[Chapter 4] Deep Love

deep love cover fanfiction kihaekyu by Nazimah Elfish

Sebelumnya …

Kyuhyun keluar dari mobil guna mencari-cari jam dan ia berjongkok disamping salah seorang mahasiswa yang mengenakan jam tangan di pergelangan kirinya, sepuluh menit yang berharga.

“Sial!” cepat-cepat Kyuhyun kembali ke mobil dan ia mengacak rambutnya frustasi ketika tidak menemukan Kibum di dalam mobil.

“AAARRGGHHT!” geramnya lalu berlari mencari Kibum dan Donghae, setidaknya ia tidak perlu dimarahi oleh orang-orang yang ditabraknya karena mereka tidak merasakan apapun.

Tap tap tap

Kibum berjalan cepat dengan kepala celingak-celinguk mencari, matanya menyapu semua manusia yang dilihatnya, dimana Donghae?

Title : Deep Love

Author : Nazimah Agustina / Nazimah Elfish

Pair : KiHae slight KyuHae, Twins!EunHae, KyuHyuk, SiHae, and others

Cast : Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Lee Donghae, Park Jung Soo, Lee Hyukjae, and Choi Siwon

Rating : Teen

Genre : Drama, Romance, Hurt, Mystery, little Crime

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Summary : “Kekasihmu merasa hidupnya hancur, begitupun dengan pembunuhmu, ia juga merasa hancur kala melihat kekasihmu yang bagai mayat berjalan saat mengantarmu menuju makam. Cinta begitu dahsyat rupanya, dapat membutakan mata hati seseorang, membuat bahagia seseorang juga dapat membuat seseorang merasakan kejamnya dunia, kedua insan itu adalah korban cinta yang terlalu berlebih.”

Warning : boyxboy! Cerita umum! Super Junior fanfic! Don’t like don’t read!

Chapter 4

Kyuhyun menyapu pandangannya, mencari pemuda berpakaian biru kotak-kotak putih hingga, “oh Tuhanku!” gumamnya tanpa sadar. Dipalingkannya wajah dengan mata terpejam dan,

BRAAKKKKK!!!

Dia meringis, ingin menangis tapi juga ingin tersenyum, lantas apakah yang harus ia lakukan kini?

“Lihatlah kenyataan di depanmu Cho Kyuhyun!” titah Leeteuk yang sudah berada disampingnya secara tiba-tiba.

“Bolehkah aku yang menjemputnya?” tanyanya, “lihatlah dulu.”

Kyuhyun menurut, dibukanya kedua mata lalu menoleh pada jalan raya. Terdapat mobil yang mulai dikerumuni orang banyak, matanya mencari hingga menemukan kerumunan lain.

“Pergilah!” ujar Leeteuk lagi, menoleh pada Kyuhyun lalu tersenyum. Pemuda Cho itu terdiam, dengan gerakan lambat diperhatikannya kerumunan orang itu, rasa tidak rela itu tentu ada namun ia menarik ujung bibir sebelah kiri. Dengan langkah pasti menembus kerumunan itu untuk ‘menjemput’ Donghae.

Apa mau dikata, waktu seolah berhenti, Kyuhyun kembali membeku ketika melihat dia. Sedetik kemudian ia tersenyum, “terima kasih.” Ucapnya lantas menunduk sejenak, lalu kembali mendongakkan kepalanya untuk melihat kenyataan jika Donghae masih terjaga nyawanya.

“Kau tidak kenapa-kenapa?” Dengan panik Kibum bertanya pada Donghae yang terihat syok.

“A…aku.” Jawabnya tertahan pada tenggorokan. Semua terjadi begitu cepat, mobil itu hampir saja menghilangkan nyawa Donghae jika tidak ada Kibum yang berlari menghampiri dan mendorongnya ke tepi jalan.

“Kau terluka.” Kibum menyahut, hendak menyentuh luka tersebut namun, “kau tidak apa-apa tuan muda?” dua orang asing datang menghampiri keduanya yang sontak terkejut.

“Kalian?” Donghae bertanya bingung pada dua orang itu. Tanpa babibu lagi, keduanya menggiring Donghae menjauh dari Kibum, lelaki itu sebelumnya mencegah yang dibalas dengan, “terima kasih telah menolongnya, kami hanyalah orang bawahan.”  Membuat Kibum tidak dapat melakukan apapun selain memperhatikan Donghae semakin menjauh hingga memasuki mobil.

Ceklek

“Hyukkie?” panggil Donghae menyembulkan kepalanya setelah pintu terbuka dengan cengiran polosnya, terlihat Hyukjae yang terkejut lalu menutup map yang tengah dibacanya.

“Sedang apa kau disini?” melontarkan tanya yang disambut kerutan di kening Donghae, “harusnya aku yang bertanya padamu, kenapa tidak masuk kuliah huh?”

“Aku ada pekerjaan!” Hyukjae menjawab lalu menyamankan dirinya pada kursi kebesaran miliknya dengan Donghae yang lalu terduduk di depannya.

“Kalau boleh tahu, apa itu?” lebih serius Donghae bertanya, Hyukjae tersenyum usil, “rahasia!” jawabnya lalu tertawa.

“Mereka sedang membicarakan apa?” dia bertanya pada orang disampingnya, lawan bicaranya mengedikkan bahu bertanda tidak tahu dengan mata setajam elang yang mengawasi Donghae dan Hyukjae, perbincangan yang tidak begitu penting.

“Pelipismu terluka, apa yang terjadi?” Ungkap Hyukjae setelah mendekati Donghae, hendak menyentuhnya namun ditepis oleh kembarannya itu, “aku terjatuh, saudaraku.”

“Tunggu sebentar,” Hyukjae lalu berjalan menuju kotak P3K yang ada diujung ruangan. Sebelum mengambil kotak berisi obat-obatan tersebut, ia mengambil handphone di saku celananya, mengetikkan pesan, “apa saja kerja kalian hah?”

Debgan cepat Hyukjae mengubah raut wajah yang semula geram menjadi tersenyum pada Donghae yang meringis melihat kapas yang berisi alcohol hendak mengenai pelipisnya.

“Pelan-pelan!” pesannya pada Hyukjae ketika mengobati lukanya, “ini sudah pelan, saudaraku.” Sahutnya namun dengan usil ia tekan luka tersebut mengeluarkan teriakan dari mulut Donghae.

“Bukankah mereka terlihat begitu manis ketika bersama? Mereka saudara yang sempurna!” ungkap Leeteuk terharu melihat kerukunan EunHae, sedang Kyuhyun sedikit menyipitkan mata dengan pandangan menyelidik, “sepertinya memang begitu.” Timpalnya, Leeteuk lagi-lagi melihat ke arah Kyuhyun dengan senyuman yang tercetak pada bibirnya.

“Mencurigainya huh?” goda Leeteuk, Kyuhyun mengalihkan pandangannya, “maksudmu?”

“Lee Hyukjae, apa kau masih berpikir jika dia orang dibalik semua ini?” Leeteuk memperjelas, Kyuhyun mengedikkkan kedua bahu, “semua kemungkinan itu bisa saja terjadi.”

Drrt… drrtt…

“Sebentar,” kata Hyukjae sembari menghentikan aktivitasnya mengobati luka pada pelipis Donghae. Pemuda berambut coklat itu lalu meraih handphone dan membaca pesan yang masuk, “maafkan kami tuan, kami akan melakukan yang lebih baik lagi.”

“Memangnya ada apa?” Donghae bertanya melihat raut Hyukjae yang mengeras, sedang Kyuhyun semakin bertambah kecurigaannya ketika membaca pesan tersebut.

“Aku tidak percaya semua ini! Dia ingin membunuh saudaranya sendiri?” teriak Kyuhyun menatap Leeteuk dengan jari teracung pada wajah Hyukjae.

“Bukankah kau sendiri yang mengatakan jika semua kemungkinan bisa saja terjadi? Terlalu dini menyimpulkan jika dia berniat membunuh saudaranya!”

“Pesan tadi pastilah menunjukkan jika anak buahnya gagal melakukan pemubunuhnan pada Donghae, dan lihat ekspresinya ketika membacanya? Marah!”

“Kenapa kau begitu yakin, Cho Kyuhyun? Jangan samakan Siwon dengan Hyukjae, bagaimanapun juga mereka orang yang berbeda.” Leeteuk menasehati lebih lembut pada Kyuhyun serta membelai punggungnya, “kau hanya terlalu syok dengan apa yang dibalik kematianmu, kita lihat saja kebenarannya ke depan.”

“Bagaimana jika kita melihat keadaan Kibum sekarang?” tawar Leeteuk dan Kyuhyun harus mengikutinya karena Leeteuk telah menggenggam tangannya dan keduanya memudar.

“Kurasa dia tidak dalam keadaan baik.” Simpul Leeteuk melihat Kibum yang berbaring pada kasur, terlihat pemuda itu yang mengeluarkan keringat pada pori-porinya, jangan lupa ekspres kesakitan itu.

“Kasihan sekali!” ujarnya lagi prihatin, “itu pantas untuknya! Apa sebentar lagi dia akan mati?” timpal Kyuhyun yang tidak serta merta mengagetkan Leeteuk.

“Kau ingin dia mati?” tanya Leeteuk setenang mungkin, dijawab anggukan pasti oleh Kyuhyun.

“Artinya Siwon akan dengan mudah mendapatkan Donghae.” Ujar Leeteuk lagi mendiamkan Kyuhyun.

“Lalu Hyukjae?” Kyuhyun bertanya.

“Kemungkinan besar dia juga akan terbunuh karena berusaha menghalangi Siwon, dia hanya tahu jika Siwonlah yang membunuhmu dan dia akan membalas dendam, berbeda dengan Donghae yang hanya menangisi kepergianmu.”

“Dan nyawa Donghae juga akan terancam.” Leeteuk menlanjutkan.

“Lagi? Kenapa bisa begitu?”

“Jika dia tahu ada yang menginginkan nyawa saudaranya, menurutmu apa yang akan dia lakukan? Melindunginya, dan itu artinya nyawanyapun dipertaruhkan.” Kyuhyun lagi-lagi dibuat bisu akan penjelasan yang didengarnya, “apa tidak ada jalan lain agar korban tidak semakin bertambah?” tanyanya lesu dijawab tepukan di punggungnya.

“Itulah tugasmu dan aku akan membantumu.” Hiburnya, Kyuhyun hendak menyahut namun diinterupsi ringisan Kibum yang mengalihkan perhatian Leeteuk dan Kyuhyun.

“Dia harus segera ditolong!” ungkap Kyuhyun panik seraya terus menggapai Kibum, bisa ditebak jika itu tidak akan terjadi.

“Kakaknya akan segera kembali.” Sahut Leeteuk tenang, melegakan Kyuhyun yang lalu memandang Kibum dengan kasihan.

“Sudah lama kita tidak berkumpul seperti ini ya?” tanya Donghae pada Hyukjae, keduanya saat ini berada di dalam studio music dimana Donghae memangku sebuah gitar akustik dan yang satu lagi sedang mengecek kabel untuk gitar listriknya.

“Kau benar Hae, sudah berapa lama ya?” sahut Hyukjae lalu tertawa dengan gummy smilenya, “aku merindukan Kyuhyun, biasanya dia yang akan memainkan keyboard.” Timpal Donghae murung.

“Semua sudah berlalu, Hae.” Hanya itu tanggapan Hyukjae, ia tidak menatap saudaranya sama sekali ketika mengucapkannya. Bukan hanya Donghae yang merasakan perbedaan dengan dan tanpa Kyuhyun, tapi ia juga.

“Maukah kau berjanji denganku?”

“Janji apa?”

“Jaga dirimu baik-baik, saat kita bersama atau terpisah.” Ucap Hyukjae serius, membungkam Donghae yang teringat soal insiden tadi siang yang mengalaminya. “Maksudmu?” sergah Donghae berusaha mencairkan suasana yang sempat dilanda keheningan dengan kekehan.

“Maksudku ya kita harus lebih berhati-hati lagi, Kyuhyun meninggal secara tidak wajar jadi kita harus lebih waspada.” Donghae mengangguk-angguk tanda mengerti namun, ia melihat ekspresi lain dari saudara kembarnya yang terlihat bingung.

“Apa yang sebenarnya terjadi padamu Hyukjae? Aku selalu berkeluh kesah padamu, tapi kamu tidak pernah menceritakan masalahmu padaku!”

“Apa yang harus kuceritakan padamu?” Hyukjae balik bertanya, terdengar dingin yang mengunci mulut Donghae.

Flash Back

“Aku menyukaimu, sangat menyukaimu!” terlihat gugup ia berucap, lawan bicaranyapun terlihat sama bahkan, terlihat tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.

“Apa? Kau menyukaiku? Apa aku tidak salah dengar?” tanggapnya, “kau tidak salah dengar, aku benar-benar menyukaimu!” adalah jawaban yang dinantinya.

“Tentu saja aku menyukaimu, jika tidak, aku tidak mungkin mau berteman denganmu!” Hyukjae terdiam selama beberapa detik lalu tertawa renyah mendapat jawaban yang seperti itu dari Kyuhyun yang tertawa melihat ekspresi terkejut yang menurut Kyuhyun, terlihat lucu.

“Kau mengerjaiku, lagi.” Sahut Hyukjae malas lalu mendudukkan dirinya pada kursi taman terdekat. Kyuhyun mengikutinya, tersenyum-senyum sendiri yang mengundang tanya di kepala Hyukjae dengan pandangan tidak mengerti dia.

“Menurutmu apa Donghae akan menyukai ini?” Kyuhyun meminta pendapat, menyodorkan sepasang jam tangan pada Hyukjae. Pemuda itu memandangi jam tangan yang telah berpindah tangan padanya, terlihat berpikir hingga, “kau menyukai adikku?”

“Kupikir begitu, aku tidak bisa mengusirnya dalam mimpi-mimpiku.” Gelak tawa kemudian mengalun di bibir Kyuhyun, “dia tidak akan menyukainya!” tawa Kyuhun terhenti seketika, ia memandang Hyukjae di mana di detik lain pemuda bermarga Lee tersebut berdiri hendak beranjak dari taman kampus.

“Kenapa bisa begitu?” Hyukjae menoleh, mengangkat pergelangan tangan kirinya yang telah terpasang sebuah jam tangan, “kami sudah memiliki jam tangan pemberian mendiang ibu, bagi kami ini yang terbaik.” Melanjutkan langkah menuju kelas dia berikutnya.

Flash Back END

Atmosfer canggung makin kental terasa pada diri Donghae yang bertanya-tanya perihal saudaranya yang tampak berbeda. Hyukjae memandangnya penuh benci saat ini, menimbulkan perasaan takut hingga, “bagaimana kita bernyanyi bersama? Menyanyikan lagu kita.” Kata Donghae tersenyum.

Hyukjae membalas senyum tersebut, ia mengambil gitar akustik Donghae. Donghae terlihat mempersiapkan suaranya namun Hyukjae berdiri dari tempatnya setelah menerima sebuah pesan di ponselnya, “aku harus pergi, maafkan aku.” Ucapnya lalu menjauh, tidak mendengarkan larangan Donghae yang ingin dia bertahan lebih lama.

“Hyukkie,” panggil Donghae seiring dengan tertutupnya ruang studio music.

“Aku tidak mengerti.” kata dia pada satu orang yang lain, “Hyukjae, dia terlihat bimbang.” Kyuhyun melanjutkan sedang Leeteuk hanya terdiam.

“Apa kau bisa membaca pikiran?” Kyuhyun bertanya penuh harap, Leeteuk tersenyum namun menggeleng membuat Kyuhyun tersenyum kecut. Kyuhyun memandang Donghae yang melamun, pemuda itu mengambil gitar akustik, menghela nafas lalu mulai memetik senar.

Kyuhyun mendekatinya dan menempati posisi Hyukjae. Menikmati music yang tercipta dari senar tersebut, ia menyukainya, selalu menyukai permainan gitar Donghae. “Kita harus pergi.” Leeteuk menepuk punggungnya, mengembalikan Kyuhyun dari dunianya sendiri.

“Kemana?”

“Ikut saja.” dan kembali keduanya memudar bersamaan dengan berakhirnya lagu yang dimainkan Donghae.

“Kondisinya memburuk, dia harus dirawat.” Ucap Hangeng pada Heechul yqng menghela nafas pasrah, “apapun asal yang terbaik untuknya.” Balas Heechul disayangkan oleh Kyuhyun dan Leeteuk yang mendengarkan pembicaraan keduanya.

“Mungkin karena kejadian tadi.” Timpal Kyuhyun, ia mendekati Kibum yang terbaring lemah pada ranjang rumah sakit.

“Ini semua salahku, andai aku tidak masuk dalam kehidupan Donghae dan Hyukjae, andai aku tidak menjalin hubungan khusus dengan Donghae, andai aku bisa lebih peka pada keadaan sekitar, pada perasaan Hyukjae hyung dan Siwon hyung. Aku pasti masih hidup, Kibum tidak akan menjadi pembunuh, dan Hyukjae hyung tidak akan berlaku dingin pada Donghae.”

“Akhirnya kau mengerti juga.” Tidak ada gerutuan ataupun delikan tajam Kyuhyun ketika Leeteuk mengucapkannya. Yang ada hanyalah perasaan bersalah, arwah itu hanya memandang Leeteuk dan Kibum bergantian dengan sendu, “maafkan aku.” Ucap Kyuhyun pada akhirnya.

“Semua sudah terjadi. Yang bisa kau lakukan sekarang hanyalah memperbaiki semuanya, dan seperti yang kukatakan sebelumnya jika aku akan membantumu.”

“Tapi bagaimana? Tidak ada yang bisa kulakukan, melihat dan mendengarku saja mereka tidak bisa.” Keluhnya lagi, Leeteuk lagi-lagi menepuk punggung Kyuhyun pelan sembari melirik Kibum.

“Dia bisa membantumu.” Ujar Leeteuk, “jika dia sembuh.” Lanjutnya sebelum Kyuhyun berkomentar.

“Kau mengetahui yang ingin kukatakan?” Leeteuk menggeleng, “aku hanya menebak.” Kemudian terkikik melihat Kyuhyun memandangnya malas. “Hei kau! Cepatlah sembuh, kau harus membantuku!” ujarnya pada Kibum yang masih menutup matanya rapat.

“Datanglah ke alam bawah sadarnya jika kau mau.” Saran Leeteuk yang diangguki Kyuhyun, “aku akan menghantuinya sampai ia bangun!” secara usil Kyuhyun berucap, beberapa detik berikutnya ia mempersiapkan diri untuk memasuki mimpi Kibum.

“Dua kali aku mendatangi mimpinya, dua kali juga ia berada di taman.” Kyuhyun bergumam dengan menutup matanya, menikmati angin yang berhembus, yang menerbangkan rambut ikal juga membuai kulitnya dengan sensasi dingin menyenangkan.

“Bukankah sekarang musim dingin? Tapi dia bermimpi di musim semi.” Lanjutnya, “jadi, kemana aku harus mencari si pemilik mimpi?” tanyanya pada diri sendiri lalu berjalan dengan riang.

“Apa?” langkahnya terhenti dengan sendirinya ketika melihat pemandangan yang disuguhkan kepada dia yang lalu membeku.

~ To Be Continue ? ~

Kritik dan saran??? Hendak memasuki inti namun masih awal-awal saja, sampai sekarang saya masih takut ini jatuhnya seperti 49days.

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 24 Oktober 2013, in Deep Love, Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. mau lagiiii.. #mohon2
    ciee.. si evil jadi setan beneran.. #plakkkk…

    Suka

  2. Waah curiga nih yg jahat dr awal itu Hyukjae yah?? Muka dua nih Hyukjae >.<
    KiHae moment nya dikit kurang puas~kkk
    Lanjuuuttt !!^^

    Suka

  3. Sebener nya Kibum kenapa? Depresi?

    Dari awal aku udah pernah bilang kalo ini gak mirip sama 49days. Ada kesamaan nya sih, sama2 cerita dunia lain.

    Ko kaya nya chapter ini pendek ya.. Hihihi

    Suka

  4. kasian kibum..emang kibum knp sih.siwon yg merencanakan keclakan donghae?astg jahatx..lanjt

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: