[Ficlet] Dream and 1209

dream and 1209 cover fanfic kihae about lee donghae seeking sender mysterious letter and kim kibum dream felt very real

“Hae, kau sedang apa?” Donghae terlihat terkejut ketika seseorang menepuk pundaknya, “ah Hyuk! Aku sedang menelepon para member, tapi tidak diangkat.” Ujarnya lemas, “siapa bilang? Lihat siapa yang datang!” Eunhyuk tersenyum, Donghae menyernyitkan dahi bersama dengan Eunhyuk yang berjalan keluar dan kembali lagi bersama Ryeowook yang membuat Donghae tersenyum sumringah.

“Terima kasih telah datang!”

“Tentu hyung! Aku akan mewakili para member untuk mendukung kalian!”

Title : Dream and 1209

Author : Nazimah Agustina ( @NazimahElfish )

Cast : Lee Donghae, Kim Kibum, Lee Hyukjae, and Kim Ryeowook

Pair : KiHae (KibumxDonghae)

Genre : Romance, Fluff, Drama, and Friendship

Rating : Teen

Disclaimer : Tuhan yang Maha Esa

Summary : Tentang Donghae yang mencari siapa pengirim surat aneh juga tentang mimpi Kibum yang terasa nyata.

Warning : Boyslove! Canon! Super Junior fanfic! KiHae Couple! Don’t like? Don’t read!

 

Happy Reading | 2014

~ Nazimah Agustina ~

Ketiganya berjalan meninggalkan hotel tempat menginap menuju tempat konser, terlihat beberapa bodyguard yang mendampingi mereka. Jangan lupakan masker, kacamata hitam, juga topi yang digunakan ketiga member Super Junior ini untuk menghindari kerumunan fans yang begitu setia menanti mereka.

Eunhyuk yang terfokus pada gadget dikedua tangannya, Donghae dengan wajah tertunduk, dan Ryeowook yang berjalan dengan memperhatikan sekitar hingga matanya terfokus pada seorang pria yang berjalan berlawanan arah dari mereka, mengenakan masker, kacamata hitam, dan topi seperti mereka.

“Mungkin dia artis juga.” Gumam Ryeowook menatap punggung laki-laki itu, sesaat kemudian dia tersadar dan melanjutkan langkahnya dengan langkah yang dipercepat menyusul kedua hyung dia.

“Konser akan dimulai sebentar lagi!” Terdengar teriakan dari seorang staff yang membuat EunHae semakin gugup, ini adalah konser tunggal perdana keduanya bertajuk ‘D&E Tour Concert In Japan 2014’ yang masih terasa seperti mimpi.

“Aku masih tidak mempercayai ini sebenarnya.” Eunhyuk bergumam, menolehkan Donghae yang tepat disampingnya. “Sebentar lagi.” Donghae menyahut, tersenyum pada Eunhyuk yang juga melakukan hal yang sama.

Beberapa menit berlalu dan mereka kini berada di panggung besar dimana di depan mereka terhampar lautan manusia yang menyaksikan penampilan keduanya. Mereka kemudian menyusuri panggung berekstensi tengah dengan tangan yang melambai juga senyum terpatri pada wajah rupawan keduanya, jangan lupakan sapaan pada ELF yang membuat gemeriuh penonton di dalam arena(?) tersebut.

“Donghae-ya! Beraegyolah dengan benar!” Eunhyuk mengatakannya pada Donghae yang dengan cute menyahut, “Tidak! Aku ingin melakukannya bersama!” sedetik kemudian gemeriuh penonton semakin jelas terdengar membuat kedua orang di panggung berhigh five.

“Apa lagu favorit kalian di album kami?” Donghae bertanya dan seorang penonton di barisan paling depan menjerit, “Superman!” dan Donghae kemudian berteriak, “Sekarang Superman!”

Bukan Super Junior namanya jika tidak melakukan hal konyol bukan? Itulah yang dilakukan Eunhyuk saat ini, ia menirukan gaya Yesung saat mulai menyanyikan lagu Superman yang tentu membuat semua orang terhibur.

“Hae Mom!” Eunhyuk memanggil, terlihat Eomma Donghae yang melambaikan lightsticknya dengan antusias, juga Eomma Eunhyuk yang duduk berdampingan dengan Eomma Donghae.

Beberapa jam yang melelahkan namun menyenangkan itupun berakhir, terlihat Donghae, Eunhyuk, dan Ryeowook yang berselca bersama dimana kemudian Eunhyuk mengunggah foto tersebut di akun media socialnya dengan deskripsi yang lucu yaitu mengibaratkan Ryeowook sebagai ‘&’ diantara D&E yang berarti Donghae, Ryeowook, Eunhyuk.

“Ah aku ingin ke kamar kecil dulu!” Dia kemudian bergumam, menitipkan gadgetnya pada Donghae lalu beranjak pergi dari back stage. Tertinggal Donghae dan Ryeowook yang melihat-lihat foto sembari tertawa kecil melihat hal-hal konyol yang terpotret menjadi kenangan tersebut.

“Ada surat untukmu Hae.” Donghae menoleh pada Eunhyuk kemudian menatap sebuah surat, “dari Elfish?” dan Eunhyuk mengangguk meski Donghae heran juga, ‘darimana dia mendapatkannya?’ namun tidak bertanya lebih lanjut.

Donghae membuka surat itu dengan penasaran dan terdiam karena hanya ada satu kata yang tertera di dalam kertas yang kini ada di tangannya.

“dua belas kosong sembilan.” Gumamnya, “apa maksudnya itu?” Ryeowook ikut menatap secarik kertas itu, “aku tidak tahu.” Donghae menyahut.

“Mungkinkah itu sesaeng, hyung? Aku baru saja mendengar kabar yang tidak enak tentang sesaeng EXO yang memberikan benda-benda aneh pada mereka.” Donghae semakin melongo, hoobae mereka itu memang memiliki banyak fan gila yang membuat bulu kuduk merinding tiap berulah, mereka juga punya tapi setidaknya tidak melakukan hal-hal yang begitu mencengangkan.

Tidak berapa lama kemudian datang seorang staff yang berucap, “ini surat dari ELF untuk kalian.” Ryeowook menyambut kotak yang dibawa staff tersebut dengan senang, begitu juga dengan Eunhyuk yang membuka satu-persatu surat dengan semangat, sedangkan Donghae semakin tidak mengerti dengan surat yang ada di tangannya, surat yang berisi angka 1209.

“Hyuk-ah, dari siapa ini sebenarnya?” Donghae bertanya pada Eunhyuk sambil mengibaskan surat tadi padanya ketika telah di dalam van, lelaki pemilik gummy smile itu mengedikkan bahu pertanda tak tahu, “darimana kau mendapatkannya?” tanya Donghae lagi.

“Dari seorang staff, memang isinya apa?” Donghae lalu menunjukkan kertas yang berisi tulisan besar ‘1209’.

“Mungkin si pngirim menyuruhmu untuk mendatangi kamar 1209?” Eunhyuk membagi pemikirannya tentang surat fan tersebut, semakin membuat Donghae tidak mengerti.

“Tapi bagaimana dia tahu hotel kita menginap? ” tanggapnya, Eunhyuk kembali mengedikkan bahu, “mungkin dia memang penguntitmu?” Jawabnya yang semakin menakutkan Donghae. Donghae lalu membaca kembali angka tersebut berulang-ulang dalam pikirannya hingga bulu romanya merinding, “mungkinkah?” gumamnya.

Dia menoleh pada Eunhyuk yang memasang earphone di kedua telinganya, juga Ryeowook yang tertidur di sebelah kirinya. Donghae kembali menerka, “1209 itu hari jadiku, mungkinkah dia tahu hubunganku dengan Kibum?” gumamnya lagi, mengusap wajahnya dengan lelah.

“Tidak ada salahnya mencoba saran Eunhyuk.” Putusnya meski ada takut juga, bagaimana jika benar itu sesaeng yang mengetahui hubungannya dengan Kibum? Bisa jadi maksud angka 1209 berarti 12 September yang merupakan tanggal istimewa bagi Donghae dan Kibum.

Rupanya Donghae begitu penasaran siapa yang pengirim surat tersebut, dia mencari kamar 1209 di dalam  hotel hingga dirinya merasa gugup ketika berada di depan pintu 1209. Dia tekan bel di dekat pintu lalu terdengar suara kenop yang terbuka.

“Kau?” Donghae tergagap, dikejutkan kembali dengan tangannya yang ditarik memasuki kamar tersebut.

“Sedang apa?” Donghae bertanya, “duduk dulu.” Orang itu menyahut yang dituruti Donghae.

“Kupikir kau sibuk.” Donghae mengeluarkan apa yang dia pikirkan, “aku sedang mengambil masa istirahatku.” Orang itu yang tak lain adalah Kibum menyahut.

“Kenapa tidak bilang jika mau kesini?” Donghae bertanya, Kibum tertawa renyah lalu menjawab, “hanya ingin memberi kejutan.” Tidak ada pembicaraan setelah itu, hanya diam yang menyelimuti, keduanya memang tidak pernah lagi bertemu beberapa minggu ini dikarenakan jadwal keduanya yang seringkali bertabrakan.

“Selamat ya, konser kalian sukses!” Kibum mengulurkan tangan kanan pada Donghae yang diam menatapnya, “kau datang?” Kibum mengangguk masih tersenyum membuat Donghae muak, “kenapa tidak bilang? Aku bisa memberikanmu tempat khusus!”

“Hei! Kau marah?” Kibum bertanya karena Donghae yang menekuk wajah setelah mendengar pengakuan Kibum tadi, “jadi Eunhyuk tahu kau datang?”

Flash Back

Setelah menyelesaikan urusannya di dalam kamar kecil, Eunhyuk lalu mencuci tangannya. Kebetulan di dalam toilet tersebut hanya ada ia dan seorang pria berpenyamaran lengkap.

“Berikan ini untuk rekanmu.” Kibum meletakkan sebuah amplop di samping westafel, “siapa kau?” Eunhyuk bertanya setelah menatap  amplop dan Kibum bergantian.

“Berikan saja!”

“Tidak mau!” Eunhyuk yang merasa kesal pertanyaannya tidak dijawabpun berkata ketus, hendak keluar dari sana tapi dicegat Kibum yang membuka kacamatanya, “ini aku hyung!”

“Eh? Kibum?” Eunhyuk jelas terkejut.

“Kau disini? Bagaimana bisa?” pertanyaan bodoh itupun terucap dari bibir Eunhyuk yang membuat Kibum berkata singkat, “berikan saja ini pada Donghae!” lalu keluar dari toilet setelah memberikan surat itu pada Eunhyuk.

Flash Back END

“Sudahlah! Aku ingin mandi!” Donghae berdiri dari duduknya, “jadi setelah pulang kau langsung mencariku?” Kibum melontarkan tanya sambil menahan tawa, Donghae hanya mendengus kesal menjawabnya karena dia memang langsung mencari kamar yang bertuliskan 1209 di dalam hotel seluas ini dimana semakin dibuat kesal karena tawa Kibum yang pecah.

Kibum menggeliat, merasa pegal juga berdesak-desakan dengan ELF tadi, belum lagi penampilannya yang bisa dibilang terlalu mencolok untuk ukuran fan yang menonton konser idol favoritnya : berkacamata hitam, memakai topi, dan memakai jaket, jangan lupakan karena penampilannya ini di tengah ribuan manusia hanya membuat dia gerah, tentu saja.

Kibum memtuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya dengan berbaring pada kasur, seiring matanya yang terus mengantup dia mendengar suara desir air dari kamar mandi.

“Bummie, Bummie.” Dengan Enggan Kibum membuka pelupuk mata, memperlihatkan Donghae dengan rambut basah tersenyum menatapnya. Beberapa titik air jatuh mengenai wajah Kibum yang membuatnya bertambah kesadaran dan menyadari betapa mempesona kekasihnya itu.

Tanpa ba bi bu lagi Kibum tarik leher itu mengecupnya ganas, membuat si pemilik bibir terkejut.

“Eempphh…” Donghae berusaha menarik diri tapi Kibum malah membalik poisinya hingga Donghaelah yang berada di bawah tubuh Kibum. “Aku harus konser lagi besok malam!” Donghae mengeluh, “terus?” Kibum mengangkat sebelah alisnya.

“Menjauh dariku!” Donghae menggulingkan tubuh Kibum dan memperbaiki jubah mandi yang dikenakannya. “Siapa suruh kau datang padaku hanya dengan seperti itu hah?” Kibum bertanya kesal pada Donghae yang tertawa, “ hanya ingin menggodamu.” dengan nada yang sama saat Kibum berkata ‘hanya ingin memberi kejutan.’

“Kalau begitu godaanmu berhasil sayang!” Kibum mendekapnya dari belakang, mengusap-usap punggung Donghae dengan kepalanya juga mengirup aroma jeruk yang dia sukai.

“Ah jangan ahh mengggoda aahh ku.” Donghae lalu menyikut Kibum yang semakin usil mengerjai tubuhnya, “kau tidak merindukanku eoh?”

“Setelah rangkaian konser selesai oke?”

“Aku mau sekarang!”Kibum berkata keras kepala sembari terus menggoda Donghae yang akhirnya menyerah yang sebelumnya mendesis, “jangan menggigitku! Aku tidak mau memakai syal saat konser nanti!” diiyakan Kibum yang semakin tidak sabar menjamah tubuh Donghae yang lama tidak ia rasakan.

 

Keesokan Harinya …

“Hoaaahhmm…” Kibum menguap lebar lalu menggeliat, dia meraba sebelah tempat tidur lalu terduduk tidak mendapati Donghae berada di sampingnya. Dia tersenyum-senyum sendiri mengingat kejadian semalam hingga Donghae mendatanginya dengan senyum terpatri manis di wajahnya.

“Sudah bangun tuan Kim?” Donghae menyapa Kibum setelah terduduk di depan pria itu, Kibum tersenyum juga megacak rambut Donghae gemas yang membuat Donghae tersenyum juga, “sepertinya mimpimu semalam indah sekali, mimpi apa?” Kibum menyernyitkan dahi dengan pertanyaan Donghae.

“Maksudmu?”

“Semalam setelah mandi aku melihatmu tertidur sambil tersenyum-senyum sendiri.” Donghae menjawab pertanyaan Kibum sambil memainkan ponselnya, tidak menyadari perubahan wajah Kibum yang semakin bingung.

Kibum melihat keadaannya sendiri, masih berpakaian lengkap pertanda hubungannya dengan Donghae semalam memang hanyalah mimpi. “Eeerrr…” Kibum menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, semuanya terasa begitu nyata hingga tidak menyadari dirinya yang masih berpakaian sama saat semalam sampai bangun beberapa saat lalu.

“Ah sudahlah! Ayo kita sarapan!” Donghae menarik tangan Kibum menuju meja makan, “hanya roti bakar saja sih, kau kan tahu aku tidak pandai memasak!” Donghae tersenyum polos menatap Kibum yang kembali mengacak rambutnya, “tidak apa, ayo makan!” ajak Kibum lalu terduduk di depan Donghae dan mulai menyantap sarapan keduanya.

“Kau akan segera pergi?” Kibum bertanya pada Donghae di sela makan karena pria manis itu yang sudah memakai pakaiannya lengkap, Donghae tersenyum dan mengganguk, “aku harus latihan beberapa jam lagi.” Ungkapnya.

Kibum membuka mulut ingin menceritakan mimpinya semalam, berharap bisa menjadikannya sebuah kenyataan hari ini, tapi dia terlalu malu dan lebih memilih untuk meminta tanpa perlu memberitahu tentang mimpinya pada kekasihnya itu.

“Ada apa denganmu? Ngantuk?” Donghae bertanya karena Kibum yang mendekapnya dari belakang, menaruh dagu pada pundak Donghae juga menguap kecil.

“Tidurlah lagi, aku akan menemanimu hingga tertidur.” Donghae kembali berucap tapi Kibum menggeleng, “lalu mau apa?” Donghae bertanya lagi.

“Aku menginginkanmu.” Kibum menyahut sambil menghirup aroma jeruk dari tubuh Donghae.

“kau sudah gila huh?” Donghae mengejek dan berbalik menghadap pria yang sudah lama dipacarinya, “aku merindukanmu,” Kibum merengek dan Donghae menangkupkan kedua tangannya pada kedua pipi Kibum, “kau pikir aku tidak? Bersabarlah sayang.” Ucapnya memohon pengertian lalu mengecup singkat bibir Kibum yang tidak ingin ini berakhir, dia tahan Donghae dengan menawan bibir tipis itu.

Donghae membalas ciuman Kibum seperti biasa, mengalungkan tangannya pada leher dia namun otaknya masih meneriakkan ‘tidak boleh berbuat lebih dari ini!’ yang membuat Donghae menarik diri lalu hendak pamit meski enggan.

“Terima kasih telah datang semalam, itu benar-benar suatu kejutan.” Donghae mengungkap isi hatinya, “tetaplah disini.” Kibum berkata sembari menyatukan kening keduanya. “Aku ingin tapi, belum bisa sekarang.” Donghe menyahut, “maafkan aku.” Lanjutnya namun Kibum menggeleng.

Donghae kembali menatap Kibum penuh harap, “kumohon,” gumamnya, “aku mencintaimu, percayalah.” Lalu mengecup singkat bibir Kibum.

“Aku harus pergi.” Ucap Donghae sedih melepaskan dekapan Kibum darinya. Kibum kembali menahan dia, bedanya kali ini tersenyum dan, “berhati-hatilah di jalan, aku mencintaimu.”

“Aku tahu kau memang pengertian, terima kasih.” Donghae kecup lagi bibir itu sembari tersenyum, Kibum membuka pintu lalu memastikan tidak ada orang di lorong kamarnya. Setelah Donghae siap dengan penyamaran barulah Kibum suruh dia keluar.

Kibum menguap berkali-kali pertanda ia masih ingin tidur, dia lalu memutuskan untuk kembali terlelap dengan harapan kembali bermimpi seperti semalam. Sebelumnya dia membayangkan wajah Donghae yang tersenyum lalu mulai memejamkan matanya bersiap menuju alam bawah sadar.

~ The Final ~

Krik … krik … saya tahu ini garing, tapi semoga kalian suka ^^ . waktu dan mood menulis FF saat ini memang berada di titik terendah di beberapa bulan ini, selain karena jumlah apresiasi di tiap FF tidak ada jadi mohon dimaklumi.

 

Related Posts :

Other Posts :

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 6 Juni 2014, in Drabble and Oneshoot, Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Kkk aku eunhae shipper sebenarnya tapi kihae ini ternyata sweeeettt bgt yaa >..< ff mu ngena bgt feelnya dpt bahasanya juga ringan love it ^^d

    Suka

  2. Bgus bngt mlah duh bum gk puas ktemu hae ampe ke bwa mmpi hehehe

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: