semua tulisan saya siapapun itu, sekian dan terima kasih.

 

Related Post :

Other post :

Kait kata : KiHae Couple, KiHae fanfic, Cerita Cinta KiHae, Kibum Donghae FF, Kibum top Hae bottom, Nazimah Elfish, pernikahan tanpa cinta, ff KiHae, Super Junior Indonesian Fanfiction, drabble ficlet romance, kihae ff terbaru, kihae boyslove genderswitch, boyxboy, hae as the girl, canon, general, yaoi, shoneun-ai, imagination

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 22 September 2013, in Drabble and Oneshoot, Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. YoonHae lebih bagus tau! B-)
    yoonhae jjang!!!

    Suka

  2. Wah, baru ketemu yg kaya gini. Aku SuGen Ship tapi suka FF kamu, keyen keyen sih🙂.
    Makasih udah gak jatohin SosHi disini #bow

    Suka

  3. kihae yonyul😉
    Hehe lucu juga ya, aku baru pertama baca ff genre yuri , kesan nya agak anehh.. Tapi sukaaa🙂 pas pertama aku mengira ini ff sugen sempet males baca hehe dan itu? Yonhae memang cocok jadi oppa sama dongsaeng .

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: