[KiHae Fanfiction] Trapped by Love Chapter 6

Sebelumnya …

“Sudah selesai masalah yang kemarin?” Eunhyuk mengungkit tanpa melihat Donghae, mata dan tangannya sibuk menyalin angka demi angka dari buku latihan Donghae ke buku latihannya sendiri.

“Kau begitu beruntung dapat berpacaran dengannya! Karena nilaiku juga ikut-ikutan bagus!” Eunhyuk melanjutkan dengan tawa senangnya, pemuda itu tidak menyadari jika Donghae memandangnya dengan tatapan terluka mesti semua itu di interupsi oleh guru mereka yang memasuki kelas lebih awal.

“Anak baru? Diakhir tahun ajaran? Yang benar saja!” Eunhyuk berucap tak percaya setelah sang guru memperkenalkan anak yang turut serta dengannya, Donghae menyipitkan mata, memperhatikan teman barunya dengan seksama.

“Salam kenal! Mohon bimbingannya!”

trapped BY LOVE COVER FANFICTION CUTE VERSION SIHAE KIHAE KANGTEUK EUNMIN COUPLE mereka yang selalu bersaama dan ini adalah kisah mereka

[FANFIC COVER] TARPPED BY LOVE : CUTE VERSION

Title : Trapped by Love

Author : Nazimah Agustina (@NazimahElfish)

Rating : Teen – Mature

Cast : Lee Donghae, Kim Kibum, Kim Young Woon, Park Jung Soo, Choi Siwon, Lee Hyukjae, Lee and Sungmin

Pair : KiHae and others

Genre : Drama, Romance, Hurt, Family, Friendship

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Summary : Mereka selalu bersama, mereka belajar di tempat yang sama, mereka tinggal di daerah yang sama, dan ini kisah mereka hingga keduanya menemukan kebahagiaan yang telah ditakdirkan.

Warning : Genderswitch! KIHAE Couple! Super Junior fanfic! Don’t like, don’t read! Don’t be copaser! Don’t be plagiator!

 

~~ Chapter 6 ~~

“Siap?” Eunhyuk bertanya memastikan pada Donghae, gadis itu mengangguk mengiyakan dimana Eunhyuk lalu menyetel sebuah lagu yang cocok untuk dipakai dance.

“1, 2, 3, we go!” langkah menghentak dipadukan dengan permainan tangan menjadi pemandangan di kelas tari saat ini meski Donghae tidak ikut menari dengan alasan seperti yang ia katakan semalam pada Kangin, jatuh. Senyum yang tersemat di bibir Donghae seketika sirna ketika melihat ada orang lain di ruangan ini, disusul Eunhyuk yang lalu berlari ke pojok ruangan untuk mematikan musik yang tengah dimainkan.

“Permisi?”

“Mau apa kau kemari? Apa orang tuamu tidak pernah mengajarkan untuk mengetuk pintu dulu hah?”” Donghae bertanya ketus pada dia yang diam-diam memasuki wilayah kekuasaannya dengan Eunhyuk.

“Aku sudah mengetuk pintu, tapi kalian tidak mendengar.” Orang tadi membela diri lalu tersenyum yang membuat Donghae muak melihatnya, “sudahlah Hae!” Eunhyuk menengahi, setelahnya ia menatap orang yang satu lagi, “jadi, ada keperluan apa kau kesini Sungmin-ah?”

“Aku ingin bergabung dengan kalian!” Eunhyuk dan Donghae memandang satu sama lain, jelas sekali jika Donghae tidak menginginkan hal tersebut dan Eunhyuk tahu itu dari tatapan Donghae yang menyipit juga dengan wajah yang mengeras padanya. Pemuda itu menghela nafas, mungkin semua pria di dunia ini tidak akan mau terjebak di situasi seperti ini, pikirnya yang bingung harus membela yang mana.

“Maaf Sungmin-ah, tapi siswa kelas 12 sudah tidak diperbolehkan lagi ikut ekestrakulikuler apapun.”

“Aku tahu tapi, bagaimana dengan kalian berdua?” Sungmin balik bertanya dengan menunjuk Eunhyuk dan Donghae bergantian. “Kami akan mengikuti lomba couple dance beberapa minggu lagi.”

“Oh,” Sungmin menyahut Donghae, tampak kecewa namun ia kembali memberikan penawaran, “aku hanya ingin ikut berlatih saja! menari adalah hobiku, kumohon izinkan aku menari bersama kalian?”

“Tidak bisa!” Sungmin lalu beralih pada Eunhyuk yang membelalakkan matanya.

“Euum, bagaimana jika kau menunjukkan kemampuanmu dulu pada kami?” Eunhyuk memberi solusi pada Sungmin yang kembali tersenyum juga setuju, sedang Donghae menatap keduanya malas.

“Aku pergi!”

“Tidak boleh!” Lengan Donghae dicekal Eunhyuk yang tidak suka dengan sikap menyebalkan yang ditunjukkan oleh Donghae pada Sungmin. “Hormatilah dia, bagaimanapun juga dia telah menjadi teman kita.” Bisiknya pada Donghae yang hanya bergumam mengiyakan, namun masih bisa di dengar Sungmin karena posisi mereka yang memang dekat. Eunhyuk lalu berjalan ke pojok ruangan untuk kembali memutar musik sebagai pengiring tari Sungmin.

Sungmin menarik nafas dalam lalu mengeluarkannya perlahan, dia bertekad tampil memukau di depan kedua teman barunya ini. Ia memulai tariannya dengan langkah kaki yang bergerak anggun mengikuti musik. Sedang Eunhyuk dan Donghae sama-sama menyerigai, mellow pada awalnya namun ketika dipertengahan, lagu ini akan berubah menjadi beat, baik Donghae ataupun Eunhyuk yakin jika Sungmin akan kewalahan, kecuali jika dia memang lincah.

Detik berganti menit dan Sungmin merasakan itu, temponya semakin cepat namun ia tidak boleh menyerah. ‘Boleh juga anak ini!’ Eunhyuk membatin dengan tatapan yang terfokus pada gerakan Sungmin, Donghae hanya menatap antara mau atau tidak, ia tidak tertarik.

“Hakh! Hakh! Hakh!”

Prok! Prok! Prok!

“Kau menyelesaikannya dengan baik Sungmin-ah!” puji Eunhyuk dengan gummy smile miliknya, “kau setuju denganku kan Hae?” lanjutnya pada Donghae yang memandang Eunhyuk dan Sungmin bergantian, “heum!” sahutnya lalu meminum air mineral dari botol yang sedari tadi dipegangnya, dijawab dengan senyuman baik di bibir Sungmin juga Eunhyuk.

“Jadi, apa aku diterima?” Tanya Sungmin yang diangguki Eunhyuk, tak ada alasan untuk menolak Sungmin meski Eunhyuk telah mempersulit gadis itu untuk bergabung dengan ia dan Donghae, membuahkan sorakan senang Sungmin.

“Aku harus pergi.” Donghae buru-buru melesat pergi diiringi Sungmin yang memandangnya tidak mengerti, “dia kenapa?” pada Eunhyuk yang hanya tersenyum sembari mengedikkan kedua bahu pertanda tidak tahu.

Kibum hampir saja menghardik siapapun yang berani merebut buku yang tengah dibacanya, namun urung karena Donghae yang melakukannya, bahkan menyembunyikan buku itu dibalik tubuhnya.

“Kau kenapa?” lantas bertanya pada Donghae yang bungkam dengan wajah ditekuk, ia lalu terduduk di kursi yang ada di samping Kibum yang diikuti oleh si pemuda, “aku tidak mau disini, kita keluar saja!” sahut Donghae mutlak kembali berdiri, berjalan cepat meninggalkan Kibum dengan segala tanya memenuhi kepala pemuda itu namun, tetap mengikuti keinginan Donghae.

“Di kelasku ada anak baru.” Donghae membuka cerita seraya merasakan sejuk angin yang menerpa wajah manisnya. “Lalu?” Kibum menanggapi dengan tatapan yang masih setia pada bukunya, Donghae bergumam sebagai jawaban lalu kembali berucap, “aku tidak menyukainya!”

Kibum menutup bukunya untuk fokus mendengar cerita Donghae sembari mengusap surai coklat gadis yang memejamkan matanya menikmati usapan Kibum, “dia seperti ingin merebut Eunhyuk dariku!” Kibum tertawa kecil, dia pikir ada alasan apa kekasihnya tidak suka pada anak baru, ternyata karena itu?

“Terlalu berlebihan,” cibir Kibum yang mendapat tatapan kesal Donghae lalu mencubit hidung Kibum gemas.

“Itu sakit!”

“Biar saja!” Donghae semakin menyamankan kepalanya di kedua paha Kibum yang kembali membuka bukunya. Donghae singkirkan buku yang menghalanginya untuk menatap wajah Kibum. Kibum tidak lantas bertanya begitu saja, ia amati wajah Donghae yang nyegir menatapnya, “merindukanku?” Dia bertanya membuat Donghae tertawa kecil.

di bawah pohon nampak sepasang sejoli yang tengah beradu mulut –dalam arti yang sebenarnya, tentu saja itu Kibum dan Donghae dimana terdengar suara kecipak dan desah tertahan dari Donghae saat  Kibm mulai meliarkan tangan pada tubuhnya

Teett! Teettt!! Teettt!!

“Euumm, kupikir membolos bukan pilihan buruk.” Ujar salah seorang diantara keduanya ketika yang lain merapikan pakaian, Donghae menghentikan segala aktivitasnya lalu memandang Kibum bingung, ‘sejak kapan bocah ini mengajakku bolos?’ batinnya ketika bel tanda berakhirnya istirahat menggangu cumbuan keduanya.

“Lalu?” kemudian bertanya yang disambut dengan bisikan, “bagaimana kita lanjutkan yang tadi saja?” Donghae memukul dada Kibum pelan ketika kalimat itu terucap, dia pikir ada gerangan apa pemuda ini mengajaknya bolos.

“Tidak mau!” elaknya kemudian memeletkan lidah pada Kibum lalu hendak berdiri namun, dicegat Kibum yang lebih dulu menarik lengannya dan mendaratkan bibirnya pada bibir Donghae.

 

Donghae menatap galak Kibum yang saat ini tengah mengelus-elus lengannya karena baru saja mendapat cubitan manis dari si gadis setelah tangan usil itu menyelinap ke dalam rok sekolahnya.

“Kau keterlaluan!”

PLETAK!

“Itu sakit!” Kibum meringis sembari memegangi kepalanya yang dihadiahi jitakan Donghae yang menanggapi, “itu untuk mengenyahkan pikiran kotor dari otakmu!” dengan ketus lalu bangkit dari duduknya serta berjalan cepat meninggalkan Kibum yang kemudian menyamai langkahnya.

“Maafkan aku, aku lepas kontrol setelah kejadian kemarin, maaf.” Ia mencoba menjelaskan atas keliaran yang ia lakukan pada Donghae yang tidak mau tahu, ia terus berjalan hingga terhenti dengan sendirinya karena Kibum berhenti mengikuti dia, menimbulkan rasa penasaran Donghae yang lalu membalikkan badan.

Tidak ada siapa-siapa.

Kepala si gadis celingak-celinguk mencari pemuda yang tadi bersamanya namun apa daya hanya terpaan angin yang menerbangkan helaian rambut yang dia rasa, tubuhnya berputar dengan raut bingung juga cemas. Kemana Kibum? Pertanyaan itu menghantui Donghae yang mulai diliputi ketakutan akan kekasihnya yang menghilang secara tiba-tiba.

“Kibummie!” dia memanggil, tak ada jawaban.

“KIM KIBUM!” kali ini berteriak dengan suara lantang disertai rutukan-rutukan betapa kesalnya dia pada Kibum, percuma.

“KIM KIBUM!” entah untuk ke berapa kali ia berteriak, kali ini dengan suara bergetar menahan tangis, meski begitu ia tetap memanggil Kibum.

‘Untuk apa itu? Tidak mungkin dia diculik bukan?’ batinnya kesal atas tindakannya sendiri meski tidak mengurangi rasa cemas yang memenuhi perasaannya. “Kibum,” menyerupai bisikan seiring ia yang jatuh terduduk di hamparan rumput yang menjadi saksi bisu.

“Ini.” Donghae mendongak,  menampakkan Kibum yang tersenyum padanya juga tangan yang terulur dengan sebuah sapu tangan di genggamannya. Tanpa berkata apapun Donghae terjang dia, menghamburkan diri ke dalam pelukan Kibum yang bingung. Kibum balas peluk Donghae tanpa bertanya ada apa gerangan, karena gadis itu akan memberitahukannya sendiri tanpa perlu diminta, lagipula biarkan Donghae menangis dulu untuk menenangkan hati, pikir Kibum.

“Kau hiks membuatku takut hiks!” adunya menyernyitkan kening Kibum yang masih saja bungkam, lebih memilih untuk mengelus-elus punggung Donghae yang malah memukul-mukul bahu Kibum tidak jelas.

“Jangan meninggalkanku lagi!” dan Kibum tersenyum akan pernyataan Donghae yang merupakan sebab Donghae seperti ini padanya, pemuda itu mendekap lebih erat Donghae juga mengucapkan maaf disertai ciuman-ciuman lembut pada puncak kepalanya.

Lama mereka seperti itu hingga bel pulang berbunyi, “tidak terasa sekali. Ayo, kita pulang.” Kibum mengajak Donghae yang tampak memikirkan sesuatu, gadis itu tidak bergeming hingga, “ransel kita?” membuat keduanya harus kembali ke ruang kelas masing-masing.

Donghae melangkah gontai menuju kelasnya, dia buka pintu kelas hendak memasukinya namun terhenti ketika melihat ada orang lain yang masih bertahan di dalam kelas sambil membereskan barang-barang bawaan.

“Kau darimana saja? Eunhyuk bilang pada guru kau sakit lalu pergi ke UKS.” Sungmin membuka pembicaraan pada Donghae yang berjalan melewatinya tanpa menanggapi, gadis itu menyampirkan ransel ke punggungnya lalu menatap Sungmin yang juga telah selesai memasukkan semua barang bawaannya, “bukan urusanmu!” jawabnya membuat Sungmin menyernyit tidak mengerti, apa salahnya pada Donghae?

Kedua gadis itu kompak menoleh ke arah pintu ketika Kibum datang untuk menjemput Donghae, Donghae bergegas keluar kelas dan menggandeng lengan Kibum untuk segera pergi, meninggalkan Sungmin yang juga ikut beranjak dari tempatnya.

“Aku, tidak mengerti!” Donghae memulai percakapan dengan Kibum di tengah  perjalanan pulang.

“Dari awal bertemu, aku tidak menyukainya.” Lanjutnya, “anak tadi?” timpal Kibum yang diangguki Donghae.

“Kupikir dia menarik!” Kuping Donghae terasa panas ketika pemuda disampingnya ini memuji seorang yang tidak disukainya, gadis itu merengut yang diketahui Kibum lalu mengacak rambut si gadis gemas juga tertawa, “aku bercanda, kau tetap yang paling menarik dimataku!” menorehkan senyum bangga di bibir Donghae juga mengeratkan untaian jemari keduanya.

Donghae membuka pintu utama rumahnya, dilepasnya sepatu lalu berjalan menuju kamar. Dia terhenti di ruang tengah ketika mendengar suara televisi yang menyala , diintipnya siapa yang menonton TV dan gadis itu ber’oh’ ria melihat Siwon berada di dalamnya, bagaimana bisa ia lupa jika ada tamu di rumahnya?

Donghae kembali berjalan namun mendekati Siwon yang menoleh, “sudah pulang?” Donghae mengangguk. “Kau tidak pergi kemanapun hari ini?” Donghae bertanya, pada Siwon yang menjawab, “aku tidak punya jadwal apapun hari ini.”

Keduanya lalu menonton TV, tak ada pembicaraan hingga, “menurutmu, bagaimana hubungan Kangin ahjussi dan Leeteuk ahjumma sekarang?” Siwon layangkan tanya pada Donghae yang menyernyitkan dahi, gadis itu diingatkan kembali akan kisah asmara yang dijalani ayahnya dengan tetangga sebelah. Donghae tidak langsung menjawab, ia terus berpikir, “aku tidak tahu.” Jawabnya menyerah.

“Aku lapar, ayo makan diluar!” Siwon mengajak Donghae yang tidak langsung menjawab, “aku yang traktir!” paksanya, Donghae ingin menolak namun, “bersiaplah, lima belas menit lagi kita berangkat!” kekeuhnya membuat Donghae mengangguk, tersenyum, juga pergi menuju kamarnya.

“Sepertinya hubungan mereka telah berakhir.” Tangan Donghae terhenti untuk memasukkan makanan ke dalam mulut, “kenapa bisa begitu?” tanggapnya pada Siwon yang mengambil minuman.

“Aku dulu punya teman yang nasibnya seperti keluarga kalian, orang tuanya menjalin hubungan khusus tanpa diketahui anak-anak mereka, ternyata kedua anak merekapun berpacaran.” Siwon menjelaskan, “lalu?”

“Apa kau menjalin hubungan dengan Kim Kibum?” Siwon balik bertanya, “menurutmu?”

“Aku tidak tahu, aku merasa dia seperti binatang buas ketika melihatku dekat denganmu, binatang buas yang melihatku sebagai mangsa.” Donghae terdiam, Siwon yang baru beberapa hari mengenal dia dan Kibum saja memiliki pemikiran jika keduanya menjalin hubungan khusus, kenapa orang tuanya seperti membutakan mata? Apa tidak ada pemikiran lain perihal akurnya mereka selain saudara? Menyebalkan, pikir Donghae yang merengut.

“Jadi, bagaimana nasib temanmu itu?”

“Akhirnya dua pasang itu sama-sama putus.” Donghae bungkam dibuatnya, ia tidak ingin hal itu terjadi pada hubungannya dengan Kibum juga ayahnya dengan Leeteuk tapi, tidak mungkin semulus itu.

“Lebih mudah menjadikan sahabat sebagai kekasih, tapi mengubah cinta menjadi sahabat? Itu sulit!” Siwon melanjutkan, menatap Donghae yang akhirnya tersenyum menanggapi kalimat bijak tersebut.

“Apa kau memiliki kekasih, oppa?” Donghae mengganti topik, menyuapkan beberapa sendok makanan ke dalam mulutnya, “punya, jika kau mau jadi kekasihku.” Donghae sedikit tersedak membuahkan tawa Siwon yang kembali melanjutkan, “aku hanya bercanda, maafkan aku.”

“Aku serius oppa!” Siwon mengangguk, memperhatikan wajah Donghae sejenak, “kupikir dia mirip denganmu!” ujarnya sukses membuat Donghae penasaran.

“Wajahmu jika dilihat dengan seksama memang mirip dengannya.”

“Bolehkan kalau aku melihat fotonya?” Donghae meminta, pada Siwon yang merogoh saku celananya untuk mengeluarkan ponsel. “Ini.” Ujar Siwon memperlihatkan wallpaper ponselnya, Donghae perhatikan sejenak foto itu seraya menyernyitkan dahi, “kau penyuka sesama jenis?”

 

~ To Be Continue ~

Bagaimana?

Setting KiHaeEunMin disini masa-masa SMU, masa-masa labil gitu  yang masih memakai putih abu-abu.

 

Related Post :

Other Post :

Kait kata : Trapped by Love, KiHae fanfic Genderswitch, KiHaewon slight Kangteuk ff, ff cinta masa sekolah, kisah romansa

Kihae, Kibum, Donghae, Eunhyuk, Eunhae, Siwon, Genderswitch, Super Junior, Romance, Drama, Family, Friendship, Teen

Iklan

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 26 Desember 2016, in Trapped by Love and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: