[Chapter 5] Deep Love

deep love cover fanfic kihae kyuhae kihyuk kyuhyuk

deep love cover fanfic kihae kyuhae kihyuk kyuhyuk

Sebelumnya …

“Dia bisa membantumu.” Ujar Leeteuk, “jika dia sembuh.” Lanjutnya sebelum Kyuhyun berkomentar.

“Kau mengetahui yang ingin kukatakan?” Leeteuk menggeleng, “aku hanya menebak.” Kemudian terkikik melihat Kyuhyun memandangnya malas. “Hei kau! Cepatlah sembuh, kau harus membantuku!” ujarnya pada Kibum yang masih menutup matanya rapat.

“Datanglah ke alam bawah sadarnya jika kau mau.” Saran Leeteuk yang diangguki Kyuhyun, “aku akan menghantuinya sampai ia bangun!” secara usil Kyuhyun berucap, beberapa detik berikutnya ia mempersiapkan diri untuk memasuki mimpi Kibum.

“Dua kali aku mendatangi mimpinya, dua kali juga ia berada di taman.” Kyuhyun bergumam dengan menutup matanya, menikmati angin yang berhembus, yang menerbangkan rambut ikal juga membuai kulitnya dengan sensasi dingin menyenangkan.

“Bukankah sekarang musim dingin? Tapi dia bermimpi di musim semi.” Lanjutnya, “jadi, kemana aku harus mencari si pemilik mimpi?” tanyanya pada diri sendiri lalu berjalan dengan riang.

“Apa?” langkahnya terhenti dengan sendirinya ketika melihat pemandangan yang disuguhkan kepada dia yang lalu membeku.

Title : Deep Love

Author : Nazimah Agustina / Nazimah Elfish

Pair : KiHae slight KyuHae, Twins!EunHae, KyuHyuk, SiHae, and others

Cast : Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Lee Donghae, Park Jung Soo, Lee Hyukjae, and Choi Siwon

Rating : Teen

Genre : Drama, Romance, Hurt, Mystery, little Crime

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Summary : “Kekasihmu merasa hidupnya hancur, begitupun dengan pembunuhmu, ia juga merasa hancur kala melihat kekasihmu yang bagai mayat berjalan saat mengantarmu menuju makam. Cinta begitu dahsyat rupanya, dapat membutakan mata hati seseorang, membuat bahagia seseorang juga dapat membuat seseorang merasakan kejamnya dunia, kedua insan itu adalah korban cinta yang terlalu berlebih.”

Warning : boyxboy! Cerita umum! Super Junior fanfic! Don’t like don’t read!

 

Nazimah Agustina | Chapter 5

 

Kyuhyun masih terus terdiam hingga ia menghela pasrah, hanya disini ia dapat menghela, merasakan benda, ataupun merasakan angin, hanya ada di dalam mimpi. Pria ikal itu berusaha menyadarkan dirinya jika dia tidak mungkin hidup kembali, tubuhnya saja sudah tertimbun tanah jadi bagaimana bias dia mengharap Donghae terus bersamanya?

“Ekhem…” satu deheman Kyuhyun yang mengudang tolehan dari dua orang tidak jauh dari tempatnya, “Kyu?” betapa Kyuhyun merindukan suara ini memanggil namanya dengan bahagia, Kyuhyun mengangguk setelah menutup matanya sejenak.

“Ini aku Hae.” Balasnya tersenyum sumringah, Donghae berlari menubruk Kyuhyun dengan haru. Semuanya masih sama bagi Kyuhyun, Donghae-nya masih sebagai sosok manis yang cengeng, aroma jeruk tetap menguar dari tubuhnya meski ini hanya mimpi, rasanya Kyuhyun tidak ingin keluar dari dunia mimpi seorang Kim Kibum sekarang karena ini terlalu nyata untuk dia.

Kyuhyun tangkup kedua pipi itu, menggesekkan ujung hidung dia dengan ujung hidung Donghae yang terkiki geli, Donghae satukan kening keduanya sembari memejamkan mata, “aku merindukanmu, sungguh.” Desahnya masih dengan senyum dan mata yang terpejam.

“Aku juga, sangat.” Kyuhyun menjawab, ingin merekam moment ini sebaik mungkin, dia sadar jika dia belum merelakan Donghae menjadi milik orang lain. Begitupun Donghae, dia masih tidak sanggup merelakan Kyuhyun meninggalkannya pergi untuk selamanya.

Sementara itu Kibum memandang dingin keduanya yang masih asyik melepas rindu satu sama lain, cemburu membakar hatinya? Tentu saja dan Leeteuk di alam atas sana melihat perubahan raut wajah Kibum yang mengeras, malaikat pendamping itu menggelengkan kepalanya lemah, dia mengerti posisi Kyuhyun, Donghae, dan Kibum saat ini.

Di tempat lain, Donghae memeluk bantalnya erat. Pemuda manis itu tersenyum sambil menangis dalam tidurnya, memimpikan bertemu dengan Kyuhyun adalah hal yang didambakannya dalam tidur. Sungguh Donghae bersyukur karena Tuhan mengabulkan permintaannya meski hanya lewat mimpi.

Kyuhyun melihat Kibum dari eor matanya dan ia tersentak, mengagetkan Donghae yang gentian menangkup kedua pipinya, “kau kenapa?” bertanya dengan suara seraknya karena terlalu banyak menangis.

Kyuhyun tersenyum lembut, mengenggam tangan hangat Donghae pada pipi lalu melepaskannya dengan sangat perlahan, “lupakanlah aku.” Dua kata yang membuat Donghae terhenyak dan menangis keras sedangkan Kyuhyun menulikan pendengarannya dan terfokus pada Kibum yang telah berjalan menjauh dari keduanya.

“Jangan jadi orang pengecut! Biarkan kita bicara!” Kibum menghentikan langkahnya, dia tidak berbalik tapi Kyuhyun mendekatinya dengan kedua tangan yang dimasukkan dalam saku celana. “Kau pikir dengan membunuhku saja sudah cukup untuk memiliki Lee Donghae?” Kibum tak bergeming, Kyuhyun mendecih.

“Kau salah, sepupuku bahkan tega ingin membunuhku karena mencintainya.” Kibum menoleh sebentar pada Kyuhyun yang tepat berada di sebelahnya, “kau pasti tahu Hyukjae kan? Dia kembarannya Donghae, dia mencintaiku dan entahlah, kupikir dia ada maksud jahat pada Donghae.” Kibum mengusap wajahnya pelan, “membunuhku untuk mendapatkan kekasihku, kau bukan hanya berhasil membuatku kehabisan darah tapi juga menjadikan Donghae mayat hidup eoh?” Kyuhyun mengintimidasi, menyerigai senang karena wajah Kibum yang memucat, ‘kena kau!’ Kyuhyun berucap dalam hatinya.

“Aku akan merelakan kekasihku untukmu asal kau membantuku untuk balas dendam, cepatlah bangun, kau bukan sleeping beauty kan?” sindirnya, keduanya bertatapan intens hingga Kibum mengangguk pelan.

“Bagaimana tuan Cho?” Leeteuk tersenyum pada Kyuhyun yang meringkuk, tubuhnya lebih pucat dari biasanya. Leeteuk usap rambut coklat madu ikal pemuda itu, Kyuhyun tersenyum dengan kepala yang masih tertunduk lalu mengangguk lemah, “aku tahu kau bisa melakukannya.” Leeteuk melanjutkan dengan bangga kemudian menoleh pada Kibum yang melakukan pergerakan, dia akan sadar .

Sementara itu Donghae kembali meraung, bahkan di dalam mimpinya Kyuhyun mengucapkan selamat tinggal. Tidak bisakah Donghae melepas rindu dengan tenang? Tanpa embel-embel perpisahan yang justru membuat hatinya semakin hancur? Donghae tahu Kyuhyun memang sudah tiada tapi tetap saja terasa sangat cepat bagi Donghae yang terlanjur menyayangi pemuda yang dua tahun di bawahnya tersebut.

Cklek!

Hyukjae tertegun melihat saudaranya yang kembali terlihat kacau, dia melonggarkan dasinya dengan jengah. Perlahan di dekatinya sang saudara yang langsung memeluk perutnya, “hiks… hiks…” Ya tuhan, kenapa saudaranya begitu cengeng eoh? Hyukjae membatin.

“Sudahlah Hae, Kyuhyun sudah pergi.” Kenapa aku yang selalu menghiburmu Donghae-ya? Kenapa? Kau bahkan tidak pernah tahu betapa teganya kau hancurkan hatiku.

“Hiks… Hyukkie tadi hiks aku memimpikannya hiks.” Lihat, kau selalu lebih beruntung dariku, kau dapat berkelakuan manja pada semua orang , mendapat cinta Kyuhyun, Siwon rela membunuh keluarganya demimu, dan sekarang Kyuhyun bahkan lebih memilih untuk mendatangi tidurmu dibanding tidurku?

“Sudahlah, tidurlah lagi, aku akan menemanimu.” Hanya itu yang dapat kukeluarkan dari mulutku untuk ke sekian kalinya padamu Hae-ya.

Hyukjae menutup pintu kamar Donghae dengan hati-hati, dia mengusap wajahnya lelah lalu berjalan menuju meja makan. Lagi-lagi dia menghela, tidak menyadari Kyuhyun yang kini terduduk tepat di sampingnya. Arwah itu tersenyum lembut, dia melihat semuanya di kamar Donghae, Kyuhyun dapat melihat tatapan luka di mata Hyukaje karenanya. Sekarang Kyuhyun meragu, apa benar Hyukjae tega ingin menyakiti saudara kembarnya?

Hyukjae jelas lebih dewasa dibanding Donghae, pembawaan dia yang lebih tenang dari Donghae salah satu buktinya. Kyuhyun memijit pelipisnya, dia lelah, sungguh. Hyukae meneguk air putih dalam gelas yang ada di tangannya, dia menangis memanggil nama Kyuhyun yang menatapnya sendu.

“Kenapa hiks selalu aku? Dari kecil hiks aku yang selalu mengalah dari dia hiks?” Hyukjae masih terisak, “bahkan hiks disaat kedua orang tua kami hiks pergi, aku hiks yang menghiburnya hiks yang terus menangis hiks.”

“Bahkan dia hiks merebut Kyuhyun dariku hiks, dia jahat sekali bukan? Hiks, Kyuhyun-ah hiks, andai kau akulah hiks yang kau cintai hiks pastilah kau masih hidup sekarang.” Adunya pilu, Kyuhyun ingin sekali merengkuh tubuh rapuh itu namun tak akan mungkin bisa.

Sementara itu Donghae kembali membuka matanya, dia belum bisa tidur selepas Hyukjae menghiburnya tadi. Setidaknya pemuda penyuka nemo itu tersenyum, dia senang Hyukjae yang kembali ada untuknya. Masih jelas di ingatannya Hyukjae beberapa waktu lalu saudara kembarnya itu yang menjauhinya, bersikap dingin pada Donghae yang merasa semakin kehilangan orang yang dia cinta.

“Kenapa semakin rumit saja?” Kyuhyun mengadu pada Leeteuk yang balik bertanya, “ada apa?”

“Hyukjae, kurasa kau benar, dia tidak mungkin menyakiti Donghae.”

“Kenapa bisa begitu?” Leeteuk lalu berjalan mendekati Kibum, saat ini keduanya tengah berada di dalam kamar Kibum yang masih dirawat di rumah sakit, entahlah mungkin kamar ini akan jadi tempat tetap keduanya.

“Tadi aku mengunjungi Donghae, ternyata dia juga bermimpi hal yang sama dengan Kibum.” Kyuhyun tersenyum lalu bangkit dari posisi berbaringnya, “kau tahu? Kami melepas rindu, semua masih terasa sama, matanya yang mengerling indah, bibir tipisnya yang memohon untuk dikecup, hidung mancungnya yang tentu saja nikmat untuk dicubit, pipinya yang halus bak porselen, aroma jeruk yang selalu memabukkanku.” Kyuhyun bercerita dengan mata yang manatap langit-langit kamar sedang Leeteuk hanya tersenyum maklum.

“Tapi, aku juga melihat bagaimana usaha Hyukjae menguatkan Donghae, selama ini mereka memang saling menguatkan meskipun aku tahu Donghae lebih kekanakan dari saudaranya. Disitu aku melihat untuk pertama kalinya Hyukjae menangis, tidak ada yang menghiburnya.” Kyuhyun memelankan suaranya, terlihat bingung ingin melakukan apa.

“Jadi?”

“Apanya?” Leeteuk memutar matanya malas, arwah disampingnya ini belum mengerti juga ternyata.

“Ayo kita ikuti Hyukjae, aku penasaran juga dengan anak itu lama-lama.” Kyuhyun mengangguk setuju dan sedetik kemudian tidak ada percakapan lagi di kamar yang dipenuhi foto Lee Donghae tersebut.

Keduanya tengah berada di ruang kerja seorang Lee Hyukjae, Kyuhyun mengulum senyum ketika retinanya membidik saudara kembar yang tersenyum cerah. Pintu terbuka oleh Hyukjae yang menduduki kursi kerjanya dengan tergesa, membuka-buka map dengan cepat hingga dering ponsel mengganggunya.

“Untuk apa kau menghubungiku lagi hah?” Hyukjae berujar geram menimbulkan tanya di kepala Kyuhyun dan Leeteuk yang saat ini tepat berada di kanan dan kirinya.

“Kecelakaan mobil yang hampir dialami Donghae adalah buktinya!” Kyuhyun dan Leeteuk jelas terkejut, Hyukjae tahu tentang itu? Bagaimana bisa mengingat Donghae yang berbohong soal luka di keningnya?

To Be Continue????

Nanggung banget yes?? Wkwkwkw, mind to comment???

Related Post :

Kyuhyun, donghae, kibum, eunhyuk, leeteuk, kihae, kyuhyuk, kyuhae, boyslove, drama, romance, super junior, mystery, sad

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 15 Februari 2015, in Deep Love, Fanfiction and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. mampirrrr…. kunjungan blogger sis 😀

    kunjungi lapak kami juga gan/sis aneka souvenir kerajinan indonesia

    Suka

  2. Ka aku mau protea, APAAPAAN INI?????… Udah ditungguin lama banget loh kak, ada lanjutannya. Y y y???.. Ini bagus beneran,udah dari jaman kapan tau ini kak? Hiks hiks..
    Okej okeh gk ppa, ino bagus tapi, masih syukur sih di lanjutin, plis ka, lanjutannya ada y? Jangan nunggu satu taon lagi ini..

    Suka

  3. Ff nya bagus… Aku suka smua ff mu chingu apalagi tntng kihae aq kihae shipper heheeheh….trs semangat buat nulis ffnya ya jngan bosan bosan buat nulis ff tntng kihae…..fighting chingu ^^….

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: