Arsip Blog

[1 of 2] He’s Mine! (JaeYong Fanfic Version]

Di sebuah lantai dansa yang berisi puluhan pasang manusia yang berlenggak-lenggok menggerakkan tubuhnya sesuai musik yang berdentum keras, tampak satu orang mencolok dengan rambut soft-pink yang asyik menari seorang diri, menikmati musik yang tengah diputar oleh Disk Jockey di atas sana.

Pria itu masih menari sesuka hatinya dengan mata yang setengah terpejam, tak menyadari sepasang mata yang memperhatikan dia, pria tinggi besar dengan sebuah gelas di tangan, yang menyerigai senang menikmati pemandangan yang ada.

Setelah menaruh gelas yang berisi martini tersebut, pria dengan setelan cukup mewah itu lalu berjalan ke lantai dansa. Dengan percaya diri yang tinggi ia hampiri pria menawan yang menari sendirian tadi, ikut menari bersamanya dengan tangan yang mulai menggerayangi tubuh seorang yang menari sendirian tadi, Lee Taeyong.

jaeyong taeyong lee jung jaehyun nct bromance poster fanfic

He’s Mine! (JaeYong Version)

Nazimah Agustina

Lee Taeyong, Jung Jaehyun, Johnny Seo

JaeYong Couple

Drama, Romance, Thriller

SMEnt and NCT

[1/2] Bermula dari penolakan kecil yang sudah sering terjadi. / “Siapa namamu?” / “maaf, aku pergi ke kelab sebentar, sudah berapa lama selesai meetingnya, Jae?” / “kau menggodanya, hm?” / Namun mereka tidak pernah menyangka penolakan kecil itu berujung pada pelatuk pistol yang berkali-kali terdengar. JaeYong! NCT! BosyLove!

Part 1 of 2

Read the rest of this entry

Iklan

[JaeYong Oneshoot] Born To Be A vampire

Kita akan  memulai kisah ini dari rumah besar yang memiliki banyak pelayan di dalamnya, dihuni oleh keluarga bangsawan yang terdiri dari Lee Taeyong si tuan tanah bersama istri cantiknya Kang Seulgi, serta putra kebanggaan dan satu-satu mereka Lee Minhyung yang baru saja berulang tahun ke sembilan malam ini.

Semua orang dari penjuru desa mendatangi rumah orang paling kaya di daerah mereka, ikut berbahagia atas penambahan usia si ‘putra mahkota’ dan memuja-muji dia akan setampan dan sebaik sang ayah, entah sebuah ketulusan atau berharap mendapat hadiah berupa kenaikan upah, sebagian dari mereka memang penjilat.

Besarnya pesta dan banyaknya orang-orang berbondong-bondong ke satu titik membuat Jung Jaehyun tertarik juga, alih-alih mendatangi rumah besar tersebut, dia hanya duduk di atas rindang pohon memperhatikan riuh pesta dalam diam, “pantas tidak banyak yang datang ke bar, mereka semua berkumpul ke tempat bangsawan ini.” gumamnya menilai. Meski dari kejauhan, pria ini dapat melihat dengan jelas harmonisnya keluarga kecil tersebut, “manis sekali.” Lanjutnya lagi, enggan bangkit dari posisi dia melihat pemandangan yang jarang dia nikmati.

jaeyong-wall

jaeyong-wall

Read the rest of this entry

[JaeYong Omegaverse Fanfic] Loneliness Ch 4

Pagi harinya Taeyong terbangun seorang diri, sempat kebingungan mencari Jaehyun namun masih berpikiran positif jika dia mungkin tengah berburu meski tidak biasanya Jaehyun pergi sebelum Taeyong bangun dari tidur.

Pagi beranjak menjadi siang, siang beranjak ke petang, bahkan ketika petang telah berubah menjadi malam, Jaehyun tidak kembali-kembali juga. Ada apa ini? Si alpha tidak pernah begini sebelumnya! Taeyong gusar bukan main, mengibaskan ekornya dengan kencang sembari berlarian kesana-kemari di sekitar gua menanti kedatangan si serigala putih bercorak hitam, tidak membawa makananpun tidak apa.

Keesokan harinya meski belum makan apapun dari kemarin, Taeyong berusaha  mencari Jaehyun di dalam hutan. Dia takut Jaehyun kembali terluka yang membuatnya tidak dapat pulang ke gua, takut jika si alpha yang mungkin sekarat entah di sudut mana lagi, mencoba mencari dengan mengendus-endus tempat yang mungkin dilewati Jaehyun melalui aroma yang dimilikinya.

Matahari sudah ingin kembali ke tempat peraduannya dan si omega belum menemukan si alpha sama sekali, apalagi realitas menyadarkannya jika dia tidak membuat perangkap apapun tadi pagi karena terfokus mencari Jaehyun dengan gila. Kepalanya tertunduk lesu dengan ekor terkulai lemas juga kaki yang berjalan gontai, menahan lapar untuk yang kedua harinya.

Taeyong  menangis dalam penyesalan, kenapa pula dia tdak meminjamkan senjatanya untuk Jaehyun? Setidaknya jika dia memilikinya maka Taeyong tidak perlu khawatir dengan kesehatan si alpha lagi. Namun akal sehatnya berkata lain, bagaimana kalau yang benar adalah Jaehyun sengaja meninggalkannya untuk kembali dalam kelompok dia sendiri namun tidak ingin membawa Taeyong karena janji-janji manisnya yang semalam hanya kebohongan agar Taeyong mau tidur dengannya?

 

jaeyong-wall

jaeyong-wall

Read the rest of this entry

[JaeYong Omegaverse Fanfic] Loneliness Ch 3

Tidak terasa sudah dua minggu berlalu dan perkembangan Jaehyun sudah sangat pesat karena sekarang dia sudah bisa memaksakan kehendaknya untuk pergi berburu, mendesak Taeyong agar istirahat di dalam gua karena mulai sekarang dia yang akan mencari makanan untuk mereka.

Sudut siku-siku imajiner telah menghiasi pelipis Taeyong yang tidak mengerti dengan perilaku serigala tidak tahu diri di depannya. Badan saja yang besar tapi berjalannya masih kalah cepat dari Taeyong, dan sekarang dia menyombongkan diri untuk mencari makanan? Maaf saja karena Taeyong tidak mau memakan harapan palsu dari si putih ini.

“Tidak perlu repot-repot, fokus saja pada kesembuhanmu. Aku masih bisa menangkap mamalia untuk makanan kita, siapa tahu aku bisa mendapatkan kijang jantan seperti kemarin?” Taeyong tersenyum lebar diakhir kalimatnya, itu adalah rekor terbesarnya selama dua tahun hidup sendiri. Biasanya Taeyong hanya akan mendapatkan beberapa tupai kalau tidak burung kenari atau paling bagus seekor anak rusa sebagai bahan makanan, terkadang dia memilih untuk memperhatikan Jaehyun makan saja kalau tangkapannya memang tidak layak untuk dibagi-bagi.

Tapi kemarin seekor kijang jantan tergantung di dahan pohon karena perangkapnya! Taeyong sampai terperangah dan menepuk pipinya sendiri menyaksikan hal langka tersebut. Dia membawa tangkapan besar tersebut dengan riang bahkan tidak sadar telah memeluk Jaehyun karena begitu senang atas tangkapannya, belum lagi pujian Jaehyun yang bertubi-tubi padanya yang membuat Taeyong makin terlena sampai ke langit ke tujuh sebab tidak pernah ada yang mengatakan dia hebat atau sejenisnya untuk watu yang lama.

Dilain pihak Jaehyun ikut mengukir senyum di wajahnya, lebih lebar dari senyum Taeyong karena melihat sang omega bahagia adalah hal yang langka baginya. Dia terbiasa melihat Taeyong yang larut dalam diam, Taeyong yang sadar atau tidak telah melamun, dan Taeyong yang fokus pada tiap pekerjaan yang dia geluti sebelum asyik dengan pikirannya sendiri.

 

jaeyong taeyong lee jung jaehyun nct bromance poster fanfic

jaeyong jaehyun taeyong nct wallpaper

Read the rest of this entry

[JaeYong FanFic] Between Love and Ambition Ch 19

“Tidak makan, Jae?” Doyoung membuyarkan lamunan Jaehyun yang tidak berbicara apapun. Mengambil sendok untuk memakan sup tapi sepertinya nafsu makan yang biasa besar itu kini telah menyusut drastis. Baru beberapa sendok yang masuk dalam mulutnya, Jaehyun memutuskan untuk menyudahi acara makan dengan meninggalkan Doyoung dengan segala keheranan yang tidak dia keluarkan.

Beberapa saat lalu Jaehyun mengatakan pergi ke kantor tapi nyatanya sekarang dia dan Doyoung malah berhadapan dengan layar televisi yang besar juga stik game di tangan keduanya. Tangan dan mata mereka fokus pada stik dan layar untuk melumpuhkan lawan masing-masing dimana decakan terkadang keluar dari mulutnya.

Permainan berakhir dengan kemenangan digapai Doyoung yang gembira bukan main, sedang Jaehyun diam saja masih memperhatikan layar yang bertuliskan ‘game over’ seolah mengejek kehidupannya yang sekarang.

 

jaeyong-wall

jaeyong-wall

Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: