[Ficlet] Like A Love

LIKE A LOVE yoona kibum donghae kihae yoonhae yoonbum cover fanfiction super junior snsd seperti cinta tapi bukanlah cinta hanya rasa kagum yang kamu rasakan padaku selama ini, aku sendiri telah memiliki kekasih

Dia terduduk lama di kursi panjang, ditemani danau kecil yang berada beberapa meter di depan dia serta sebuah pohon rindang yang melindunginya dari terik mentari di siang ini. Dia mendongak, mencoba menatap matahari namun urung ia lakukan sebab cahayanya yang terlebih dulu menyakiti mata.

Drrt… drrttt…

Ponsel yang bergetar, membangunkan lamunan dia serta meneteskan sebutir Kristal dari kedua pelupuk mata indah itu. Ponsel putih berada tepat disamping tubuhnya, tidak langsung dia angkat panggilan itu melainkan dia pandangi hingga getar yang berhenti dengan sendirinya.

 

Title : Like A Love

Author : Nazimah Agustina ( @NazimahElfish )

Cast : Im YoonA, Kim Kibum, Lee Donghae, and Lee Seung Gi

Pair : KiHae with YoonA

Genre : Drama, Family, Romance, and Humor

Rating : Kids

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Summary : “Kau hanya mengagumiku yang kau anggap sebagai cinta, seperti cinta tapi bukanlah cinta … “

Warning : KIHAE COUPLE! BOYSLOVE! DON’T LIKE? DON’T READ. DON’T BE COPASER DAN PLAGIATOR!

 

Drrt… drtt…

Dia menoleh lagi, kembali memandang ponsel dengan kepala tertunduk. Ponsel itu berhenti melakukan pergerakan kecil pertanda panggilan telah berakhir, dia kembali menatap danau di depannya dengan sedikit senyum terkembang di bibir.

Flash Back

“Yoon Ah. Dari Korea?” gadis itu terperanjat kaget ketika namanya disebut bahkan beserta negara asalnya, dia mendongak dan melihat lelaki yang sepertinya satu kebangsaan dengan dirinya.

“Iya, senior.” Jawabnya gugup, sedetik kemudian terdengar senior lain yang meneriakkan namanya. Cepat-cepat anak baru yang bernama YoonA itu beranjak meninggalkan sang senior yang melihatnya dengan senyuman manis terukir di bibir tebalnya.

“Minumlah!” katanya sesaat setelah menempelkan sebuah botol mineral dingin di sisi wajah YoonA yang terkejut. “Tidak senior!” tolaknya tersenyum canggung meski dahaga membakar tenggorokannya.

“Tidak perlu sungkan, ambillah!” paksa orang itu, senior yang sama dengan yang menyebutkan kewarnageraannya tadi. YoonA  lalu mengambil mineral tersebut, sekilas diperhatikannya sang senior dari samping, ‘tampan’ batinnya menatap kagum sang senior yang lalu beranjak meninggalkannya, diiringi tatapan YoonA yang meneguk air mineral tersebut.

“Hakh! Hakh! Hakh!” YoonA menumpukkan kedua telapak tangan pada lutut dengan nafas terengah-engah. Dia benci? Tentu! Sangat mmebenci senior-senior yang ‘melatih’ mereka sebagai mahasiswa baru di universitas ternama di negeri Paman Sam ini.

“Istirahatlah!” lagi-lagi YoonA terperanjat, suara yang sama, YoonA mendongak dan menemukan orang yang sama. Reflex gadis itu tersenyum pada sang senior, “tidak senior!”

“Ayo!” YoonA seperti lupa cara bernafas ketika senior yang baik hati itu menariknya ke tempat teduh juga menyuruhnya duduk meski dipandang sinis senior lainnya.

Flash back END

Dia kembali mendongak, kali ini dengan tangan yang mengadah pada langit, rintik hujan akan membasahi bumi. Dia tetap terdiam dengan tangan masih mengadah hingga rintik yang semakin deras. Dia lalu membereskan barang bawaannya berupa dompet, buku harian, dan ponsel untuk beranjak pergi dari taman namun justru kembali terdiam ketika air hujan tidak lagi mengenai tubuhnya.

Dia lalu menatap, beberapa saat sampai orang yang memberinya payung berbicara, “ayo pulang.” YoonA ingin kembali menangis, “Kibum oppa?” panggilnya terbata, “iya Yoong?” jawab Kibum kalem.

“Tidak jadi.” YoonA dibuat kalut. Keduanya berjalan beriringan keluar dari taman dengan Kibum yang memayungi YoonA, “ke rumahku?” YoonA bertanya memastikan, Kibum mengiyakan dan kembali membuat YoonA bisu, tidak ada yang dapat dilakukannya selain mengikuti keinginan Kibum, sang senior yang mencuri hatinya.

Tok… tok… tok….

Beberapa ketukan lalu pintu dibuka oleh seorang yang berwajah teduh, menatap yoonA tersenyum penuh haru.  YoonA balas menatap orang tersebut meski dengan wajah mengeras, “aku pulang,” lirihnya masih menatap dengan pandangan melunak, panas ia rasakan pada pelupuk mata pertanda dia juga merindukan ini.

“Minggir, Donghae-sshi.” Lanjutnya berupa gumaman, dia lalu melangkah memasuki kamar serta menguncinya. YoonA menyandarkan punggung di daun pintu, beberapa tetes air mata membasahi kedua pipinya. Terdengar isakan kecil lolos dari bibir tipisnya, dia menyesali semua ini.

Dia buka pintu sedikit, mengintip pemandangan di ruang tamu. Dilihatnya Kibum yang masih berbincang dengan Donghae diluar, YoonA tutup lagi pintu kamarnya lalu merebahkan diri di ranjang. Beberapa saat kemudian terdengar deru mobil yang meninggalkan rumah, YoonA lalu memutuskan keluar kamar.

“Aku,” kata-kata YoonA terbata, “iya Yoong?” sahut dia yang menutup pintu. Tanpa disangka, YoonA menerjang Donghae yang terkejut beserta tangisan yang pecah begitu saja.

“Aku hiks sudah tahu semua hiks!” ungkapnya, “darimana kau tahu?” Donghae menjawab berupa tanya.

Flash Back

Dibawah payung yang melindungi keduanya dari hujan, mereka berjalan beriringan dalam diam hingga Kibum yang angkat bicara, “ini semua salahku, kesalahfahaman ini.” YoonA menoleh dengan tetap diam, diam yang menuntut penjelasan, “kau ingin tahu?” Kibum bertanya, “beritahu aku.” Jawab YoonA.

“Aku sudah tahu kalau kau akan memasuki universitas yang sama denganku dari Donghae, dia memintaku untuk menjagamu. Untuk itulah aku begitu memperhatikanmu ketika di Amerika.” YoonA dibuat bisu oleh pengakuan Kibum.

YoonA membawa buku-buku seorang diri dalam pelukannya, tampak kesulitan hingga jatuh. Dia memungut buku itu satu-persatu dengan perasaan kesal, ditengah gerutuannya lalu ada seseorang yang ikut mengambil buku-buku tersebut, “senior?” panggilnya, “panggil aku Oppa, kita sama-sama dari Korea kok.” Kibum menjawab dengan ramah membuat YoonA tersenyum malu-malu. Beberapa saat kemudian keduanya berjalan beriringan diselingi canda tawa.

“Aku tahu ini semua salahku karena tidak memberitahumu sebelumnya, aku mengenal Donghae sebelum aku mengenalmu. Aku mengenalnya sebagai lelaki yang kucintai, kami tertarik satu sama lain.”  Kibum melanjutkan, “kapan kalian mengenal?” YoonA menanggapi dengan dingin, Kibum tersenyum.

“Silakan diminum, kalian tampak serasi.” Kibum kembali tersenyum menjawab pelayan yang membawakan keduanya coklat panas, Kibum dan YoonA saat ini berada di sebuah kedai sederhana.

Donghae berjalan dengan riang menuju halte bus, dengan memakai seragam juga earphone di kedua telinga dia berjalan diselingi lompatan-lompatan kecil. Ketika menunggu bus yang datang, dia berdampingan dengan Kibum yang tengah membaca buku.

Donghae bersenandung dengan riang, mengganggu Kibum yang lalu menolehkan kepalanya pada Donghae. Kibum lihat sekilas Donghae dari samping bertepatan dengan bus yang berhenti tepat di depan mereka. Beberapa orang memasuki bus itu ramai-ramai tak kecuali Kibum dan Donghae dimana Donghae berjalan mendahului Kibum yang mengekori dia.

“Hei!” Donghae sedikit meninggikan suaranya ketika satu dari dua earphone yang terpasang di telinganya dilepas, pemuda manis itu menoleh dan mendapati Kibum yang memakai sebelah earphone miliknya dengan tatapan masih pada buku bacaan.

“Kau siapa?” Donghae bertanya pada Kibum yang duduk di sebelah kanan dia dan dimulailah kisah Kibum dan Donghae hingga sekarang …

YoonA tetap tidak bergeming, coklat panas miliknya pun tak tersentuh oleh dia yang kembali menangis dalam diam.

“Waktu itu aku kelas 2 SMU, Donghae satu tahun diatasku, dan kau masih SMP. Setelah lulus SMU aku melanjutkan kuliah ke Amerika, tiga tahun kemudian Donghae menceritakan tentangmu yang akan melanjutkan kuliah di universitas yang sama denganku dan meminta menjagamu selama disana.” Kibum bercerita lebih lanjut. “Ini semua memang salah kalian.” Lirih YoonA lalu terisak, “maafkan kami, “ Kibum menyahut tidak kalah lirih.

“Oppa?”

“Iya?” Kibum menyahut, YoonA tersenyum malu dan salah tingkah, “oppa?” ulangnya.

“Iya Yoong?” YoonA tertawa membuat Kibum ikut tertawa dengan tingkahnya ini, mengingatkan Kibum pada Donghae.

“Saranghaeyo.” Senyum Kibum hilang seketika, jadi YoonA menaruh perasaannya padanya?

PRAANGG…

Kibum dan YoonA menoleh, mendapati Donghae bersama pecahan gelas kaca di lantai.

“Oppa, kau kena…pa?” YoonA terbata ketika Kibum dengan cepat menghampiri Donghae, “kau tidak apa-apa?” Kibum bertanya sedang Donghae menatapnya dengan pandangan terlukanya.

“Aku capek, mau istirahat.” Donghae menyahut seraya menyingkirkan tangan Kibum dari pundaknya, sadar jika sang adik tengah menatap keduanya penuh selidik. “Temanilah YoonA dulu.” Lanjutnya sambil berlalu menuju kamar, membuahkan senyuman YoonA yang merasa Donghae tahu perasaannya pada Kibum.

“Euumm, aku pulang dulu!” Kibum berujar cepat, “apa?” hanya itu yang keluar dari mulut YoonA ketika Kibum yang langsung berjalan menuju pintu.

“Tapi Oppa!” YoonA berhasil menggapai lengan Kibum, “bagaimana dengan yang tadi?” YoonA mengungkit penuh harap.

“Maaf, tapi kau sudah memiliki pasangan.” Kibum menyahut membuat dahi YoonA mengkerut.

“Tapi hanya aku gadis yang dekat denganmu oppa! tidak ada yang lain!” YoonA meninggikan suaranya namun tidak ditanggapi Kibum yang telah melajukan mobilnya dari kediaman keluarga Lee, memanaskan mata YoonA juga Donghae yang memperhatikan keduanya dari jendela sedari tadi.

Donghae mengulas senyum dengan pernyataan YoonA dimana Kibum tidak dekat dengan gadis manapun selain adiknya, tapi setelah itu dia menangis mengingat rahasianya selama ini akan terbongkar.

 

Flash Back END

“Kenapa tidak cerita dari awal, oppa?” YoonA berucap manja, kakak beradik itu kini terduduk pada sofa sambil menonton TV juga memakan snack. “Nanti kau benci oppa lagi kalau tahu?” Donghae menyahut lalu mencomot camilan yang ada di meja.

“Kao teutap oppahku!” YoonA menjawab, Donghae tertawa karena inilah salah satu kebiasaan YoonA yang sama dengannya, berbicara dengan mulut penuh makanan.

“Kau benar-benar menyukai Kibum?” YoonA tersedak dengan pertanyaan sensitive Donghae. “Memangnya oppa mau menyerahkan dia padaku?” jawabnya, melirik Donghae yang terlihat terkejut.

“Kitakan mirip di segala hal, cepat atau lambat pasti tertarik padaku!” YoonA melanjutkan dimana Donghae tidak dapat berkata apapun. “Kupikir, akan begitu.” Donghae menjawab, YoonA seketika menoleh dan menangkupkan kedua tangannya di wajah Donghae, “aku akan melupakannya, aku memang shock ternyata kalian tidak normal tapi, kau tetap oppaku dan aku tidak mungkin menyakitimu lagi.” YoonA menanggapi dengan mata berkaca.

“Masa liburanku akan selesai, aku akan melanjutkan kuliahku di Amerika.” YoonA melanjutkan seraya menyamankan posisinya dalam rangkulan Donghae juga menonton tayangan yang ada di depan keduanya.

“Secepat itukah? Kupikir aku belum puas bersama adikku yang cantik ini!” keduanya lalu tertawa.

 

Tiga hari kemudian …

“Jaga dirimu baik-baik ya sayang!” Donghae mewanti-wanti YoonA yang kini dalam dekapan eratnya, YoonA mengangguk lalu melepaskan dekapan Donghae dan menatap Kibum yang tersenyum padanya.

“Jangan manja!” dua kata yang keluar dari mulut Kibum membuat YoonA tertawa, Kibum sudah menyelesaikan kuliahnya tahun ini dan dia ingin mencari pekerjaan di Korea jadi tidak ada alasan Kibum untuk ikut serta YoonA ke Amerika.

“Apa dia mengganggumu?” Donghae bertanya pada Kibum lalu menatap YoonA, “seperti kau yang menggangguku!” Kibum menyahut, ketiganya lalu tertawa.

“Terima kasih telah membimbingku selama ini. Terima kasih telah menjagaku, terima kasih telah menemaniku, maaf telah merepotkanmu, aku tidak tahu harus mengucapkan apalagi atas semua jasamu, senior.” YoonA menarik nafas lalu menatap Kibum yang selalu tersenyum padanya, “kau sudah kuanggap sebagai adikku sendiri!” sahutnya, YoonA mengangguk dan mengucapkan terima kasih, lagi.

“Oppa, terima kasih telah meminta Kibum oppa untuk menjagaku. Aku tidak tahu jika tidak ada Kibum oppa, pasti aku sudah jadi korban bully mahasiswa disana.” Donghae menjawab dengan usapan lembut di kepala YoonA yang merasa senang tiap di usap seperti itu oleh Donghae, dia merasa Donghae amat menyayanginya ketika melakukan itu.

“Maafkan kami telah menyembunyikan rahasia ini padamu dan membuatmu kecewa.” Donghae berujar, YoonA tersenyum lalu mengangguk. “Yang dikatakan Kibum oppa tentangku benar, aku tidak mencintainya tapi aku hanya mengaguminya.” Lalu terdengar pengumuman pihak bandara yang berisi pesawat akan segera lepas landas membuat ketiganya mengucapkan salam perpisahan.

YoonA mencari tempat duduk hingga akhirnya menjatuhkan diri pada sebuah kursi. Dia memasang sabuk pengaman lalu membaca majalah yang ada di dalam tasnya.

“La la la la la la…” YoonA menoleh, mendapati seorang lelaki yang bersenandung tepat disamping dia bersamaan dengan si lelaki yang juga menoleh.

“Apa aku mengganggumu?” tanyanya, “ah tidak!” sahut YoonA lalu kembali memperhatikan majalah di depannya. Lelaki itu mengangguk dan bersenandung ringan membuat YoonA mendengarkannya tanpa sadar, menggoyangkan kepalanya sesuai irama hingga nyanyian kecil itu berubah menjadi, “perkenalkan namaku Seung Gi.”

“Eh?” YoonA menoleh seketika dengan dahi berkerut, selang beberapa detik membalas jabatan tangan Seung Gi seraya menjawab, “namaku YoonA.”

 

Sementara itu …

“Ah akhirnya begini lagi!” Kibum berujar riang, merasa plong juga mengeratkan rangkulannya pada Donghae yang mengangguk. “Kau tahu? YoonA cerewet sepertimu! Aku tidak tahu apa jadinya jika aku dihadapkan di antara kalian!” keduanya lalu tertawa, “sudah kubilang jika kami memang mirip?” Donghae bertanya, tersenyum usil pada Kibum yang mengusap rambutnya lembut.

“Kau benar-benar akan menetap disini?” Donghae terdengar serius membuat Kibum terdiam sesaat kemudian tersenyum mengangguk. “Aku baru saja lulus kuliah, kau lupa?” Kibum balik bertanya.

“Iya aku tahu, tapi benar-benar ingin menetap disini?” Donghae mengulang pertanyaannya, Kibum mengajak Donghae duduk di kursi panjang tempat dia menjemput YoonA  beberapa hari lalu.

“Menikahlah denganku.” Kibum mengeluarkan sekotak cincin, Donghae menatap Kibum dan kotak yang belum terbuka itu bergantian lalu tertawa meremehkan.

“Kenapa? Ada yang lucu?” Kibumpun penasaran, Dongahe bangkit dari duduknya, meregangkan otot di depan danau.

“Aku memintamu menjadi kekasihku empat tahun lalu ketika hendak terbang ke Amerika dan kau menerimanya, salahkah jika aku melamarmu setelah aku kembali hhmm?” Donghae tergelitik dengan bibir Kibum yang mengusap pangkal lehernya.

“Bodoh! Aku saja sudah punya pekerjaan tetap, tapi kau? Mentang-mentang lulusan luar negeri, belum dapat pekerjaan saja sudah ingin menikah!” Donghae menjawab kesal dimana di detik lain gelak tawa terdengar dari mulut Kibum, “aku bahkan bisa mendapat pekerjaan yang kumau dengan mudah!” berujar dengan sombong membuahkan cibiran Donghae.

“Hae sayang!”

“Panggil aku hyung!”

“Kenapa begitu? Tidak mau!” Kibum mengelak, menyamamankan dekapannya pada Donghae menikmati pemadangan danau tanpa memperdulikan hal sekitar.

“Kau tidak ingin menikah denganku?”

“Sampai kau punya pekerjaan tetap!”

“Dan mapan tentunya.” Donghae kekeuh dengan pendiriannya.

“Baiklah-baiklah! Akan kuikuti kemauanmu tapi, dipakai cincinnya!” Kibum membuka kotak tersebut, hendak memasukkannya di jari manis Donghae namun Donghae menarik tangannya dengan bibir mengerucut.

“Apa lagi?” Donghae memukul kening Kibum karena kesal, “apa kau benar-benar pintar Kim Kibum sampai tidak mengerti tingkahku kali ini hah?” Kibum tampak berpikir dan itu membuat Donghae jengah.

“Kenapa kau tidak romantis sekali?” Donghaepun mengaku tampak merajuk dengan sikap Kibum ketika melamarnya yang amat tidak ada kesan ‘wah’.

Kibumpun mengerti, dia menyimpuhkan diri di depan Donghae, menggapai tangan Donghae serta menatapnya penuh harap. “Maukah kau menikah denganku?” ucapnya mantap lalu tersenyum manis, Donghae? Melongo dengan perubahan sikap Kibum.

“Buahahahahhahaha!”

“Ish! Kau membuatku terlihat bodoh!” Kibum mengumpat karena tawa Donghae dan berhasil membuatnya tutup mulut.

“Kau lucu, percayalah!” Donghae menyahut dengan senyum lebar, dia memegang pipi Kibum tapi lelaki itu menolak.

“Aku mau menikah denganmu, jadi pakaikan cincin itu padaku.” Kibum bergerak menjauhi Donghae, membuat Donghae kesal sendiri.

“Ayo pakaikan!” Donghae agak berteriak namun Kibum tidak memperdulikan hingga Donghae berlari menyusulnya.

“Kibum sayang!” berganti Donghae yang merayu Kibum yang masih membuang muka padanya.

“Jangan mendiamkanku terlalu lama!” Donghae terdengar merajuk sedang Kibum tak bergeming.

Cup!

Satu kecupan di pipi kiri berhasil membuahkan senyuman Kibum, dia menoleh mendapati Donghae yang tersenyum manis padanya.

“Ayo pakaikan!” Donghae mengulurkan tangannya dan Kibum memandanganya aneh.

“Kenapa?” Donghae bertanya, Kibum tersenyum lalu menggeleng serta memasangkan cincin itu di jari manis Donghae.

“Aku mencintaimu!”

“Aku juga mencintaimu!”

 

~~ The Final ~~

 

Ending yang cukup gantung sebenarnya, waktu awal memikirkan FF ini bukan ending konyol seperti ini yang kupikirkan tapi? Ending yang gimana ya, susah dijelaskan dengan kata-kata #ditabok. Pokoknya ending mau sesuai cover karena covernya dibuat saat 25% pengerjaan FF, tapi biarlah ending meleset dari dugaan.

Berharap kalian suka dan sempatkan mampir di kolom komentar.

 

RELATED POSTS :

OTHER POSTS :

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 12 September 2014, in Drabble and Oneshoot, Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 10 Komentar.

  1. 2016 dan aku baru nemu fic kihae disini kkk ijin jalan2 di blog mu ya? Hihihi keren keren keren aku kangen kihae❤

    Suka

  2. happy kihae day.!!!!!!! happy 129 kihae… ff nya bagus eon., nyesek di awal kocak di akhir, ada yoona seung gi moment juga

    Suka

  3. covernya berasa nipuuu…
    kukira bakal sad, ternyata enggak..
    kocak pas adegan pelamaran donghae.. gk romantis amat,
    tiu yoonGI nyempil…

    Suka

  4. Endingnya so sweet koq,wlau kibum gk da romantis2nya, akhrnya yonna dpt pnhanti kibum jd kihae ttap br sama

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: