[Chapter 8] Two Male Bride

Super Junior Yesung Brithday by Nazimah Elfish

Sebelumnya …

“Oppa?” Panggil Sae Hee yang memasuki kamar Kibum, terlihat Kibum yang tengah berbaring dengan posisi terlentang pada kasurnya.

“Hmm?”

“Oppa benar-benar rela Donghae eonnie menikah dengan Kyuhyun oppa?” Sae Hee kembali memastikan, Kibum menggeleng.

“Tapi mereka benar-benar akan menikah tepat di hari pernikahan kalian!” Sae Hee memberitahu, Kibum terdiam. “Oppa bilang tadi tidak rela, kenapa begini? Sesuka-sukanya aku pada Kyuhyun oppa, Kibum oppa tetap kuutamakan, aku tidak mau punya seorang oppa yang pengecut!”

“Kalau aku jadi Donghae eonnie, aku pasti bingung sekali karena calon suamiku menghilang entah kemana, padahal pernikahan kami semakin dekat, belum lagi Kyuhyun oppa datang membawa angin segar, aku pasti akan melakukan seperti yang Donghae eonnie lakukan! Untuk itu oppa harus kembali!”

“Kau tidak mengerti!”

“Apa lagi yang harus kumengerti? Oppa ingin menghukum Donghae eonnie? Sudah cukup oppa! Donghae eonnie sudah cukup menderita!”

Title : Two Male Bride

Author : Nazimah Agustina ( @NazimahElfish )

Pair : KiHae (Kibum x Donghae) slight KyuHae (Kyuhyun x Donghae )

Cast : Lee Donghae, Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Song Victoria, Lee Hyukjae, Kim Ryeowook, Choi Minho, Park Jung Soo, Kim Heechul, Choi Siwon, Lee Donghwa, Kim Sae Hee.

Genre : Romance, Drama, Hurt/Comfort, Angst

Rating : Teen

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Summary : Pernikahan adalah impian setiap pasangan. Begitupun dengan Donghae, ia mempersiapkan pernikahannya dengan Kibum, namun saat di altar ia malah bersanding dengan Kyuhyun. Kenapa bisa terjadi demikian? Akankah pernikahan itu tetap terlaksana? Dan pertanyaan terbesarnya adalah, Kemana Kibum dihari pernikahannya?

Warning : Gender Switch! Tema yang aku yakin sudah pernah diusung oleh author lain sebelumnya.

Chapter 8

Jemari Donghae menelisik kalender yang ada di tangannya, “sudah tanggalnya,” gumamnya lalu beranjak namun deru ponsel mengehentikan langkahnya yang hendak pergi.

“Iya Kyu?” sahutnya pada Kyuhyun yang menelpon dia.

“Turunlah. Kau mau ke tempat Heechul noona kan?”

“Benar, tapi kenapa kau bisa tahu?”

“Tahu dong! Cepatlah keluar kalau tidak mau kutinggalkan!” setelah itu Kyuhyun memutus panggilannya, dia kembali asyik mendengarkan lagu pada tape mobilnya hingga Donghae membuka pintu mobil dan memasukinya.

“Aku masih tidak percaya kau tahu dan ingat, terima kasih.” Donghae mengungkap tulus pada Kyuhyun tak lupa senyum manis tersungging di bibir tipisnya, ‘Kibum belum tentu ingat dan ada waktu mengurus hal seperti ini.’ Lanjutnya memudar senyum.

“Ah biasa saja, mau langsung kesana atau mampir ke tempat lain dulu?” Kyuhyun menanggapi dengan santai dan tawa kecil. “Euum, karena kau suka bunga jadi kubawakan ini untukmu.” Lanjutnya mengambil sebuket mawar merah dan langsung memberikannya pada Donghae.

“Tidak romantis sekali!” sambut Donghae lalu tertawa lepas memanyunkan bibir Kyuhyun yang melanjutkan, “kau tahu aku tidak bisa menggombal bukan?” lalu tertawa dimana Donghae menunjukkan raut tidak percaya sekaligus geli mendengar jawaban Kyuhyun.

“Kita ke tempat Heechul eonnie saja lalu makan siang, bagaimana?” tawar Donghae, Kyuhyun mengiyakan lalu melajukan mobil menuju butik tempat Donghae memesan gaun pengantin.

Sesaat setelah sampai tempat tujuan, hati Donghae serasa berdesir. Dia tidak ingin kembali lagi ke tempat ini tapi dia sudah terlanjur ada janji dengan Heechul beberapa minggu lalu. Kyuhyun sudah keluar dari mobil tanpa menunggu Donghae, membuat Donghae mau tak mau harus mengikutinya namun ketika hendak menyentuh gagang, pintu mobil tersebut terlebih dahulu dibuka oleh Kyuhyun yang kemudian memperlakukan dirinya bak putri raja, memaksa Donghae untuk tersenyum senang memperoleh perlakuan tersebut.

‘Dia masih ingat.’ Donghae berujar dalam hati memandang Kyuhyun, mengingat masa SMA dulu.

‘Dia tidak berubah, sama sekali.’ Kali ini Kyuhyun yang berbicara dalam hati, Donghae senang dipanggil dan diperlakukan seperti putri ketika masih sekolah dulu, sekarang? Masih tetap sama.

“Ayo!” Kyuhyun mengajak, menautkan jemari keduanya yang lalu berjalan beriringan. Langkah Donghae terhenti ketika berpapasan dengan pelayan yang dulu pernah meminta tanda tangan Kibum ketika KiHae mendatangi butik ini dahulu (kalau tidak salah diceritakan di chapter 1, ingat tidak? Saya juga tidak baca dari awal sih).

Keduanya bertatapan satu sama lain, Donghae dengan tatapan bingung dan khawatir pada tatapan amarah pelayan tersebut meski Donghae merasa maklum dengan hal itu dan kembali melanjutkan langkahnya dengan kepala sedikit mendongak menunjukkan kesan arogan dia, seolah memberitahukan kesuksesan dia dalam bidang karir dibanding pelayan tadi.

Kyuhyun tidak bertanya apapun, dia menyerigai melihat Donghae yang memandang remeh pelayan tadi. Keduanya kembali berjalan hingga samar-samar terdengar pembicaraan beberapa pelayan butik yang menggunjingkan keduanya.

“Bukankah itu Donghae-sshi dan Kyuhyun-sshi?”

“Ya benar, mereka akan menikah.”

“Bukannya calon suami Donghae-sshi itu Kibum-sshi?”

“Ah, kau ketinggalan berita, Donghae-sshi terlibat skandal dengan Kyuhyun-sshi! Masa tidak tahu?”

“Aigo! Jadi mereka itu pasangan selingkuhan?”

“Ya seperti itulah, kasihan Kibum-sshi, dia tidak kedengaran lagi kabar beritanya semenjak itu.”

Donghae memegangi kedua terlinga yang terasa panas mendengar hal itu, dia ingin sekali menangis dan Kyuhyun merasakan perubahan itu. Lelaki itu menoleh ke kumpulan penggosip, memandang mereka dengan tajam dan dingin yang berhasil membuat mereka membubarkan diri.

“Sudahlah, mereka sudah pergi.” Kyuhyun menenangkan, Donghae menyeka air mata kasar dan tersenyum memandang Kyuhyun juga mengangguk lalu kembali melanjutkan langkah menemui Heechul.

“Selamat siang Donghae-ah! Kyuhyun-sshi!” Heechul menyambut ramah keduanya, sedikit berbincang kemudian Kyuhyun dibawa ke ruangan lain untuk mencoba tuxedo yang akan dipakainya nanti.

“Sebentar ya Donghae!” Heechul berucap lalu meninggalkannya sendirian, Donghae hanya mengangguk sebagai tanggapan. Wanita teringat akan kedatangannya bersama Kibum untuk memesan gaun pengantin, siapa sangka jika dia kembali untuk mencoba gaun tersebut bukan dengan Kibum melainkan Kyuhyun?

Selang beberapa menit kemudian Heechul kembali dengan gaun putih gading di tangannya. Sebuah gaun pengantin sederhana namun nyaman dipandang mata seperti yang dipakai Kate Middleton saat menikah dengan Pangeran William beberapa tahun lalu.

“Cobalah!” suruh Heechul pada Donghae yang membisu memandangi gaun tersebut. Donghae sentuh bahan gaun tersebut, halus dan lembut. Dia memandang heechul dengan mata berkaca seolah meminta kepastian, Heechul mengangguk dan memberikan gaun tersebut serta mengantar Donghae menuju ruang ganti.

“Cocok sekali Donghae-ah! Kau terlihat seperti angsa putih yang cantik!” puji Heechul, Donghae tersenyum sebagai balasannya.

“Hei, kau kenapa?” Heechul bertanya setelah tubuhnya diterjang oleh Donghae yang tiba-tiba saja memeluknya dengan tangisan pecah.

“Hiks hiks hiks!” Donghae terus menangis di bahu Heechul, “eonni hiks!”

“Sudahlah! Semua telah berlalu!” Heechul menasehati, menenangkan Donghae dengan usapan pada rambut dan punggungnya. Beberapa saat kemudian keduanya terduduk pada sofa, Donghae sudah dapat menenangkan dirinya.

“Ceritakan apa yang kau ingin ceritakan donghae-ya?”

“Aku, terima kasih!” Heechul semakin tidak mengerti dengan Donghae, terima kasih untuk apa?

“Terima kasih telah menyambutku dan Kyuhyun dengan baik, aku sempat takut kau seperti orang-orang yang akan menatap kami sinis jika bertemu.”

“Ah, itu bukan,,,”

“Terima kasih juga tidak mengungkit tentang Kibum!” Heechul mencelos, dia memang kaget dan kecewa ketika baru mengetahui skandal itu, tapi bukan berarti ini seluruhnya kesalahan Donghae, dia tidak tahu amasalah apa yang sebenarnya terjadi pikirnya.

“Ah kau ini? Sudahlah! Yang lalu biarlah berlalu, mungkin hubunganmu dengan Kibum tidak harus sampai pada pelaminan.” Heechul menghibur membuat Donghae tersenyum dengan mata merahnya.

“Aku mau ganti baju dulu.”

“Silakan.”

“Kupikir, lebih baik aku tidak memakai ini di pernikahanku nanti.” Ujar Donghae masih memegangi gaun pengantin juga memandangnya dengn senyuman.

“Kenapa? Bukankah ini gaun yang kau idam-idamkan Donghae-ya?” Heechul menjawab kaget, meletakkan teh ke meja untuk mendengar penjelasan lebih lanjut dari pelanggannya.

“Aku tidak tahu akan kuat memakainya atau tidak. Gaun ini untuk pernikahanku dengan Kibum, bukan dengan Kyuhyun.” Donghae melanjutkan, “carikan aku gaun yang lain.”

“Pernikahan kalian sudah di depan mata, lagipula mau kau apakan gaun ini hhmm?”

“Aku akan melelangnya nanti setelah menikah, uangnya akan kusumbangkan ke panti asuhan.” Jawab Donghae dengan mata yang kembali berkaca.

“Ah baiklah, jadi gaun seperti apa yang kau inginkan?” Heechul menurut sebelum Donghae kembali menangis, membuahkan senyuman Donghae yang kemudian terlihat berpikir.

“Gaun yang lebih berani menunjukkan lekuk tubuh dan mewah kurasa cukup cocok.”

“Tinggal bilang sexy saja susah.” Heechul menyeletuk, Donghae memanyunkan bibir pertanda tak suka celetukan Heechul.

Jarinya sibuk mengetikkan beberapa kata pada keyboard, matanya menelisik membaca serentetan kalimat pada layar monitor dengan wajah mengeras. “Jadi mereka benar-benar akan menikah?” Kibum berkata tidak percaya setelah membaca artikel tersebut.

“Kalau aku kembali, paparazzi pasti akan mengikutiku setiap saat.” Gumamnya, dia lalu kembali terfokus pada gadget di depannya, ingin melihat beberapa foto-foto terbaru kekasihnya dan itu adalah pilihan yang salah karena Donghae tidak sendiri, melainkan bersama Kyuhyun.

“Mesra sekali mereka.” Kibum melanjutkan. Pada beberapa bidikan close up, terlihat kantung mata Donghae yang membesar dan sekitar mata menghitam menandakan terlalu banyak menangis dan kurang tidur. Beberapa pict yang menunjukkan Kyuhyun yang amat melindungi Donghae dari kamera dan orang-orang, jangan lupakan skinship diantara keduanya yang semakin membakar Kibum dalam api cemburu.

“Katanya tidak peduli?” Sae Hee berteriak di depan pintu kamar Kibum, “shut up!” Kibum menyahut dijawab kikikan Sae Hee.

“Kalau oppa mau ke Korea, ajak aku ya!”

“Untuk?”

“Aku sudah lama tidak kesana kan oppa?” Sae Hee bergelayut manja di pundak Kibum, juga kedipan genit yang dipandang Kibum dengan malas.

“Aku tidak akan kembali!”

“Loh, kenapa? Bagaimana dengan karirmu oppa?”

“Bukan urusanmu!” mengerucutkan bibir Sae Hee, gadis muda itu lalu melihat apa yang dilihat Kibum. “Mereka cocok ya? Cantik dan tampan.” Komentarnya, “kakakmu itu aku atau dia?” Kibum menjawab jutek, “cie ciee yang cemburu!” berlanjut pada godaan kakak beradik yang jarang bertemu itu.

syal donghae very pretty cute as woman Pernikahan adalah impian setiap pasangan. Begitupun dengan Donghae, ia mempersiapkan pernikahannya dengan Kibum, namun saat di altar ia bersanding dengan Kyuhyun. Kenapa bisa tejadi two male bride

Ini visualiasi untuk Donghae di FF Two Male Bride, semoga bisa dibayangkan aja yo!

“Bagaimana sayang?” Kyuhyun bertanya pada Donghae tentang tuxedo yang tengah dipakainya, sebuah tuxedo berwaran putih gading dilengkapi dengan dasi hitam menambah ketampanan pria bermarga Cho itu.

“Tampan dan keren, seperti biasa.” Donghae menyahut dengan senyum merekah di bibir, merapikan sedikit jas Kyuhyun yang bertanya, “bagaimana dengan gaunmu?”

“Aku akan kembali beberapa hari lagi untuk mencobanya kembali.”

“Bukan kau, tapi kita.” Kyuhyun mengoreksi perkataan tersebut yang berhasil membuat Donghae merasa tersanjung.

“Aku ingin mengajakmu makan malam, bagaimana?” Kyuhyun melanjutkan, Donghae menanggapi dengan anggukan, “makan siang dulu, aku sudah lapar.” Ujarnya diiyakan Kyuhyun.

“ Diriku semakin terlupakan olehmu, didalam cinta yang selalu bertahan ini. Aku terperangkap, Seperti burung dalam sangkar kecil. Aku tidak berdaya ketika melihatmu di layar kaca menggandeng tangannya erat seolah kau hanya untuknya, tidak menganggap diriku ada yang terus memperhatikanmu darisini.”  Kibum terus mengetikkan kata-kata yang ingin diungkapkannya untuk Donghae, setidaknya mungkin ini akan menjadi kado darinya untuk pernikahan KyuHae? Hanya Kibum lah yang tahu pasti untuk apa ia melakukan ini.

“Bisakah kau menghampiriku dan membangunkanku dari mimpi buruk ini, bangunkan aku?” Kibum menghentikan pergerakan jemarinya, ia tersenyum ketika ingat Donghae bahkan tidak tahu dimana dia sekarang, dia menyuruh keluarganya untuk tutup mulut bukan?

“Lelah terus menyambangiku, bukan, bukan karena lelah mencintaimu. Aku merasa lelah melihatmu dengannya, aku muak melihatmu yang tersenyum manis padanya bukan padaku. Jika aku kembali, apa kau akan memilihku lagi yang telah meninggalkanmu? Andai kau tahu aku kehilangan diriku sendiri disini, tanpamu aku bahkan tidak ingat namaku sekarang, akankah kau mau melepaskanku?”

Kibum lagi-lagi berhenti mengetik dengan mata memanas. Ia melepas kacamata minum yang sedari tadi bertengger manis di hidungnya, membaca rentetan kata yang dia ketik tadi. Entah ini puisi atau cerita yang cocok untuk dijadikan sebuah drama, Kibum tidaklah tahu.

“Inginku melupakanmu andai itu mudah. Ingin aku untuk terbang jauh meski sudah kulakukan, kita bahkan berada di benua berbeda kini. Ingin membiarkanmu pergi bersamanya, apa aku sanggup lebih lama dari ini? Aku ingin memisahkan kalian, mengoyak dia yang merebutmu dariku, tapi aku tidak akan kuat jika kau malah akan membenciku nantinya, itulah kekalahanku yang sesungguhnya.” Kibum menekan CTRL+S untuk menyimpan dokumen tersebut kemudian mematikan laptop yang ada di depannya sejak lama.

“Enak?” Donghae mengangguk mendengar pertanyaan tersebut yang membuat Kyuhyun tersenyum senang. “Kita bersulang.” Lanjutnya menuangkan botol wine pada dua buah gelas, “aku tidak minum.” Donghae menolak.

“Apa itu?” Kyuhyun menunjuk ke arah belakang Donghae, wanita itu reflex menoleh dan dia tidak menemukan sesuatu yang aneh.

“Ada apa memangnya?” tanyanya pada Kyuhyun.

“Ah, aku salah lihat, kupikir Kim Kibum.” Kyuhyun berucap enteng, tanpa dia sadari Donghae kembali melihat ke belakang bahkan matanya mencari namun nihil.

“Ayo bersulang, sedikit saja.” Kyuhyun melanjutkan, Donghae lalu mengambil gelas yang ditawarkan kyuhyun padanya, dia sudah sangat tahu jika Kyuhyun tidak bisa ditolak keinginannya.

“Cheese.” Ungkap keduanya kompak lalu meminum bersamaan dengan Kyuhyun yang menatap Donghae hingga wanita itu yang seperti tersedak, memuntahkan sebuah cincin dari mulutnya.

“Ini?”

“Untukmu!” Kyuhyun menjawab Donghae dengn senyuman yang terkembang di bibirnya, wanita Lee itu terdiam sepersekian detik hingga, “berjanjilah kau benar-benar akan menikah denganku?” membuyarkan donghae dari lamunannya.

‘Ting’

Cincin itu lolos begitu saja dari tangan Donghae, “biarku ambil.” Kyuhyun bergerak lebih dulu dari wanita itu yang merasa tidak enak hati.

“Aku, maaf!” Donghae berujar gugup, “aku tidak bermaksud,,”

“Tidak apa!” Kyuhyun memotong perkataan Donghae, keduanya lalu diselimuti diam selama beberapa saat yang tidaklah mengenakkan.

“Aku mau, asal,” Donghae menggantung ucapannya, sontak saja menarik perhatian Kyuhyun yang mengulang, “asal?”

To Be Continue ???

Waaahhh!!! Akhirnya ada kelanjutannya! Kupikir ini akan gantung untuk waktu yang tidak ditentukan, 3 hari untuk pengerjaan ini dan rasanya? Susah, lama gak nulis Fanfic.

Ada tanggapan dari pembaca sekalian? Jangan jadi maling!

Related Posts :

Other Posts :

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 23 Februari 2014, in Two Male Bride and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 12 Komentar.

  1. ah eon mah gantung u,u
    trik yg pas buat bikin pnasaran🙂
    di next eon ^^
    owh iya,ff eon yg udah di next apa aja?

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: