[NCT JaeYong Fanfiction] Pernikahan… Simulasi? Chapter 1

Jaehyun memperhatikan saja kelakuan tidak jelas Taeyong yang mendumel seperti perempuan, belum lagi hempasan kecil pada gelas kopi untuk menunjukkan mood lelaki itu sedang buruk. Mood Lee Taeyong memang selalu buruk selama dua tahun terakhir karena selalu ditanya kapan akan naik pelaminan oleh keluarga besarnya.

jaeyong-wall

Title : Pernikahan… Simulasi?

Main Cast : Lee Taeyong & Jung Jaehyun

Main Pair : JaeYong!

Author : Nazimah Agustina

Genre : Drama, Romance, Friendship, Family

Rating : Teen

Disclaimer : saya Cuma pinjam nama member NCT  kok xD

Summary : Taeyong selalu didesak untuk menikah tapi dia membenci pernikahan itu sendiri. / “Apa gunanya sih menikah?” – Taeyong / “Bagaimana kalau menikah secara simulasi saja?” – Jaehyun / Kemudian Jaehyun menawarkannya untuk melakukan pernikahan dengan perjanjian.

Warning! BoysLove! NCT Fanfic! Jaeyong Couple! Don’t Like Don’t Read! Review Please…

.

Instagram : agustinazimah

Line : nazimahagustina

Chapter 1

.

“Apa gunanya sih menikah?” Taeyong bertanya jengkel pada bos sekaligus teman masa remajanya yang masih santai dengan kopi yang dia sesap dan ponsel di tangannya, merasa dipanggil Jaehyun meletakkan ponselnya lalu memperhatikan Taeyong yang masih berkomat-kamit lucu membuat pria lainnya tertawa kecil.

Taeyong tidak tersinggung dengan tawa Jaehyun, setidaknya Cuma dia yang tidak memborbardir Taeyong dengan pernikahan hanya karena usianya yang telah menginjak tiga puluh dua tahun, dia berpikir memangnya kenapa kalau dia disebut bujag lapuk? Maaf saja ya karena wajah Taeyong itu sepuluh tahun lebih muda dari usia aslinya!

“Hyung benar-benar tidak mau menikah?” Jaehyun bertanya setelah memperhatikan pria didepannya cukup lama yang dibalas dengan tatapan mencela seolah Taeyong tidak pernah cerita padanya saja.

“Aku Cuma tanya kok.” Jaehyun melanjutkan, dia mengedikkan bahu cuek lalu terlihat melamun. Dia melihat Taeyong dan mengingat kalau lelaki itu membenci pernikahan karena rumah tangga kedua orang tuanya yang kandas saat Taeyong masih remaja, sepertinya kenangan buruk tersebut masih berbekas jelas di ingatannya sampai-sampai disaat dia yang telah kelewat matang untuk membangun rumah tangga jadi anti sekali begini.

“Menikah, selingkuh, bertengkar, lalu bercerai, aku tidak mau melewati itu semua. Aku tidak mau membuat anak-anakku menderita nantinya kalau orang tuanya harus berpisah. Jika mereka ingin aku memiliki anak, dengan senang hati aku akan memberikannya tapi tidak dengan menikah, aku tidak mau terikat!” Terdapat emosi di mata Taeyong saat menjelaskannya dan Jaehyun mengerti itu. Taeyong berpisah dari ayahnya sejak usia lima belas, ibunya menikah dengan ayah tirinya dua tahun kemudian dan Taeyong mau tidak mau harus menerima lelaki dewasa yang juga memiliki anak laki-laki yang sepuluh tahun lebih muda darinya.

“Tapi pernikahan ibumu yang kedua itu langgeng sekali, hyung.” Jaehyun menyanggah. Kalau bukan karena perceraian orang tua kandung Taeyong, mungkin dia dan Jaehyun tidak akan pernah mengenal karena pertemuan pertama keduanya saat pernikahan ibu Taeyong dengan suami barunya, orang tua Jaehyun dan ayah tiri Taeyong adalah rekan bisnis dan bisa dibilang hubungan keluarga mereka sudah seperti kerabat dekat.

“Paman Donghae sangat menyayangimu, beliau tidak pernah membedakanmu dengan Jeno walaupun kau bukan anak kandungnya, hyung.” Jaehyun menasehati dengan sabar dan Taeyong mengiyakan saja dengan malas. Kalau pasangannya nanti seperti ayah tirinya yang nyaris sempurna itu sih tidak masalah, tapi bagaimana kalau sebaliknya? Taeyong tidak mau merasakan terjebak dengan orang yang mengerikan kalau memutuskan untuk menikah nantinya.

“Bagaimana kalau menikah secara simulasi saja?” Jaehyun bertanya dengan hati-hati, sepertinya ini satu-satunya cara agar Taeyong mau mengubah status single but happiness kebanggaannya itu.

“Menikah simulasi? Apa maksudnya?” Taeyong menanggapi dengan dahi berkerut, walaupun dia membenci pernikahan tapi kalau ada embel-embel simulasi di belakangnya itu tidak benar juga, ‘kan?

“Kau menikah namun dengan perjanjian, kalau merasa tidak cocok atau menemukan pasangan yang sesuai ya tinggal bercerai saja, gampang, ‘kan? Lagipula hyung pasti capek bibi Yoona selalu saja meunjukkan foto-foto wanita  atau pria untuk melakukan kencan buta yang melelahkan, belum lagi beliau juga sering mengenalkanmu dengan banyak anak kenalannya, setidaknya keluarga hyung tidak pusing lagi kalau hyung mau menikah.” Jaehyun menjelaskan tapi Taeyong menatapnya tidak suka.

“Aku bahkan tidak tertarik dengan mereka semua dan aku tidak memikirkan siapapun yang pantas untuk kunikahi.” Taeyong menolak dengan tegas dan Jaehyun hanya menghela pelan, dia menenggak kopinya habis lalu membalas, “aku mau kok jadi pasangan simulasimu, hyung.”

Sedetik kemudian Taeyong tersedak kopinya sendiri karena tawaran mengejutkan dari Jaehyun tersebut.

.

To Be Continue

.

Ini baru awal kan yaaaaa. Disini saya mau membangkitkan feel Between Love and Ambition dengan cara menjadikan JaeYong bos dan karyawan lagi tapi dengan kondisi yang beda, disini hubungan mereka itu teman dari remaja dan tentunya gak ada enaena ataupun dirty talk alias rating untuk fanfic ini adalah Teen, tapi gak tahu deh ke depan-depannya lagi, ahahaha.

Iklan

About agustinazimah

Nazimah Agustina | 24 Aug 1995 | East Borneo | Indonesia | SMTown Lovers | KiHae Shipper | Donghae Biased | Artworker

Posted on 30 Januari 2017, in Pernikahan Simulasi and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: