[Chapter 20] Option

OPTION kihae kimin kyumin kyuhae yunhae tentang donghae hidup bersama suami dan madu dia juga mantan kekasih yang masih mengharapkannya, juga rencana dengan sang pengacara merebut kembali harta yang telah dicuri dari orang tua

[FANFIC COVER] OPTION

Sebelumnya …

“Aku punya kejutan untukmu!”

“Apa itu?”

“Kita akan mempunyai dua anak!” Donghae kembali tersenyum untuk menjawab ‘kejutan’ yang dimaksud Sungmin, padahal hatinya tengah menyumpah-serapahi madunya itu, tentu saja ia tidak rela. Sungmin tidak hamil saja Kibum sudah begitu menyayanginya, apalagi jika ia hamil? Siapa yang harus disalahkan? Donghae yang menderita lalu berniat balas dendam? Si baik Sungmin yang terjebak diantara pernikahan Kibum dan Donghae? Atau Kibum yang merupakan awal dari semua ini?

Title : Option

Author  : Nazimah Agustina aka Nazimah Elfish

Pair: KiHae (KibumxDonghae) KyuHae (KyuhyunxDonghae) KiMin (KibumxSungmin) KyuMin (KyuhyunxSungmin) YunHae (YunhoxDonghae) WonHyuk (SiwonxEunhyuk)

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa.

Rate       : Teen

Genre   : drama, romance, hurt/comfort, angst, liitle friendship

Cast: Lee Donghae, Kim Kibum, Jung Yunho, Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, Lee Hyukjae, Kim Heechul, Tan Hangeng, Choi Siwon, Kim Jaejoong

Summary: New Summary! Kisah Donghae dalam menjalani kehidupannya, dari rasa cintanya cinta pada dua namja sekaligus, dendam pada sang suami, hingga persahabatannya dengan istri muda. Akankah ia terjebak pada ‘hubungan gelap’ pada akhirnya?

Warning : GS, crack pair..

Chapter 20

Menanti kabar darinya, darinya yang dirindu di kala sepi merajut malam, namun tidak juga datang dia yang diharap. Mungkin siang lebih baik dari malam yang sepi penuh rindu, meski cahaya hangat mentari belum cukup untuk melelehkan bongkahan es yang terdapat dalam hati. Mungkin juga sore lebih baik daripada malam ataupun siang, keindahan petang yang tidak seberapa dibanding senyuman yang merekah di bibir merah dia yang tengah diharap kedatangannya.

Sungmin menghela panjang, sedikit tersenyum lalu melihat langit petang di hari ini ditemani secangkir teh yang ada di tangannya. Dia merasa tidak enak hati entah mengapa. Bukankah harusnya dia bahagia karena kehidpan rumah tangganya akan semakin lengkap dengan hadirnya buah hati? Memang, tapi lebih dari itu ia merasa ada yang tak beres.

“Ah sudahlah!” dia menyimpulkan, menyesap habis teh kemudian menutup gorden untuk meyambut malam. Dia menduduki ranjang, menatap pintu yang tak kunjung terbuka dengan Kibum pelakunya.

“Aku bosan!” ungkapnya kemudian merebahkan diri. Tinggal di istana ini seorang diri membuat Sungmin jengah juga, banyaknya pelayan tidak berpengaruh baginya jika tanpa Kibum ataupun Donghae yang menemani.

“Kyuhyun?” Sungmin menyapa di balik telepon, terdengar balasan dari sana berupa tanya, ‘ada apa Sungmin?’

“Aku hamil.” Sambil tersenyum berucap, ‘benarkah? Selamat kalau begitu! Aku turut bahagia.’ Kyuhyun menjawab yang juga bahagia, tentu saja? Rencana dia dan Yunho telah berhasil, ditambah dengan kabar bahagia dari Sungmin.

‘Ya, setidaknya ini bisa kekuatan bagiku untuk melewat semua ini.’ Sungmin kembali berkata, terdengar sedih meski ia tetap tersenyum.

‘maksudmu?’

“Posisiku sebagai istri muda, setidaknya aku mempunyai harapan dan kekuatan lebih untuk terus bersama suami dan istri pertamanya, kau tahu sendiri posisiku tidak bagus di mata masyakarat.” Sungmin bercerita, Kyuhyun menanggapi dengan, ‘aku yakin kau bisa melewati semua ini dengan baik, Sungmin-ah.’

Sementara itu …

Kibum berjalan cepat menyusuri lorong rumah sakit, langkahnya terhenti di depan ruangan yang berlabel dr. Kwon.

“Jelaskan padaku tentang yang kau beritahukan tadi dokter!” Kibum menuntut, dr. Kwon menghela nafas sebelum menjawab, “jiwa nyonya Kim kembali terguncang setelah kembali ke rumah sakit ini.”

“Apa itu fatal?”

“Bisa memperburuk keadaan ibu dan bayi.” Kibum menghela berat, dia tahu pasti karena soal kehamilan Sungmin yang membuat Donghae merasa terbebani, harusnya dia bisa mencegah Sungmin tadi.

“Lalu bagaimana?” Kibum bertanya.

“Kami telah memberikan obat penenang, sebaiknya anggota keluarga menghibur dan mendukungnya, sebenarnya itu adalah obat yang paling ampuh.” Dr. Kwon tersenyum pada Kibum yang membalasnya sama.

Kibum menatap Donghae yang tertidur pulas akibat obat penenang, dia kembali menghela seraya melonggarkan dasi di lehernya juga menyapukan telapak tangan pada wajah lelahnya. Tatapannya lalu beralih pada perut besar wanita itu, “maafkan aku, aku tidak bermaksud menyakiti kalian hingga sekarang.” Ucapnya menyesal sembari mengelus perut yang dia sendiri lupa apa pernah melakukannya sebelum ini.

Laki-laki itu menatap jam, sudah malam dan dia belum ingin beranjak pulang. Dia akhirnya mengambil ponsel lalu mengetikkan sebuah pesan, ‘malam ini aku menunggui Donghae.’ Lalu mengirimkannya pada Sungmin.

Sungmin menerima pesan Kibum dengan wajah merengut, dia menginginkan laki-laki itu disampingnya tapi mau bagaimana lagi? Dia sudah memasak untuk menyambut kedatangan Kibum yang tak akan tiba. Wanita itu lalu mempersiapkan alat makannya sendiri mengingat bayi yanga da di rahimnya kini.

Beberapa hari berlalu dan Kibum tidak tahu keadaan perusahaan, salahkan dia yang mempercayai Kyuhyun juga Donghae yang menganggap Yunho seperti kakaknya sendiri. Baik Kibum ataupun Donghae tidak pernah ingin mengecek keuangan mereka. Donghae lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengkonsumsi obat-obatan yang membuatnya lekas tidur dan Kibum memilih menunggui Donghae ataupun pulang menemui Sungmin daripada ke kantor.

Ceklek

Donghae menoleh dan mendapati Kibum dengan sebuket mawar merah, merekahkan senyum di bibir Donghae yang tengah memainkan boneka nemo yang dibawakan Kibum beberapa hari lalu.

“Untukku?” Donghae bertanya, Kibum mengangguk semakin membahagiakan Donghae meski dia bingung juga dengan perubahan sikap Kibum yang memanjakannya. Donghae mengambilnya dengan senyum manis masih terkembang, dia tatap Kibum yang kini bermain dengan ponselnya, “dari Sungmin ya?” Kibum mengagguk bahkan tidak memandangnya membuat Donghae geram sendiri.

BRUK!

Kibum terkejut ketika Donghae melempar bunga pemberiannya ke lantai lalu memunggungi dia tanpa memeluk boneka nemo pemberiannya dan Kibum merasa bingung. Ternyata memiliki dua istri itu tidak mengenakkan ketika keduanya saling mencemburui, simpul Kibum yang kini berusaha membujuk Donghae setelah mengetikkan, ‘maaf, Donghae kembali memburuk’ untuk Sungmin meski Kibum telah membohongi istri keduanya itu.

Sungmin membaca pesan tersebut dengan nanar. Dia mencoba memaklumi tapi tetap saja air mata itu lolos dari kelopaknya, dia tidaklah serapuh Donghae yang mudah menangis namun hal ini menyiksa dia yang juga ingin diperhatikan. Kibum selalu meninggalkannya jika menerima kabar Donghae tanpa pernah mengizinkannya ikut serta, Sungmin mengerti Kibum khawatir dengan keadaan Donghae, tapi diapun ingin mendapat perhatian tersebut di saat sekarang.

Di lain sisi Kibum tidak ingin membuat Donghae terganggu dengan kedatangan Sungmin menemui Donghae di rumah sakit, meski Kibum tidak memberitahukan ini pada Sungmin untuk menjaga perasaan wanita itu. Kibum ingin menemani Sungmin sebagaimana mestinya, seperti sekarang ini Sungmin mengajaknya untuk pergi ke dokter kandungan tapi Kibum menolaknya karena tidak mau terjadi apa-apa pada Donghae.

“Siapa ini?” Kibum tersenyum dengan tangan yang ia gunakan untuk menutup mata Sungmin, dia tertawa membuat Sungmin berkata, “Kibum, lepaskan aku!”.

“Oke oke, maafkan aku!” Kibum berkata sembari duduk di sebelah Sungmin yang sedang menonton acara televisi. Dia menatap Sungmin dari samping yang tidak seperti biasanya, Sungmin yang dia kenal akan tersenyum ramah padanya dengan sedikit celotehan ringan, bukan Sungmin yang acuh tak acuh seperti sekarang.

“Maaf.” Kibum berucap, menatap Sungmin yang balas menatapnya juga, “kenapa minta maaf?”

“Soal kemarin, aku terpaksa tidak menemanimu.” Terjadi kecanggungan sekarang ini, Sungmin terdiam memperhatikan Kibum juga Kibum yang seperti tidak sanggup membalas tatapan menyelidik itu, mengalihkan pandangan pada acara TV.

“Tidak apa, aku mengerti.” Sungmin akhirnya menjawab dengan tangan yang menangkup kedua pipi Kibum, membuat lelaki itu menatap Sungmin yang tersenyum menahan air matanya.

“Kau seperti sudah lama menangis, ada apa?” Kibum lalu bertanya, terlihat khawatir pada Sungmin yang matanya terlihat sembab.

“Aku hanya menangis bahagia sayang!” Sungmin menjawab, menghamburkan diri ke pelukan Kibum yang membalasnya sama meski batinnya masih bertanya perihal Sungmin yang kembali berurai air mata di bahunya.

Disaat yang sama Donghae terbangun, “Kibum?” panggilnya namun ia sendiri di ruangan ini, ‘pasti bersama Sungmin!’ sebalnya dalam hati. Dia mengelus perutnya sendiri, terlihat berpikir tentang masa depannya.

“Dia pasti akan lebih menyayangi bayi Sungmin!” monolognya masih terus menatap langit-langit ruangannya berada kini. “Tentu saja! dia hanya mengasihaniku!” lanjutnya, sedikit senyuman terlukis di bibirnya meski merengut setelahnya, “aku membencinya!” pelan namun penuh penekanan Donghae melanjutkan, memperhatikan jam yang menunjukkan pukul tujuh pagi.

“Dia pasti datang hari ini!” ujarnya berharap.

“Aku merindukan masakanmu, percayalah!” Kibum berucap disela makannya, disambut tawa Sungmin meski berupa tawa kecil dan terus melanjutkan makannya, membuat Kibum penasaran sendiri.

“Kau ini kenapa?” Kibum akhirnya bertanya, “aku? Kenapa?” Sungmin balik melayangkan tanya.

“Ada yang kau sembunyikan?”

“Tidak ada.”

“Sungmin?”

“Kubilang tidak ada!” Kibum terkejut dengan Sungmin yang meninggikan suaranya, “maaf!” Sungmin berucap pertanda menyesal dan Kibum menyunggingkan senyum memberi sinyal jika ia tidaklah tersinggung meski ia merasa bersalah dengan perubahan sikap Sungmin padanya.

“Aku sudah selesai.” Kibum mengambil tissue untuk membersihkan mulutnya. “Kau akan menjenguk Donghae?”

“Ya setelah aku menghadiri meeting pagi ini.”

“Sejujurnya aku ingin menengok Donghae, bolehkan?”

“Tidak perlu, lebih baik kau istirahat di rumah saja.”

“Tapi aku bosan, Kibum-ah!”

“Kau akan lebih bosan jika ke rumah sakit.”

“Lalu kau untuk apa kesana terus?” membuat Sungmin penasaran dengan sang suami yang membeku seketika, “jangan bilang kau ada main dengan wanita lain?” tanyanya penuh selidik.

“Aku tidak mungkin melakukan itu!”

“Lalu beritahu aku kenapa tidak boleh menemui Donghae.”

“Donghae mengabiskan dua puluh jam dalam sehari hanya untuk tidur, kau akan semakin bosan disana!” Sungmin menunjukkan raut kecewanya, dia menghela nafas lelah kemudian membelakangi Kibum yang kembali mekanjutkan, “sepertinya kita perlu liburan.”

“Maksudmu?”

“Hubungan kita merenggang sejak Donghae sakit, sampai sekarangpun belum ada kepastian dia kapan bisa pulang. Bagaimana kita berlibur satu atau dua hari? Tidak perlu jauh-jauh, cukup untuk kita saja, jika Donghae sudah sembuh baru kita liburan bertiga.”

“Maksudmu berempat?” Kibum menyernyitkan dahi tidak mengerti dengan kata empat yang dikatakan Sungmin, “maksudku bersama bayi Donghae.” Sungmin tertawa kecil begitu juga Kibum. Keduanya lalu berpelukan dimana Kibum menghembuskan nafas lega, setidaknya Sungmin sudah tidak marah padanya.

Tinggal memberi alasan pada Donghae.’ Batin Kibum, tapi dia tersenyum sembari berkata, “apa alasan untuk Donghae? Dia pasti ingin ikut, tapi itu tidak mungkin.”

Sungmin melepas pelukannya, terlihatberpikir, “aku tidak tahu.” Jawabnya, Kibumpun telihat memikirkan sesuatu, “biar aku yang urus. Aku pergi dulu, bye!” Kibum berpamitan, mengecup puncak kepala Sungmin sekilas yang membuat wanita itu tampak kegirangan.

Dalam mobil …

Kibum mengetukkan jarinya pada kemudi, saat ini ia terjebak lampu merah jalanan ibu kota. Dia kembali memikirkan alasan dia tidak datang menjenguk Donghae nanti.

Berkata jujur pada Donghae? Kibum menggelengkan kepala.

Alasan kantor? Kibum kembali menggelengkan kepalanya, Yunho bisa saja memberitahu yang sebenarnya pada Donghae dan itu sangat fatal.

“Memberitahu yang sebenarnya akan membuatnya terbakar cemburu, tapi apa dia benar-benar telah mencintaiku?” Kibum menggumam, lampu hijau telah menyala dan dia kembali melaju kencang menuju kantor.

TBC

Chapter depan ya tamat ya? Ehehehe, aku mengetik ini selama tiga hari putus-putus, memikirkan cerita ini membuatku sedih sendiri, entahlah, kupikur begitu, aku menunggu respon oke?

Kibum, donghae, kyuhyun, sungmin, kihae, teen, sad, hurt, romance, family, genderswitch, super junior

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 16 Juli 2014, in Fanfiction, Option and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 14 Komentar.

  1. Aku kira abis di chap ini!
    Maaf baru bisa komen di chap ini!
    kibum yang baik hati berikan salah satu istrimu(donghae ya thor😀 ) untuk kyuhyun nak!
    Author-ssi emang ada kejadian apa di Chap14 sma 16?
    (salam kenal new reader)

    Suka

  2. Akhirnya updet jga..
    Jangan d.kasih hae menderita trz dong.kan kasian..
    Updet kilat ya

    Suka

  3. Minyoittumeea Pnycssibey

    d tunggu kelanjutannya kasian donghae menderita terus

    Suka

  4. kim haena elfish

    Oeni finally aku baca ffmu . Tapi kok masi nyesek untuk donghae .
    kan kasian huhu… aku pengen gorok leher itu pangeran es . Ayabaya waeee .

    di tunggu lanjutanya pleased buatbhappy ending untuk kihae mwuuuuuwwww ♥♥♥♥♥♥

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: